Annika Sorenstam dan ANNIKA Foundation Menggelar Edisi Perdana ANNIKA Invitational Australasia di Selandia Baru/Sumber: LPGA.com

AGolf.xyz – Nama Annika Sorenstam begitu melegenda di dunia golf wanita. Sepanjang kariernya, pegolf yang akan berusia setengah abad pada 9 Oktober mendatang itu, telah mengantongi 72 gelar LPGA Tour sebagai catatan terbanyak ketiga dalam sejarah. Terdapat pula 17 gelar lain dari Ladies European Tour (7 gelar), ALPG Tour (4), LPGA of Japan Tour (2), dan tiga turnamen tak resmi.

Selama 15 musim di LPGA Tour, ia juga mengukir 8 penghargaan Pegolf Terbaik dan enam Vare Trophy. Dalam salah satu rekornya, Annika memiliki 12 musim dengan minimum tiga gelar atau lebih. Antara 2001-2002, Annika meraih 8 dan 11 gelar LGA Tour.

Dari dunia internasional, namanya disebut sebagai Atlet Wanita Terbaik versi Associated Press 2003, 2004, dan 2005. Di tahun tersebut, Serena Williams menjadi pesaing terdekatnya dengan dua US Open dan Wimbledon. Sedangkan, Maria Sharapova juga merebut medali emas di Olimpiade Athena.

Tetapi di balik rekor panjang yang dibuatnya itu, Annika lebih dikenal sebagai Mrs. 59 karena ia satu-satunya wanita yang menorehkan skor tersebut di LPGA Tour.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kembali ke Standard Register PING 2001 di Phoenix, Annika membukukan skor 59 itu pada putaran keduanya, 16 Maret.

Dalam cerita LPGA Tour, skor terendah dalam sejarah ini dihasilkan dari kombinasi kekuatan dan akurasi khas Ben Hogan. Chi Chi Rodriguez, pegolf Puerto Rico pertama di World Golf Hall of Fame bahkan pernah menyebut, Hogan selalu hit fairway dan green dari 72-hole saat bermain bersamanya.

“Saya telah menjadi caddie sejak 1979 dan belum pernah menemukan pegolf seakurat Annika saat membuat 59,” kata caddie Terry McNamara yang telah menemani Annika sejak 1999 hingga akhir kariernya.

“Itu hari Jumat dan saya sedikit terlambat mempersiapkan semuanya sebelum tiba di practice range,” kenang McNamara. “Saat di range, saya menyadari waktu persiapan yang kita miliki sangat sedikit. Annika juga baru memulai pemanasan dan dia mengalami kondisi yang sama seperti saya. Dia menyebut fokusnya berkurang, tetapi saat kita beralih ke area parkir setelah latihan, saya berseru kepadanya ‘ini hari yang penting, mari ke clubhouse dan berusaha yang terbaik’. Saat Annika pergi ke ruang loker, dia lalu berlatih sebentar di putting green, dan kita memainkan putaran kedua.”

“Saya terjebak macet sebelum putaran kedua,” cerita Annika. “Saya cukup terburu-buru, tetapi saya punya birdie di hole 10 par-5 dogleg kiri, yang membuat saya lebih tenang. Setelah birdie kedua, ketiga, dan keempat, saya penasaran dan bertanya ke McNamara, ‘berapa banyak birdie beruntun yang pernah kamu lihat?’ Dia hanya menjawab empat, dan saya tertantang untuk menambah daftarnya jadi 6 birdie beruntun.”

Jauh melampaui harapannya, birdie itu ada di 8 hole pertama Annika dan par pertamanya baru muncul di hole 9. Beralih ke front nine, birdie itu kembali hadir di empat hole.

“Saya senang sekali saat panitia turnamen menggabungkan saya dengan Charlotta, adik saya,” kata Annika. “Saya bersenang-senang bersama Lotta dan Meg Mallon.”

Satu birdie penentu di hole ke-17, Annika berada di ambang sejarah dengan par di hole terakhir.

“Di hole 9, ada danau di sekitar 220 yards dan water hazard di depan green. Saya menyarankan dia mengambil 4-wood dan meletakkan bolanya ke tengah. Dari sana, kita menggunakan 54-degree wedge dan saya kagum dengan pukulannya yang jatuh di sekitar 10-an kaki saja. Dia bilang, ‘saya akan menembak 58’.”

Sayangnya, ia memerlukan dua putt par yang cukup untuk skor 59.

Annika's Historic 59 | LPGA | Ladies Professional Golf Association

Rekor tersebut akan berusia 20 tahun pada Maret 2021, dan belum pernah ada pegolf wanita yang mampu menyamainya. Sebutan Mrs. 59 pun masih melekat pada dirinya, sepanjang rekor itu belum dipecahkan.

“Sulit melupakan hari seperti itu,” ujar Annika.

Skor 59 itu mengantarkan Annika meraih gelar ke-25 dengan unggul dua strokes dari Se Ri Pak. Satu tahun sebelumnya, sang adik Charlotta meraih satu-satunya gelar di LPGA Tour untuk mengukir catatan pertama sebagai kakak-adik pemenang LPGA Tour.