bandara

AGolf.xyz- Para pemimpin negara di kawasan Asia Tenggara tengah mempertimbangkan sertifikat vaksin umum untuk memulai perjalanan regional dan pemulihan ekonomi.

Hal ini mengemuka pada pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN minggu ini. Sepuluh negara anggota, termasuk Indonesia, Singapura, dan Filipina, membahas gagasan melonggarkan pembatasan perbatasan bagi pelancong yang telah divaksinasi, lapor Nikkei Asia.

“Para menteri ekonomi membahas kemungkinan memperkenalkan sertifikat vaksin digital bersama, terutama untuk mempercepat pembukaan sektor yang paling terpukul, seperti industri pariwisata,” kata Menteri Perdagangan Malaysia Azmin Ali dilansir Business Traveller, Jumat (5/2).

Pada Januari, lalu lintas penumpang internasional di seluruh maskapai Asia Pasifik turun 96,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data dari grup industri Association of Asia Pacific Airlines.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Selama pertemuan ASEAN, para pemimpin juga mengakui perlunya meningkatkan tingkat vaksinasi, yang masih tertinggal dari negara-negara Barat. Sebagai gambaran AS mengumumkan minggu ini akan dapat menawarkan vaksin untuk setiap orang dewasa di negara itu pada akhir Mei, menurut New York Times.

Sementara itu, Singapura memperkirakan akan memvaksinasi penduduk dewasanya pada September. Indonesia menargetkan untuk memvaksinasi 70 persen warganya pada Maret 2022, lapor Nikkei Asia.

Tahun lalu, blok ASEAN berencana untuk menggelar gelembung perjalanan regional. Namun, rencana tersebut, yang ditargetkan untuk diluncurkan selama tiga bulan pertama tahun 2021, tampaknya telah digagalkan oleh gelombang kasus COVID-19 yang kembali tinggi.

Tidak hanya ASEAN, Uni Eropa juga berencana memiliki “tiket hijau digital” sebagai bukti vaksinasi untuk perjalanan melintasi blok Uni Eropa.