ilustrasi makanan

AGolf.xyz– Alergi makanan adalah salah satu kondisi yang menyiksa terutama bagi mereka yang suka bepergian. Para penderita alergi makanan harus lebih berhati-hati ketika mengkonsumsi kuliner-kuliner daerah yang belum pernah mereka kunjungi.

Tak jarang meski makanan tersebut nampaknya aman bagi penderita alergi tapi ternyata memiliki jejak alergen dalam bahan-bahannya. Ini bisa membuat para penderita alergi mengalami gangguan kesehatan mulai dari mual, muntah, gatal-gatal bahkan hingga berdampak fatal.

Dilansir dari New York Times, Dr Alyson Pidich, Direktur Medis dari Ash Center, di New York City, dan seorang ahli alergi makanan memberikan kiat-kiat agar penderita alergi makanan tetap aman dalam perjalanan. Berikut 5 tips perjalanan bagi penderita alergi makanan.

1. Bawalah kartu alergi makanan dalam berbagai bahasa

Siapkan kartu yang berisi daftar alergi makanan Anda dalam bahasa yang digunakan di tempat tujuan Anda. Anda dapat membuat kartu Anda sendiri dengan kartu catatan sederhana, atau memesannya dari Allergy Translations, yang mengenakan biaya $ 8 untuk membuat satu kartu melalui aplikasi atau situs webnya. (Anda dapat mencetak banyak salinan setiap kartu sesuai keinginan Anda setelah Anda melakukan pemesanan.)

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Pastikan kartu Anda dengan jelas mencantumkan makanan mana yang tidak dapat Anda makan, daripada hanya menyebutkan apa yang Anda alergi. Misalnya, alergi terhadap gluten dan produk susu, dalam kartu tersebut harus tercantum bahwa produk berbasis gandum dan apa pun yang mengandung susu, termasuk yogurt, adalah terlarang.

2. Cerewet ketika memesan makanan

Jangan pernah merasa malu untuk meminta pelayan restoran mencatat pesanan Anda dengan berbagai peringatan tentang apa yang tidak boleh Anda makan. Dr. Pidich mengatakan bahwa Anda tetap tidak boleh berasumsi bahwa apa yang Anda makan aman.

Makanan dan minuman tertentu, termasuk saus, salad dressing, sup dan koktail menyembunyikan bahan yang bisa jadi alergen umum seperti gandum, kacang, susu dan kerang-kerangan. Koki restoran sering menggunakan tepung untuk mengentalkan saus, misalnya, sementara sup bisa jadi menggunakan kaldu kerang, dan saus salad dicampur dengan kecap atau minyak kacang.

3. Membawa makanan sendiri

Tidak ada yang lebih buruk daripada kelaparan di perjalanan karena tidak dapat menemukan makanan yang cukup aman untuk dimakan. Dr. Pidich sangat merekomendasikan untuk mengemas banyak makanan ringan dan beberapa pilihan makanan pengganti di perjalanan Anda. Pilihlah makanan yang aman bagi Anda dan tahan lama.

4. Menginap di kamar dengan akses dapur

Kini banyak aplikasi pemesanan kamar yang memudahkan Anda untuk mencari penginapan sesuai keinginan. Banyak penginapan yang menyediakan akses dapur bagi tamu yang bisa Anda pilih. Memiliki akses ke dapur berarti Anda dapat menyiapkan makanan untuk diri sendiri. Ini juga mengurangi stres karena tidak dapat menemukan makanan yang aman untuk alergi. Bawa kartu alergi Anda saat berbelanja makanan sehingga orang-orang yang bekerja di pasar atau swalayan dapat mengarahkan Anda.

5. Jangan lupa membawa obat alergi (tetapi bawalah secara legal)

Bahkan jika alergi makanan Anda tidak parah, Anda tidak boleh meninggalkan rumah tanpa obat alergi Anda. Anda akan membutuhkannya ketika mengalami reaksi tidak nyaman seperti gatal-gatal. Anda tidak boleh berasumsi bahwa apotek di tempat tujuan akan menyediakan obat alergi Anda.

Dr. Pidich mengatakan bahwa lebih baik untuk mengemas obat-obatan yang sudah Anda ketahui dan gunakan. Jika Anda memiliki teman perjalanan, mintalah mereka membawa dosis tambahan untuk berjaga-jaga jika Anda kehilangan atau kehabisan obat. Terakhir, pastikan Anda membiasakan diri dengan aturan dan peraturan di tempat tujuan Anda tentang obat yang diresepkan (dan tidak diresepkan) serta aturan kepabeanan yang mungkin ada.