Marc Leishman World Cup of Golf 2018
Marc Leishman dari Australia hanya menempati peringkat kedua bersama Cameron Smith di ISPS Handa Melbourne World Cup of Golf 2018 / AGolf Design

AGolf.xyz – Tuan rumah Australia harus menunda waktunya sekali lagi untuk menjuarai ISPS Handa Melbourne World Cup of Golf, Minggu (24/11). Selesai lebih dulu dengan skor akhir 20-under par 268, gabungan Marc Leishman dan Cameron Smith tak cukup mengejar tim Belgia yang menjuarai ajang ini dengan unggul 3 strokes.

Walaupun begitu, keduanya tampil membanggakan karena sempat unggul di putaran pembuka dengan 62. Kesulitan menghadapi kondisi sulit angin kencang dan hujan untuk 76, keduanya memperbaiki skor moving day dengan 65. Tertinggal 6 strokes dari Belgia di 18-hole foursome terakhir, bunker shot Smith di hole 14 untuk birdie mendekatkan peluang mereka menjadi 2 strokes saja.

Momentum yang juga datang dari dukungan penonton yang memadati The Metropolitan Golf Club, tidak bertambah setelah membuang birdie chance di hole 16. Belgia yang kemudian menahan kegugupan mereka, menghasilkan birdie di hole terakhir untuk menang 3 strokes.

“Saya pikir kami bermain good golf minggu,” kata Leishman. “Mungkin kesalahannya datang dari putaran kedua, karena musti tertinggal 6 strokes dari Belgia. Namun, saya sangat senang kami bisa terus menyerang di dua putaran terakhir. 65 di moving day dan 65 lagi hari ini, tidak membuat kami kecewa dengan peringkat kedua kami.”

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Smith yang baru merasakan atmosfer World Cup of Golf, menambahkan kalau menjuarai turnamen ini agak sulit karena begitu jauh tertinggal. Tetapi, ia bangga bisa memainkan golf yang solid bersama seniornya Leishman.

Wakil Asia di Top-10

Dua wakil Asia, Korea Selatan dan India menjadi perwakilan benua terbesar ini di Top-10. China yang tahun lalu menerima runner-up, berada satu stroke di peringkat 13.

Dua talenta Korea, Byeong Hun An dan Si Woo Kim mengakhiri posisi akhirnya di T.6 setelah skor 70 dibuatnya di putaran final. India yang diwakili pasangan perak Asian Games Doha 2006, Gaganjeet Bhullar/Anirban Lahiri, finis di urutan T.10 dengan 12-under par 276.

Pasangan Hun An dan Kim yang telah berbicara banyak di European Tour dan PGA Tour, nyaris menyamai prestasi tertinggi Korea di World Cup of Golf di T.5 pada 1971 dan 1982.

“Sedikit lagi bisa melewati prestasi 3-4 dekade lalu. Kami menyesal tidak banyak birdie chance yang bisa didapat,” tutur Hun An yang merupakan Rookie Terbaik European Tour 2015. “Saya inginnya bisa masuk Top-5, tetapi hasil ini tetap memuaskan buat kami. Pengalaman yang lebih baik daripada 2016 lalu.”

Tim India menukar 5 birdienya dengan 3 bogey di putaran final. Skor 70 kedua di akhir pekan, membawanya finis T.10 bersama Perancis dan Irlandia. Sama seperti Korea, Bhullar/Lahiri hanya terpaut satu posisi saja dari Arjun Atwal/Jyoti Randhawa di peringkat 9 saat World Cup of Golf 2005.

“Secara keseluruhan, akhir pekan kami tidak segarang dua hari pertama. Kami punya start luar biasa dengan 64, dan masih berpeluang juara walaupun tidak bisa memecah under-par di angka 72. Kembali ke fourball di moving day, skor kami terbilang buruk di saat tim lain bisa begitu rendah. Hari ini memainkan foursome, kami menikmati permainan kami dan cukup puas dengan 70 kedua dan bergabung sebagai Top-10 tim terbaik,” cerita Anirban Lahiri.