Logo Olimpiade Tokyo 2020 / pixelz.cc
Logo Olimpiade Tokyo 2020 / pixelz.cc

AGolf.xyz – Hanya dalam tiga minggu, Jepang telah menuanrumahi dua turnamen penting pria dan wanita. Dari PGA Tour, kunjungan pertama ke Jepang itu dimenangi Tiger Woods saat merengkuh ZOZO Championship akhir Oktober. Sedangkan hari Minggu (10/11) ini, LPGA tengah menanti siapa pemenang TOTO Japan Classic 2019.

Bagi Jepang, kedua turnamen ini menjadi persiapan panjang menuju Olimpiade Tokyo 2020 yang segera berlangsung Agustus tahun depan. Dalam 9 bulan ke depan, golf kembali terpilih sebagai salah satu program Olimpiade sejak dikembalikan ke Rio de Janeiro 2016. Itu merupakan kali pertama golf ada di Olimpiade sejak Paris 1900 dan St. Louis 1904 satu abad sebelumnya.

Di edisi kedua pada era milenium, Jepang memilih Kasumigaseki Country Club sebagai tuan rumah golf untuk pegolf pria maupun wanitanya. Tidak seperti 2016 di Rio, Jepang jauh lebih siap.

Membandingkan Rio de Janeiro Golf Course, desainer lapangan kala itu Gil Hanse mengebut pengerjaan lapangan hingga Desember 2015. Untuk mengetahui kelayakan lapangan, tes even baru diadakan sekitar bulan Maret 2016 atau lima bulan sebelum helatan Olimpiade berlangsung.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Saat kami di Rio, lapangan itu masih virgin dan tidak ada beberapa peralatan penting yang biasanya ada di turnamen besar. Bahkan, penghitungan yardage saja belum dipasang,” ucap Chief Championships Officer di PGA of America, Kerry Haigh kepada LPGA. Haigh merupakan sosok penting dalam kesiapan golf di Olimpiade bersama David Garner dari European Tour dan Heather Daly-Donofrio dari LPGA.

“Sekarang ini di Jepang, kami senang lapangannya sudah ada dan dipersiapkan dengan baik,” tutur Haigh.

Meskipun bekerja dalam kondisi terpepet, Haigh dan Federasi Golf Internasional (IGF) senang melihat hasil akhir Olimpiade. Justin Rose menjadi peraih emas dengan skor total 16-under par, dan Inbee Park mengalungkan emas wanita.

Kasumigaseki Country Club
Kasumigaseki Country Club yang menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020 / kasumigasekicc.or.jp
Kasumigaseki Country Club yang menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020 / kasumigasekicc.or.jp

Lapangan Kasumigaseki akan dibuat sebaik mungkin untuk Olimpiade Tokyo 2020 nanti. Hal ini ditujukan untuk mengetahui siapa pegolf yang layak menerima kalungan medali emas dan menyanyikan lagu kebangsaannya di podium tertinggi. Turnamen pria akan lebih dulu dimainkan antara 30 Juli-2 Agustus, disusul wanitanya pada 5-8 Agustus 2020.

“Pegolf wanita akan memainkan lapangan yang lebih pendek. Tetapi, kami menyiapkan pukulan approach dengan stik yang kurang lebih sama seperti para pria,” jelas Daly-Donofrio. “Kami menyiapkan lapangan terbaik untuk pegolf terbaik pria dan wanita.”

Kasumigaseki telah dikenal selama puluhan tahun. Berdiri sejak 1929, lapangan ini direnovasi pada 2016 oleh Tom Fazio yang memperpanjang lapangan menjadi 7.400-an yards. Untuk kepentingan Olimpiade, lapangan ini rencananya akan ditutup mulai bulan April sehingga saat digunakan akan dalam kondisi terbaiknya.

“Dari sepengatahuan saya dengan turnamen mayor, penutupan ini jauh lebih panjang daripada satu atau dua pekan yang biasanya dipilih turnamen mayor tahunan LPGA. Kami melihat ini sebagai antusiasme tuan rumah untuk menyambut para Olimpian (atlet Olimpiade),” tutur Daly-Donofrio.

Tes Even

Pada bulan Agustus lalu, tepat satu tahun sebelum Olimpiade, Japan Junior Golf Championship memercayakan lapangan Kasumigaseki sebagai tuan rumah. Itu merupakan ajang terakhir yang bertujuan untuk lebih mengenal karakteristik lapangan selama Agustus. Cuaca, grass, dukungan relawan, hingga lokasi darurat dibangun persis seperti rencana awal Olimpiade.

“Kami puas dengan hasil tes even itu,” ujar Haigh. “Kami terus mengevaluasi untuk semakin memperjelas akan seperti apa Olimpiade golf nantinya.”

Salah satu yang dipersiapkan ialah tantangan cuaca. Setiap bulan Agustus, Jepang sedang panas-panasnya hingga 31 Celsius dengan kelembaban tinggi. Dari kondisi itu, Jepang bahkan merencakan pemindahan lari marathon ke area Sapporo yang terletak di utara Jepang.

“Saya merasa pegolf wanita sudah biasa dengan cuaca panas. Kami sering mengunjungi Asia mulai dari Australia, Singapura, dan Thailand. Cuacanya tidak terlalu berbeda, dan saya yakin pegolf kami tetap bisa berkompetisi dengan kondisi cuaca seperti itu,” tandas Daly-Donofrio.

Tetapi jika tidak, IGF Medical Commission tetap menyiapkan kemungkinan terburuk yang mungkin menimpa pemain atau bahkan para penontonnya.

Olimpiade Tokyo 2020

IGF memberikan maksimum dua tiket kepada setiap negara, untuk mengisi 60 pegolf pada akhir kualifikasi bulan Juni 2020 nanti. Pegolf Portugal Ricardo Santos saat ini menempati peringkat 60 di daftar kualifikasi Olimpiade dengan ranking 238 dunia. Sedangkan dari field wanita, Kelly Tan dari Malaysia sedang menempati No.414 dunia.