sepeda-amsterdam

AGolf.xyz- Amsterdam yang menderita karena overtourism berusaha membatasi kunjungan turis dengan mengeluarkan aturan-aturan baru. Salah satunya adalah membatasi tur rombongan ke daerah Red Light District, yang selama ini terkenal sebagai salah satu destinasi wisata di Amsterdam. Aturan ini akan mulai berlaku 1 April mendatang.

Tur hanya akan diizinkan antara jam 8 pagi dan 10 malam. Kelompok-kelompok ini pada umumnya tidak akan diizinkan untuk berhenti di depan pintu masuk gedung, di jembatan sempit, atau di tempat-tempat sibuk lainnya. Aturan ini juga melarang penggunaan speaker, alkohol dan penggunaan narkoba.

Aturan baru ini mengharuskan semua pemandu wisata pusat kota dilisensikan, dan grup wisata dibatasi hingga 15 orang. Pemandu tidak lagi diizinkan untuk mencari turis di jalan.

Pemandu wisata yang didenda tiga kali akan menghadapi penangguhan izin mereka. Pelanggaran keempat berarti pemandu akan segera kehilangan izinnya. Tidak ada denda yang akan dikeluarkan selama masa transisi hingga aturan itu berlaku pada 1 April 2020.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Pihak berwenang akan mengeluarkan denda 190 euro untuk tur yang tidak memiliki izin yang sesuai, atau karena melanggar peraturan. Pelanggaran ketiga dapat menyebabkan pemandu, atau majikan mereka, menghadapi denda mulai dari 2.500 hingga 7.500 euro.

Walikota dan anggota dewan kota mengklaim sekitar 115 grup wisata melewati Red Light District di lingkungan De Wallen, setiap hari. Mereka menambahkan bahwa kota itu menugaskan penelitian tentang gangguan yang disebabkan oleh tur, yang mengatakan sekitar setengah dari penduduk dan bisnis terganggu oleh wisata.

“Tidak sopan memperlakukan pekerja seks sebagai daya tarik wisata, oleh karena itu tur di De Wallen akan dilarang,” kata Victor Everhardt, anggota dewan yang bertanggung jawab atas portofolio urusan ekonomi kota dilansir dari NL Times, Rabu (19/2). “Tur di luar Red Light District masih akan diizinkan, tetapi hanya jika pemandu dan peserta wisata mematuhi aturan baru yang lebih ketat. ”

Larangan kelompok tur komersial juga diperluas untuk mencakup area lain di mana pekerjaan seks berbasis jendela diizinkan, termasuk daerah di sekitar Spuistraat di pusat kota, dan di sepanjang Ruysdaelkade di Amsterdam Zuid.

Aturan lain yang juga tengah dipertimbangkan adalah pelarangan turis ke kafe ganja. Aturan ini dipertimbangkan setelah hasil survey mengungkap bahwa 57% responden mengatakan kedai kopi yang menjual ganja adalah alasan penting mengapa mereka datang ke Amsterdam.

Sementara itu, 34% mengindikasikan mereka lebih jarang datang ke Amsterdam jika mereka tidak dapat mengunjungi kedai kopi, dan 11% mengatakan mereka tidak akan datang sama sekali.