AGolf.xyz– Alphabet Inc, induk perusahaan Google dikabarkan akan menutup jejaring sosialnya yang bernama Google+ atau Google Plus. Keputusan ini diambil karena adanya kebocoran ratusan ribu data pribadi penggunanya.

Rencana penutupan Google+ ini diumumkan Google melalui blog.google.com pada Senin (8/10). Namun dalam pernyataan resmi Google tersebut tidak diungkap mengapa perusahaan mesin pencari raksasa ini baru mengklarifikasi soal kebocoran data pada Oktober.

Dilansir dari Reuters.com, Jumat (12/10), penyebabnya selain interaksi pengguna Google+ yang sangat minim, ada kebocoran data pengguna yang berasal dari sebuah bug API di dalam platform, yang dapat memberi akses kepada pengembang aplikasi pihak ketiga untuk mengakses profil dan data pribadi pengguna Google+.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Ada lebih dari 500.000 pengguna yang terkena imbas dari kebocoran ini, walaupun pengguna Google+ sudah mensetting datanya tetap di privat. Setidaknya ada 438 apliaksi eksternal, seperti games dan kuis online yang menerma kebocoran ini. Belum ada kabar terbaru apakah kartu kredit atau bank juga ikut bocor, tetapi hal tersebut sudah pasti membuat penggunanya menjadi resah.

Google sebenarnya telah mengetahui isu ini sejak Maret kemarin, namun Google belum mengungkapnya kepada publik hingga Senin, 8 Oktober 2018 malam lalu.

Google juga nantinya akan merombak izin akun untuk memungkinkan pengguna dapat memilih data yang ingin dibagikan kepada aplikasi pihak ketiga. Google juga akan membatasi kemampuan aplikasi pihak ketiga untuk dapat mengakses data penggunanya.

Menurut Google, Google+ lebih cocok digunakan sebagai jaringan sosial internal untuk perusahaan, daripada untuk perorangan. Sehingga Google mungkin akan tetap melanjutkan produknya hanya untuk pengguna bisnis atau Enterprise. Produk Google+ Enterprise terbaru akan diumumkan oleh Google di masa mendatang.

View this post on Instagram

Google is shutting down Google+ as a social network, effective August 31, 2019. ??‍♂️ . Google made the announcement on October 8, the outlining that the data of a half million users was exposed. . It was reportedly published by Wall Street Journal that Google knew about the security issue back in March 2018, but elected not to disclose it to users. Within hours of the story, Google came out with an announcement acknowledging the issue, but defending its actions.  In the same announcement it said it was closing Google+ down in 10 months’ time. . So if you have built a following or community on your Google+ account make sure you inform them to connect with you on other platforms. #googleplus #hackingnews #technew #lagos #nigeria #entrepreneur #nigerianbusiness #nigeriannews #latesttrends #socialmedia #socialmediamarketing #новости #одесса #україна #вебсайт #instablog9ja #naijanews

A post shared by ?? Get Free Biz Card Template (@adedolatechsrvc) on

Dalam rangka penutupan Google+ ini, Google memberi waktu 10 bulan bagi penggunanya untuk memindahkan data-data yang dibutuhkan dan tersimpan di Google+, sebelum media sosial ini benar-benar tutup pada Agustus 2019.