AGolf.xyz- Di mata dunia Indonesia dikenal dengan berbagai keindahan alam, budaya dan flora fauna. Banyak hal menarik menanti jika berkunjung ke Indonesia, salah satunya adalah beberapa desa unik ini. Meski perkembangan zaman sudah canggih, masih ada beberapa desa tradisional yang menjaga warisan leluhurnya dan membuatnya berbeda dari desa kebanyakan. Berikut ini adalah 8 desa unik yang hanya dapat Anda temui di Indonesia.

1. Desa Ratenggaro – Sumba

Desa Ratenggaro yang berada di Sumba ini masih menjaga budaya dari nenek moyang. Di desa ini Anda akan menjumpai bangunan-bangunan desa yanng unik, mulai sari kuburan batu dan berbagai monumen-monumen yang merupakan warisan budaya prasejarah.

2. Desa Siompu – Sulawesi Tenggara

View this post on Instagram

Siapa Sangka, Ternyata di Indonesia Terdapat Masyarakat Bermata Biru Di Pulau Ini . . Ternyata di Indonesia terdapat rumpun yang memiliki ciri khas berupa mata yang biru layaknya ras kaukasian. Hal tersebut terungkap ketika La Ode Yusrie yang menceritakan pengalamannya pada Kendari Pos saat bertemu dengan seorang pedagang dari Pulau Siompu, Sulawesi Tenggara bernama Umar. . . Siompu merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Buton Selatan. Pulau tersebut dapat dicapai sekitar 40 menit dengan perahu cepat dari Pelabuhan Topa, Kota Baubau. Di pulau ini terdapat masyarakat bermata biru yang tinggal di pegunungan di Desa Kaimbulawa yang jauh dari pusat kecamatan Siompu Timur. Yusrie menganggap bahwa masyarakat bermata biru tersebut unik sebab tidak banyak ditemukan ras mata biru di Indonesia. . . Gambar : I La Yusris #Indonesia #GoodNews #news #beritabaik #indonesiaunik #bermatabiru #blueeyes #sulawesi #sulawesitenggara #siompu #kecantikanindonesia #GoodNewsFromIndonesia #GNFI

A post shared by Good News From Indonesia (@gnfi) on

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Sebagian besar penduduk Indonesia memiliki kulit coklat dan mata coklat atau hitam. Namun berbeda dengan desa Siompu yang keseluruhan penduduknya memiliki warna mata biru terang seperti orang Eropa. Tidak hanya mata saja, penduduk sini juga memiliki rambut pirang, hal ini karena pada masa dulu masyarakat sini menikah dengan orang-orang Portugis.

3. Desa Penglipuran – Bali

Ke Bali belum lengkap rasanya jika belum mengunjungi desa Penglipuran. Desa Penglipuran ini masih kental dengan adat Bali dan luar biasa bersih, sejauh mata memandang hampir tak terlihat sampah. Bahkan desa ini telah mendapat berbagai penghargaan.

4. Desa Baduy – Banten

Seperti namanya desa Baduy dihuni oleh suku Baduy yang ada di Banten. Desa ini memiliki keunikan tersendiri dengan sebagian bangunan masih menggunakan bambu, tanpa listrik dan penduduk berbicara dengan bahasa Sunda.

5. Desa Bone – Sulawesi Selatan

View this post on Instagram

?? #bone #sulsel #desabone #traveling

A post shared by Andi Lury Navira (@lurynavira) on

Hampir di setiap beluk kehidupan masyarakat Indonesia tak asing dengan rokok, banyak orang meninggal akibat rokok. Hal itulah yang menjadikan desa Bone berbeda dengan desa lainnya, desa ini bebas asap rokok. Lebih dari satu dekade yang lalu masyarakat desa ini menerapkan aturan ini agar meningkatkan taraf hidup masyarakat.

6. Desa Sade – Lombok Tengah, NTB

View this post on Instagram

#DesaSadeLombok

A post shared by M.Rizki Firmansyah (@desmuun) on

Desa Sade hampir mirip dengan Desa Baduy, yakni desa ini dihuni oleh suku Sasak “Sade” yang masih menjaga tradisi dan adat budaya suku Sasak hingga saat ini. Hal tersebut dapat dilihat dari bangunan rumah, adat istiadat dan budaya. Kini desa ini telah menjadi desa wisata dan banyak warga yang beralih pekerjaan menjadi pemandu wisata.

7. Desa Ke’te Kesu Toraja – Sulawesi Selatan

Salah satu desa yang ada di Tana Toraja ini terbilang cukup unik, selain dari bangunan rumah adat Tongkongan desa ini terletak di lereng gunung batu atau gunung kapur. Selain itu keseluruhan dari desa ini hampir tertutup dengan bebatuan.

8. Desa Wae Rebo – Flores, NTT

Desa Wae Rebo yang ada di kabupaten Manggarai Barat ini terletak di balik lembah dengan rumah tradisional Mbaru Niang Bundar. Rumah ini berbentuk kerucut dan terbuat dari alang-alang yang terletak rapi membentuk lingkaran. Penduduk setempat percaya jika lingkaran merupakan simbol perdamaian.