Pin Youth Olympic Games 2018 for Junior Presidents Cup
Pin Olimpiade Remaja Buenos Aires 2018 / Twitter: Hurlingham Club

AGolf.xyz – Format fourball sering menghadirkan skor rendah, bahkan sangat rendah di sebuah turnamen golf. Tak terkecuali di Olimpiade Remaja Buenos Aires 2018, Sabtu (13/10). Olimpiade Remaja merupakan Olimpiade usia 15-18 tahun yang mempertandingkan 32 cabang olahraga. Khusus golf, cabang ini telah memberikan dua medali dan tengah memperebutkan medali terakhir di Hurlingham Club, Argentina.

Baca Juga: Dua Pegolf Australia Sabet Emas, Indonesia T.16

Medali emas terakhir itu berasal dari nomor mixed team atau ganda campuran. Nomor ini mensyaratkan pegolf putra dan putrinya berpasangan selama 3 hari dengan format yang berbeda-beda. Untuk hari pertama, Sabtu kemarin atau Minggu malam WIB, format fourball atau Best-Ball lah yang digunakan pertama kali.

Menggunakan dua bola masing-masing tim, skor paling rendah yang dibuat salah satu pegolf dihitung menjadi skor bersama. Artinya, jika birdie dan par dibuat satu pasangan tersebut, maka birdie lah yang dimasukkan ke kartu skor mereka. Dengan format seperti ini, tak jarang ditemui pasangan yang mampu memainkan skor begitu rendah.

57 menjadi skor yang dibuat pasangan Italia, Nobilio Alessia dan Andrea Romano untuk memimpin putaran pertama ini. Alessia yang meraih perak di individu putri, bahu-membahu dengan Romano untuk unggul 3 strokes dari Thailand yang berisikan Atthaya Thitikul dan Vanchai Luangnitikul.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Pasangan klop Italia ini, menghasilkan hole-in-one di hole 9 untuk menciptakan skor setajam itu selain juga 9 birdie dan eagle 3 di hole 5. Sedangkan tim Thailand, 11 birdie mereka tercoreng dengan bogey di hole 16 untuk mengejar medali yang tersisa kali ini.

Thailand gagal mewujudkan tren para seniornya yang memiliki dua perunggu di individu putra-putri, saat Olimpiade Remaja Nanjing 2014 lalu sebagai debut golf. Peringkat terbaik keempat yang dibuat Vanchai Luangnitikul, hanya terpaut satu stroke saja dari perunggu putra Kamis (11/10) lalu. Jadilah, medali kali ini menjadi harga mati untuk meneruskan tren satu-satunya negara Asia yang memiliki 3 medali golf Olimpiade Remaja.

Pegolf Indonesia juga turun di nomor ini. Ribka Vania yang tampil di individu putri, dipasangkan dengan pegolf Korea Selatan Sangha Park di bawah bendera Mixed NOC. Di putaran pertama keduanya, mereka mencatatkan skor 4-under par 66 untuk duduk di posisi T.16. Posisi yang sangat memungkinkan untuk mengejar para pemuncak klasemen demi meraih medali dari cabang golf.

Sayangnya, jika medali itu berhasil digenggam, itu bukan milik Indonesia. Karena berpasangan dengan negara lain, membuat medali ini dihitung untuk Mixed NOC, yang lumrah terjadi di Buenos Aires 2018. Beberapa cabang olahraga telah menggabungkan atlet berbeda negara untuk berebut medali, seperti di judo, bulutangkis, anggar, berkuda, breakdance, menembak, dan beberapa cabang lainnya hingga Kamis (18/10) nanti.

Putaran kedua Minggu ini akan memainkan foursome, format yang menggunakan satu bola untuk dipukul bergantian antara pegolf putra dan putri hingga hole, dan akan menghitung apapun hasilnya nanti. Berikut klasemen atas putaran pertama Mixed Team Golf di Buenos Aires 2018.

57 – Tim Italia (Nobilio Alessia/Andrea Romano)

60 – Thailand (Atthaya Thitikul/Vanchai Luangnitikul)

62 – Amerika Serikat (Lucy Li/Akshay Bhatia), Swiss (Elena Moosmann/Nicola Gerhardsen)

63 – Irlandia (Lauren Crowley Walsh/David Kitt)

64 – Denmark (Anne Wennerwald Normann/Nicolai Hoejgaard), Britania Raya (Lily May Humphreys/Joe Pagdin), Belanda (Lauren Holmey/Jerry Ji), Jepang (Kagetsu Tsuruse/Ryou Hisatsune)