AGolf.xyz- Awal tahun menjadi salah satu waktu favorit para wisatawan untuk pergi liburan. Seperti liburan di beberapa negara favorit pelancong dengan musim dinginnya. Namun kini Anda harus merencanakan ulang dengan anggaran yang lebih lagi. Pasalnya, beberapa negara ini akan menaikkan pajak untuk turis mulai awal tahun depan. Dilansir dari Lonely Planet News akan ada beberapa negara yang menaikkan pajak turis.

1. Jepang

Mulai 7 Januari 2019 baik pengunjung maupun penduduk Jepang akan terkena pajak keberangkatan baru setiap kali mereka meninggalkan Jepang. ‘Sayonara tax’ akan ditambahkan secara otomatis ke pesawat atau tiket kapal Anda dengan biaya 1000 Yen atau USD 8.80 sekitar Rp136 ribu.

Pajak tersebut memang terlihat kecil untuk perorangan, namun setiap tahunnya Jepang diperkirakan dapat memperoleh hingga JPY43 miliar. Keseluruhan uang tersebut akan dialokasikan untuk perkembangan pariwisata Jepang. Mulai dari perbaikan infrastruktur yang lebih baik (seperti bandara), penambahan panduan multi bahasa di berbagai tempat-tempat wisata dan Wi-Fi gratis di transportasi umum.

2. Kroasia
Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Beberapa tahun belakangan ini Kroasia menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di seluruh dunia. Hingga terdapat beberapa masalah karena wisatawan datang yang melebihi kapasitas. Hal tersebut yang mendasari Kroasia menaikkan pajak harian turis sebesar 25 persen di musim liburan.

Kenaikan pajak ini akan berlaku untuk akomodasi setiap malam di Kroasia, kecuali perkemahan yang masih mempertahankan tarifnya saat ini. Mungkin sebagian besar orang mengangap jika ini sebuah tindakan yang tidak adil, jadi bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas bisa melewati berkunjung ke negara ini.

Peningkatan pajak ini hanya sekitar 8-10 kuna sekitar Rp 19ribu atau setara dengan 30 sen AS. Menteri Pariwisata Kroasia Gari Cappelli mengatakan bahwa, “Pajak yang telah dinaikkan dari negara ini ‘terendah dari rekan-rekannya'”.

3. Selandia Baru

Satu negara lainnya yang juga menaikkan pajak yaitu Selandia Baru, dengan NZD 35 atau Rp347 ribu di perbatasan. Meski demikian pengunjung dari Australia dan Pacific Island akan dibebaskan. Jadi kenaikan pajak ini hanya berlaku bagi wisatawan jarak jauh saja.

View this post on Instagram

New Zealand – Puponga . Puponga is a tiny settlement in New Zealand far away from the civilization? There are about 30.000 sheeps in Puponga and many green hills? Puponga is the most peaceful place in New Zealand. If you like animals, nature, nice beaches, and you do not want to see tourists than Puponga is a place for you in New Zealand❤️?❤️? . . #newzealand #nz #sheep #greenhills #nature_good #nature_perfection #landscape_lovers #landscapephoto #solotravel #newzealandvacations #nzmustdo #bepresent #newzealandguide #voyage #reiseblogger #sidewalkerdaily #femmetravel #culturetrip #traveladdict #beautifuldestination #postcardplaces #beautifulmatters #welltravelled #roamtheplanet #wander #wheretonext #dreamscometrue #seetheworld #adventurevisuals

A post shared by Lajos (@lajos_toth22) on

Undang-undang saat ini sedang berjalan melalui parlemen dan diharapkan akan ada pada pertengaan 2019. Diperkirakan dengan kenaikan pajak tersebut akan meningkatkan pemasukan sebesar NZD80 juta per tahun. Dengan uang yang dibagi antara proyek pariwisata dan konservasi, seperti pembangunan serta perbaikan insfrastruktur bagi wisatawan.