first tee Ryder Cup 2018
Tee pertama Ryder Cup 2018 / The Spokesman-Review

AGolf.xyz – Ryder Cup 2018 berakhir dengan 17,5-10,5 untuk kemenangan Tim Eropa. Penempatan brilian Kapten Thomas Bjorn, menghasilkan 6 poin dari 7 partai single terakhir dengan skor 7,5-4,5. Daripada melihat kembali skor akhir yang terlalu menyedihkan bagi fans Amerika, berikut adalah 7 hal yang dikenang dari Ryder Cup 2018.

  1. Big guns ‘lupa’ mengisi pelurunya

Kelima pegolf terbaik Amerika, yang seluruhnya Top-10 dunia, secara kolektif tampil buruk 10-15-1. No.1 dunia Dustin Johnson harus menderita 4 kekalahan, dengan sumbangan satu poin dari fourball saja. Di partai single, ia untuk pertama kalinya menyerah kalah dari Ian Poulter 2up yang mencoreng 100 persen kemenangannya. Poulter di lain sisi, menjadi pegolf tanpa cela di single dengan 5-0-1.

Selain DJ, keempat pegolf lainnya saling mengumpulkan 4-1 (Justin Thomas), 1-2-1 (Brooks Koepka), 0-3 (Bryson DeChambeau), 1-3 (Rickie Fowler) dan 3-2 (Jordan Spieth).

  1. Tiger Woods capek
Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Gelar ke-80 yang didapat Woods di TOUR Championship, tampaknya berpengaruh besar pada penampilannya di Ryder Cup. Alih-alih tampil bagus, Woods terlihat capek, secara fisik dan emosional. Ia tak bertenaga dengan kalah di 4 partai yang dipercayakan kepadanya.

Jika dirunut ke belakang, capeknya Woods terlihat masuk akal. Ia bermain dua turnamen beruntun di WGC-Bridgestone dan PGA Championship, untuk memastikan tempatnya di keempat FedExCup Playoffs. Beristirahat sepekan, Woods sudah tancap gas dengan bermain 3 pekan beruntun Playoffs lalu TOUR Championship pekan lalu.

Kalah di 4 partai, Woods mencatat penampilan terburuknya dari 8 Ryder Cup. “Mungkin karena terlalu banyak turnamen yang saya ikuti, saya menjadi kelelahan. Untuk ke depannya, saya perlu berdiskusi dan mempertimbangkan pola latihan dan prioritas turnamen untuk musim depan,” kata Woods, dilansir Ryder Cup.

Woods telah bermain 18 turnamen plus Ryder Cup selama 2018 ini, rekor pasca operasi yang menyamai tahun 2012. Tahun depan, Presidents Cup akan dimainkan sebulan pasca FedExCup Playoffs di Royal Melbourne, Australia. Secara waktu, Woods bisa menyiapkan dirinya dengan baik, dan juga mengatur strategi mengingat dia terpilih sebagai Kapten.

  1. Ryder Cup Terakhir Phil?

Secara usia, ini mungkin saja Ryder Cup terakhir di luar Amerika. Melihat usianya yang setengah abad 2020 nanti, Phil bisa saja menjadi pegolf tertua ketiga setelah Raymond Floyd dan Jay Haas dengan usia serupa, jika dapat tampil di Whistling Straits, Wisconsin. Tetapi tidak ada jaminan ia akan terbang ke Italia, di Marco Simone Golf and Country Club sebagai tuan rumah Ryder Cup 2022.

Memainkan rekor partai single ke-12 melawan Francesco Molinari, Phil menyalami lawannya setelah teenya masuk air di hole 16. Kekalahan ini menandai rekor terburuk 22 kekalahan sepanjang 12 Ryder Cup.

“Cukup satu kalimat. Saya bermain jelek sekali pekan ini. Padahal, ini mungkin saja Ryder Cup terakhir saya,” kata Phil. “Tetapi, jika harus mengakhiri karier Ryder Cup dengan kekalahan seperti ini, saya lebih ingin mencoba sekali lagi di Wisconsin 2020 nanti. Saya akan membayar permainan buruk saya di sana.”

  1. Francesco Machinery

Molinari terdaftar sebagai 12 pegolf di Tim Eropa dengan rekor 0-4-2 dari dua Ryder Cup. Sejak memiliki Claret Jug, trofi ini cukup efektif membangkitkan kepercayaan dirinya untuk menyumbangkan lebih banyak poin kali ini. Tak tanggung-tanggung, 4 kemenangan diberikan Molinari bersama Tommy Fleetwood, atau MoliWood.

Di single, Molinari menjadi pegolf Eropa pertama dengan 5-0 mengalahkan Phil Mickelson 4&2. “Namanya bukan Molinari lagi, dia sekarang Machinery, seperti mesin (red. machine),” pendapat Sergio Garcia.

“Saya pernah merasakan dua trofi Ryder Cup 2010 dan 2012, tapi saya bermain sangat, sangat buruk saat itu. Hanya 0,5 poin di masing-masing Ryder Cup. Untunglah, saya semakin percaya diri dengan gelar the Open dan terima kasih atas kepercayaan yang Kapten berikan kepada saya, kepada kami. Ryder Cup terbaik buat saya,” komentar Machinery.

  1. Hole 18 Le Golf National menyeramkan

Memiliki panjang 471 yards, hole pamungkas ini memiliki faiway yang sempit dengan air di kiri dan bunker dalam di sisi kanan. Dengan ribuan fans menyaksikan di amphitheater dengan pandangan di green 15, 16, dan 18, hole ini sangatlah sempurna sebagai penentu sebuah partai.

Sebelum 12 partai single, hanya dua partai saja yang diselesaikan di hole ini. Tepatnya di fourball pembuka, yang seluruhnya dimenangi Amerika. Namun saat final, empat partai single harus ditentukan di hole terakhir yang kali ini dimenangi Tim Eropa 2,5-1,5.

Thomas menang 1-up dari Rory, Ian Poulter membuat birdie di hole terakhir untuk 2-up dari Dustin Johnson, dan Alex Noren menghindari halved dengan birdie putt panjang untuk 1-up dari Bryson DeChambeau.

Hanya 6 partai di hole 18, menjadikan pekan ini sebagai yang paling sedikit sejak Amerika vs Tim Eropa dimulai di Ryder Cup 1979. Kala itu, sebanyak 7 partai ditentukan di hole 18 di Greenbrier 1979 dan dua tahun lalu, 10 partai harus dimainkan hingga hole 18 di Hazeltine.

  1. Captain’s Pick Paling Produktif

Masing-masing Kapten diwajibkan untuk memilih 4 pegolf terbaik versinya di Ryder Cup. Kapten Eropa, Thomas Bjorn pun memilih Paul Casey, Sergio Garcia, Ian Poulter, dan Henrik Stenson berkaca pada pengalaman mereka di Ryder Cup. Hasilnya rekor! 9-4-1 atau 9,5 poin menjadi rekor baru Captain’s Pick.

Paul Casey (1-1-1), Sergio Garcia (3-1), Ian Poulter (2-2), dan Henrik Stenson (3-0) jauh lebih baik dibanding Jim Furyk, yang memasukkan Woods, Phil, DeChambeau, dan Tony Finau. Hanya Finau yang berhasil mendulang dua poin, dan lainnya ambruk termasuk saat single. 2-10 untuk Furyk.

Finau lah yang cukup memasang badan atas pilihan Kapten dengan mengalahkan Tommy Fleetwood 6&4. Enam birdie dan bogey di 14 hole, menjadi skor terbesar Ryder Cup 2018.

“Tidak ada tekanan menurut saya, seperti turnamen biasanya saja. Mungkin saya lebih baik mengontrol gugup saya di sini, dan ini pembuktian saya kepada Kapten yang telah memercayakan saya di tim Amerika,” komentar Finau.

  1. Keuntungan venue

Sebagai tuan rumah, Tim Eropa bisa melakukan hal yang menguntungkannya. Itu wajar. Dan Le Golf National yang dipilih, memang menjadi milik Tim Eropa selama tiga hari. Fairway yang sempit dan green yang lebih lambat dari turnamen PGA Tour, membuat pegolf Eropa yang sudah terbiasa dengan dua hal ini tampil impresif.

Apalagi dengan hadirnya dua juara French Open di lapangan ini. Tommy Fleetwood dan Alex Noren sangat membantu rekan-rekannya mendulang banyak poin, seperti juga Molinari yang punya tiga runner-up di French Open.

Justin Thomas yang didapuk sebagai pegolf terbaik Amerika sepanjang Ryder Cup 2018, ternyata punya pengetahuan lebih baik di lapangan ini. Finis T.8 Juli lalu, pengalamannya di sana sayangnya tidak dibagikan kepada rekan-rekannya, karena hanya Thomas saja perwakilan tim Amerika di French Open. Beberapa anggota tim lain sempat berkunjung ke lapangan ini sebelum the Open, tetapi merasakan langsung turnamen French Open daripada hanya satu putaran atau sekedar berkunjung jauh berbeda bukan.

“Eropa diuntungkan dengan Le Golf National, karena mereka sering bermain French Open. Mereka betul-betul tahu medan pertarungan. Selamat atas kemenangannya,” tutur Furyk.

Untuk Ryder Cup 2022, Amerika sepertinya punya kesempatan untuk memenangkan Ryder Cup pertama mereka di Eropa. Pasalnya, Marco Simone Golf Club di utara Roma sedang direnovasi untuk Italian Open 2019. Namun jika molor, lapangan lainnya bisa saja menggantikan Marco Simone dan itu berarti, Tim Eropa hanya memiliki dua hingga tiga kesempatan saja untuk mencicipi turnamen Italian Open.