AGolf- Hari ini, Sabtu (10/2) merupakan putaran penyisihan 24 pegolf yang akan memainkan putaran final ISPS HANDA World Super 6 Perth, pada Minggu (11/2). Di final nanti, 24 pegolf terbaik yang melewati CUT 54-hole akan memainkan format match-play, dimulai dari 24 besar-16 besar-perempat final-semifinal dan final.

Para pegolf yang finish di Top-8, diberi kemudahan untuk masuk ke babak kedua sistem gugur sebagai unggulan 1-8, di Lake Karrinyup Country Club. Sisanya, 16 pegolf lain berebut 8 tempat yang akan bergabung bersama 8 unggulan di 16 besar, hingga mencari sang juara turnamen berhadiah total AUD1,75 juta ini.

Sesuai nama turnamennya, Super 6 hanya memainkan 6 hole saja yakni hole 10, 11, 13, 14, 12 dan 18.

Seperti apa tantangan dari masing-masing hole, berikut ulasannya seperti dilansir European Tour.

Hole 10, par-4, 369 yards atau 337m

Terletak dekat dengan clubhouse, hole 10 menantang pegolfnya menaklukkan hole berbentuk downhill ke green ini. Dengan ancaman fairway bunker di sebelah kiri tepat di saat pendaratan tee shot, pegolf harus pintar-pintar saat mengayunkan drivernya di hole ini.

Selebihnya, approach shot dan birdie chance yang dimiliki hole ini sangat besar, dengan total birdie mencapai 80 persen lebih banyak dibandingkan par-4 lain saat putaran final tahun lalu.

Hole 11, par-5, 553 yards atau 506m

Bunker yang dibuat tepat di tengah-tengah fairway, harus menjadi perhatian pegolf saat menghadapi hole dogleg kanan ini. Jika berhasil melewatinya, Green in Regulation di hole ini cukup besar, dengan 88 persen menjatuhkan bole dengan 3-on dan 6 persen lain dengan 2-on. Dari statistik itu, hanya 7 persen saja yang akhirnya bogey dan lebih tahun lalu.

Hole 13, par-4, 453 yards atau 414m

Hanya 13 persen yang mampu menghasilkan birdie tahun lalu, membuat hole ini dirasa cukup tricky. Dogleg kiri yang menjadi khas hole ini, mengaburkan green yang tidak terlihat saat melakukan tee shot. Penempatan yang tepat saat memukul drive, bisa dilanjutkan dengan melewati hadangan dua bunker yang mengelilingi green ini.

Hole 14, par-4, 330 yards atau 302m

Ini merupakan salah satu par-4 pendek yang dimiliki course rancangan Mike Clayton. Namun, bunker yang membujur tepat di depan green bisa mengacaukan birdie chance yang sebenarnya dimiliki 82 persen pegolf tahun lalu. Hole ini menjadi kesempatan mengejar ketertinggalan ataupun memperlebar peluang menang di match-play nanti.

Hole 12, par-3, 148 yards atau 135m

Ini menjadi salah satu hole terpendek yang dimiliki negara Australia. Meskipun begitu, green yang kecil menjadi ancaman serius dengan bunker yang siap memulangkan pegolf di sebelah kiri. Di balik kedua ancaman itu, statistik ternyata berkata lain, dari 24 pegolf yang berlaga di putaran final tidak ada yang menghasilkan bogey atau lebih di hole ini.

Hole 18, par-4, 444 yards atau 406m

Par-4 yang cukup sulit ini, memang menjadi kesempatan emas untuk mengetahui siapa yang bakal memenangi partai match-play nantinya. Dengan dogleg kiri, lagi-lagi pegolf menghadapi green yang tak terlihat dan catatan statistik hit fairway terendah keempat di course ini.

Pukulan kedua harus lebih teliti lagi, karena green dikelilingi 4 bunker besar dengan green yang sulit dalam tanda kutip. Kenapa? Jika pin ditaruh agak ke ujung, pegolf musti berhati-hati agar tidak menjatuhkan bolanya ke bunker kanan dan kiri green.

Tahun lalu, hole ini menjadi hole tersulit keempat di 3 putaran pertama, dan rata-rata pegolf membutuhkan dua putt per GIRnya. Hole penentuan yang luar biasa bukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here