AGolf.xyz – Dua kali memenangi gelar LPGA Tour secara tak biasa, alias melalui turnamen mayor, In Gee Chun akhirnya punya gelar LPGA Tour juga dari turnamen normal. Tepatnya di KEB Hana Bank Championship, Minggu (14/10/2018), pegolf asal Seoul ini meraih kemenangan LPGA Tour ketiganya di negara sendiri.

Baca Juga: In Gee Chun Raih Gelar Ketiga

Sebelumnya, Chun merupakan satu-satunya pegolf setelah panutan negaranya sendiri, Se Ri Pak dari Korea, yang memiliki dua gelar mayor sebagai dua gelar pert ama LPGA Tour. Pak pada tahun 1998, menjadi inspirasi anak gadis di Korea dengan dua gelar mayor di McDonald Womenโ€™s PGA Championship dan US Womenโ€™s Open, yang berbeda dua bulan saja.

Perjalanan In Gee Chun

Chun lahir di Seoul, Korea pada 10 Agustus 1995. Ia mengenal golf sejak usia 11 tahun oleh ayahnya yang membawanya ke driving range. Sang ayah yang memiliki bisnis toko kelontong, meminta Chun melakukan sebuah pukulan, yang sayangnya begitu jelek pada awalnya. Ditertawakan rekan sang ayah yang melihatnya, Chun termotivasi untuk melakukan latihan seharian untuk menuntaskan rasa penasarannya akan olahraga golf ini.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Selanjutnya, Chun cukup beruntung lahir setelah masa Se Ri Pak. Legenda Korea itu, menjadi sebab lahirnya LPGA of Korea Tour pada 2005 dan semakin hype mulai 2008 dengan 26 turnamen satu musimnya.

Pada 2011 saat dirinya berusia 17 tahun, Chun mengambil alih pimpinan dari So Yeon Ryu di putaran ketiga mayor KLPGA, Hite Cup. Sayangnya, triple-bogey di beberapa hole terakhir menyingkirkan peluangnya sebagai kandidat juara mayor. Chun yang masih amatir, menyerahkan gelar ini kepada Kim Ha Neul.

Kondisi keluarga yang tertekan karena finansial setelah tokonya tak berjalan baik dan ibunya cedera kaki hingga keluar dari restoran tempatnya bekerja, Chun pun bergegas mengganti status profesional sejak tahun 2012. Ia pun memutuskan bergabung dengan KLPGA sebagai rookie pada 2013, dan didukung dengan cerita keluarganya terpuruk, Chun menunjukkan permainan terbaiknya dengan bertarung ketat bersama Hyo Joo Kim. Kim punya dua gelar sebagai anggota KLPGA, dan memiliki peluang besar menggenggam status Rookie Terbaik.

Namun, ancaman datang dari Chun di musim semi saat masuk ke final Doosan Match Play. Sayangnya, ia kalah di final dari Ha Na Jang yang kemudian meraih Pemain Terbaik 2013. Pada Juni, berpasangan dengan Jang di flight terakhir, Chun meraih gelar profesional pertamanya di Kia Motors Korea Womenโ€™s Open, sebagai turnamen mayor KLPGA.

Nyaris memenangi gelar mayor KLPGA kedua di KLPGA Championship, dan finis kedua di dua turnamen KLPGA lain dari Jang, Chun harus merelakan Rookie Terbaik diberikan kepada Joo Kim karena cedera di musim gugur.

Secara keseluruhan, musim pertamanya sangat indah. Tidak pernah Miss CUT dengan finis tertinggi T.33, Chun memiliki 9 Top-10, finis ketiga di Money List, kedua di Rookie Terbaik, kelima di skor rata-rata, dan kelima juga di Pemain Terbaik.

Dumbo

View this post on Instagram

๋Œ€๋ถ€๋ถ„์˜ ์‚ฌ๋žŒ๋“ค์ด ๊ณจํ”„๋Š” ๊ฐœ์ธ์ข…๋ชฉ ์Šคํฌ์ธ ๋ผ๊ณ  ํ•˜์ง€๋งŒ ์ €๋Š” ํŒ€ ์Šคํฌ์ธ ๋ผ๊ณ  ์ƒ๊ฐํ•ฉ๋‹ˆ๋‹ค. ์ €์˜ ์ฝ”์น˜๋‹˜, ์บ๋””, ๋งค๋‹ˆ์ €, ๊ฐ€์กฑ ๊ทธ๋ฆฌ๊ณ  ์ œ๊ฐ€ ํ•œ ํŒ€์ด ๋˜์–ด ์‹œํ•ฉ์„ ์ค€๋น„ํ•˜๊ณ  ์น˜๋ฆ…๋‹ˆ๋‹ค. ํŠนํžˆ ์ด๋ฒˆ ๋Œ€ํšŒ๋Š” ์ €์˜ ํŒ€์ด ํ•จ๊ป˜ ํ•ด์ฃผ์—ˆ๊ธฐ์— ๋ถ€์ƒ ํ›„ ์•ฝ ํ•œ๋‹ฌ์—ฌ๊ฐ„์˜ ๊ณต๋ฐฑ ํ›„์—๋„ ์ข‹์€ ์„ฑ์ ์œผ๋กœ ๋งˆ๋ฌด๋ฆฌ ํ•  ์ˆ˜ ์žˆ์—ˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค. ์•ž์œผ๋กœ๋„ ๊ฐ์‚ฌํ•˜๊ณ  ๋˜ ๊ฐ์‚ฌํ•œ ๋งˆ์Œ์œผ๋กœ ๋”์šฑ ํ™”์ดํŒ… ํ•˜๊ฒ ์Šต๋‹ˆ๋‹ค!

A post shared by In Gee Chun ์ „์ธ์ง€ (@ingeechun_dumbo) on

Chun punya panggilan yang unik, “Dumbo”, sebuah karakter gajah di serial Disney. Dalam perbincangan bersama ESPN, penggilan ini karena Chun punya pendengarkan seperti gajah. “Jika seseorang membuka botol 20 yards jauhnya, dia bakal mendengarmu. Dia bahkan bisa mendengar bisik-bisik di belakangnya,” kata sang caddie, Herden.

Chun yang mendapat panggilan ini, mengaku senang bahkan menaruh nama itu di Instagram, Twitter, hingga di tas golfnya sendiri. “Semua orang memanggil saya Dumbo, dan saat bermain di Amerika sini, banyak yang menyemangati saya dengan, ‘ayo Dumbo’. Itu membuat saya semakin menikmati setiap turnamen golf.”

Rekor Tak Wajar

Kembali ke turnamen kompetitif pada 2014, tiga gelar berhasil ia gaet di musim keduanya di KLPGA. Saat turun di KBE Hana Bank Championship antara KLPGA dan LPGA, Chun bergabung bersama Baek Kyu-jung dan Brittany Lincicome di Playoff. Sayangnya, pukulan yang masuk air membuat Chun menyaksikan satu-satunya gelar LPGA Tour yang dibuat Kyu-jung dengan birdie.

Pada 2015, gelar itu semakin gila.

Lima gelar menjadi miliknya termasuk dua gelar mayor KLPGA, Hite Jiro Championship dan KB Financial Star Championship. Mencicipi JLPGA di Jepang, Chun juga meraih dua gelar dan seluruhnya mayor Jepang, World Ladies Championship Salonpas Cup dan Japan Womenโ€™s Golf Championship. Tak ketinggalan, di LPGA Tour ia juga meraih gelar pertama melalui mayor di US Womenโ€™s Open.

Rekor ini menjadikan Chun, sebagai satu-satunya golfer dengan gelar mayor di tiga tur berbeda dalam satu tahun kalender. Atas prestasinya itu juga, Chun tertantang untuk menjajal LPGA Tour pada tahun 2016.

 

Chun di LPGA Tour

Empat turnamen pertamanya, COATES Golf Championship, Honda LPGA Thailand, ANA Inspiration, dan LOTTE Championship semuanya tidak lebih dari Top-3. Tiga Top-10 dan satu Miss CUT di US Womenโ€™s Open, menjadi perjalanannya sebelum Olimpiade Rio 2016. Menyambut kembalinya golf ke Olimpiade setelah ratusan tahun, Chun finis T.13 untuk kemudian memenangi gelar mayor keduanya di Evian Championship sebulan berselang.

Rekor 21-under par merupakan skor terendah yang pernah dibuat seorang pemenang mayor, melebihi 20-under par milik Jason Day dan Henrik Stenson di turnamen mayor pria.

Di sisa musim, Chun mencetak rekor pertama setelah Nancy Lopez yang mampu menyapu gelar Rookie Terbaik dan Vare Trophy (skor rata-rata) di musim yang sama. Di turnamen penutup musim CME Group Tour Championship, Ko yang unggul Vare Trophy 0,001 strokes di hole terakhir, hanya membuat par sedangkan Chun dengan birdienya memiliki rata-rata 69,583 strokes.

The 13th

Sayangnya, prestasinya sedikit melempem sepanjang musim 2017. Entah karena angka sial 13 yang didapat saat memenangi Evian Championship, atau memang dia lagi apes saja. Selama musim 2017, Chun punya 10 Top-10 dengan 5 runner-up dan 2 peringkat ketiga. Runner-up-nya itu kembali terjadi di Playoff saat kalah dari Ariya Jutanugarn dan Lexi Thompson di Manulife LPGA Classic.

Namun, ia tetap punya cengkeraman kuat No.5 dunia di akhir tahun 2017, dengan rekor skor rata-rata tertinggi ketiga dengan 69,41 strokes.

View this post on Instagram

์ผ์‹œ: 10์›” 14์ผ ํ‹ฐ์˜คํ”„: 10์‹œ 14๋ถ„ ์šฐ๋ฆฌ๋‚˜๋ผ์—์„œ ํ”„๋กœ๋Œ€ํšŒ ์šฐ์Šน: 10์Šน ์ด ์ปค๋ฆฌ์–ด ํ”„๋กœ๋Œ€ํšŒ ์šฐ์Šน: 14 Date: 10/14 Tee-off: 10:14 am Total Professional Wins on the Korean land: 10, Total Career Professional Wins:14 ์ด๋ฒˆ ์ฃผ ์ „๊นŒ์ง€ ํ”„๋กœ๋Œ€ํšŒ์—์„œ 13๋ฒˆ ์šฐ์Šนํ–ˆ์—ˆ์–ด์š”. ์ด์ œ 13๊ณผ ๊ฒฐ๋ณ„ํ•ด์„œ ๋„ˆ๋ฌด ๊ธฐ์ฉ๋‹ˆ๋‹ค! 13.. ๋„ˆ ์ •๋ง ๋ฏธ์› ์—ˆ์–ด~๐Ÿ˜‚ Before this week, I won 13 times on professional tournaments. I am glad that I am finally done with the number 13. I hate that number.๐Ÿ˜… @lpga_tour #์šฐ์Šน #kebhanabank #์Šค์นด์ด72 #14 #10

A post shared by In Gee Chun ์ „์ธ์ง€ (@ingeechun_dumbo) on

Memulai musim 2018, prestasi Chun terbilang medioker dibanding musim-musim sebelumnya. Hanya 3 Top-10 dari 17 turnamen, Chun harus mundur dari LOTTE Championship di akhir putaran pertama karena sakit. Di Kingmill Championship Mei lalu, Chun memperpanjang rekor kekalahan Playoff, kali ini dari Ariya Jutanugarn dan Nasa Hataoka.

Punya satu CUT dan menempati peringkat tertinggi T.15 dalam 4 bulan terakhir, Chun akhirnya memenangi gelar pertama secara normal di KEB Hana Bank Championship, setelah mengantarkan tim Korea memenangi UL International Crown pertama dengan sumbangan 100 persen poin dari 5 partai.

โ€œAkhirnya bisa lepas juga dari gelar ke-13,โ€ ucap Chun, lega.

What Next?

Kemenangan pertama Chun di turnamen normal, membuka peluangnya untuk mengikuti jejak Se Ri Pak yang telah memiliki 25 gelar LPGA Tour dengan 5 mayor. Jika Chun betah selama satu dekade ke depan untuk terus bertarung di LPGA Tour, mungkin saja ia dapat menyamai karier Pak yang menyapu gelar terakhirnya pada musim ke-13. Begitu juga penghargaan World Golf Hall of Fame, karena Rookie Terbaik dan Vare Trophy sudah dimiliki Chun untuk berada di satu trek dengan legenda Korea itu.

Infografis In Gee Chun dari Korea Selatan atas kemenangannya di KEB Hana Bank Championship 2018 / AGolf Design.