Gunung Rinjani

AGolf.xyz- Mendaki gunung Rinjani mungkin adalah salah satu cita-cita bagi para pecinta alam di Indonesia. Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Membuatnya menjadi primadona di kalangan pecinta alam dan pendakian.

Jalur pendakian ke gunung ini pun sudah dibuka pada Senin (19/11/2018) lalu. Seperti diketahui, jalur pendakian ke gunung Rinjani sempat ditutup akibat gempa yang mengakibatkan longsor di beberapa jalur.

Jalur pendakian baru dibuka terbatas yakni melalui jalur Aiq Berik dan tidak bisa ke puncak. Meski begitu, pendaki dapat tetap menikmati Segara Anak dan tiga air terjun sepanjang perjalanan.

Jika ingin kesana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar keselamatan pendaki tetap terjaga. Berikut 5 tips untuk mendaki Gunung Rinjani.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

1. Waktu Pendakian

Gunung yang memiliki ketinggian 3.726 mdpl tidak bisa didaki kapan saja. Saat musim hujan, jalur pendakian bisa menjadi sangat licin, sehingga sulit untuk didaki. Jangan menyepelekan hal tersebut, karena hal tersebut berhubungan dengan nyawa dan keselamatan pendaki.

Biasanya Rinjani didaki pada bulan Maret hingga Januari tahun berikutnya. Pendakian terbaik berada pada bulan Mei hingga September di mana musim kemarau telah tiba dan jalur pendakian aman. Hari libur nasional, Rinjani sangat penuh dengan pendaki lokal maupun internasional. Sebaiknya, cari waktu yang tepat dan direncanakan sejak jauh-jauh hari.

2. Survei

Jangan lupa untuk survei yang mencangkup transportasi menuju Lombok, izin mendaki, jalur pendakian, shelter pendakian dan lain-lain. Survei di internet, guide, atau teman yang pernah mendaki di Rinjani. Ini juga termasuk waktu pendakian yang rata-rata ditempuh sekitar 3 hingga 5 hari, apakah pendaki tersebut sanggup untuk menempuh perjalanan selama itu atau tidak. Jalurnya seperti apa, dan jalur mana yang aman untuk didaki oleh pendaki pemula. Hal tersebut penting untuk diriset agar persiapan matang dan siap untuk mendaki.

3. Persiapan Fisik

Karena mendaki gunung Rinjani membutuhkan kira-kira 3 hingga 5 hari dengan jalur pendakian yang sebagian besar sulit, persiapkan fisik dan mental dengan matang. Jika dirasa fisik tidak siap, jangan terlalu memaksakan. Pun jika bisa sampai ke puncak, pendaki akan kesulitan saat menuruni gunung karena kondisi fisik sudah drop.

Rajinlah berolah raga, entah itu hanya sekedar jogging atau olahraga kecil sebelum pendakian. Dengan kondisi tubuh yang baik, maka Rinjani pun dapat ditaklukkan dengan mudah.

4. Persiapan Perbekalan

Dengan waktu pendakian berhari-hari, sudah dipastikan pendaki membutuhkan logistik, outfit, dan peralatan pendakian yang sesuai. Persiapkan logistik sebelum sampai di Rinjani. Bawa logistik yang benar-benar dibutuhkan, bukan diinginkan. Hal tersebut berguna agar tas yang dibawa tidak membebani selama perjalanan menuju puncak Rinjani.

Pilih pakaian yang tepat dan nyaman untuk mendaki. Rinjani memiliki udara yang sangat dingin. Jika outfit tidak sesuai dengan kondisi udara dan badan, kemungkinan akan mempengaruhi kesehatan pendaki.

Jika dirasa tidak kuat mengangkat peralatan, Rinjani memiliki jasa porter. Jasa porter ini akan memberikan jasa mengangkat tas dan menjadi guide hingga sampai ke puncak dengan aman. Tentu dengan biaya tambahan.

5. Jangan Mendaki Sendirian

Bagi pendaki pemula, sangat disarankan untuk tidak menaiki Gunung Rinjani sendirian. Hal tersebut sangat berbahaya. Usahakan untuk ikut dalam rombongan atau berkelompok, mengingat pendakiannya yang sangat menantang.

Sebelum mendaki, sebaiknya berikan waktu istirahat untuk tubuh minimal 1 hari agar tubuh dapat menyesuaikan suhu udara di Rinjani. Terlalu beresiko untuk tubuh jika harus langsung mendaki tanpa memberikan waktu bagi tubuh beristirahat. Resikonya tubuh akan menjadi drop, sakit, dan akhirnya tidak dapat mendaki.