AGolf.xyz– Cokelat adalah makanan yang banyak disukai. Biasanya orang akan merujuk ke Belgia, Swiss atau negara Eropa lain jika berurusan dengan cokelat. Tetapi jangan salah, justru bukan Eropa yang menjadi negara penghasil cokelat terbesar. Kebanyakan negara penghasil kakao atau cokelat terbesar adalah negara-negara di Afrika seperti Pantai Gading dan Ghana. Sementara dari Asia, Indonesia tampil sebagai negara penghasil kakao nomer tiga terbesar di dunia.

Sementara soal pengolahannya, Asia juga menjadi salah satu pembuat cokelat dengan cita rasa yang tidak kalah enaknya dengan negara-negara Eropa. Dilansir dari destinasian.com, Kamis (10/1), inilah 4 cokelat Asia dengan cita rasa internasional.

1. Marou

Merek Marou datang dari sebuah kisah buku petualangan yang menceritakan penjelajahan jauh ke pedesaan Vietnam, tempat para pendiri ekspatriat Prancis membangun hubungan yang kuat dengan para petani setempat.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kacang yang digunakan untuk membuat coklat ini diambil dari lima provinsi di Delta Mekong yang diolah menjadi cokelat di pinggiran Ho Chi Minh. Coklat tersebut dijual per bar-bar yang dibungkus dengan indah dan dijual di seluruh dunia.

2. Fu Wan Chocolate

Fu Wan merupakan pendiri dan koki eksekutif dari sebuah resor kecil di Pingtung, daerah Selatan Taiwan yang mengembangkan pabrik cokelat mandiri yang dibuat dari biji-biji Taiwan. Kemasan dan rasa yang inovatif dan berani seperti udang sakura, kari Thailand, dan teknik fermentasi ganda uniknya telah meraih banyak penghargaan dalam kompetisi cokelat di seluruh dunia.

3. Theo dan Philo

Davao, di Filipina merupakan tanah subur dengan iklim ringan yang cocok untuk menanam pohon kakao dengan sempurna. Kacang dipanen di Davao yang dikombinasikan dengan gula dari perkebunan di Bacolod untuk membuat cokelat terbaik. Terdapat rasa “Fearless Flavors” khas yang mencakup kombinasi khas Filipina seperti cokelat hitam 65 persen dengan calamansi tajam atau mangga hijau dan garam, dan cokelat susu adobo yang dibubuhi kecap dan lada hitam.

4. Krakakoa

Meskipun merupakan salah satu negara penghasil kakao terbesar di dunia, sebagian besar kakao Indonesia berakhir dengan produk-produk kelas rendah yang diproses di negara lain. Krakakoa bertujuan untuk mengubah ini dengan pendekatan ke petani. Meliputi pelatihan petani kecil (yang menyumbang 90 persen dari produksi lokal) dan dukungan keuangan untuk pertanian kakao organik di sekitar nusantara. Kacang yang dihasilkan dibeli di atas nilai pasar dan berakhir di cokelat batangan pemenang penghargaan yang menonjolkan citarasa dari Sumatera hingga Sulawesi.