Claret Jug di Royal Portrush
Claret Jug di Royal Portrush

AGolf.xyz – Lapangan Royal Portrush di Irlandia Utara, mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan the Open pertamanya sejak 1951 silam. Kembali untuk pertama kalinya selama hampir 7 dekade, lapangan ini mendapat banyak perubahan sebagai tuan rumah 156 pegolf yang bermisi sama, Claret Jug.

Memainkan 6.802 yards di edisi terakhirnya, the Open tahun ini akan menggunakan 7.344 yards atau 497m lebih panjang di lapangan berpar-71 ini. Salah satu perubahan yang cukup drastis ialah back nine Royal Portrush, yang menjadi penentu perebutan trofi di putaran terakhir hari Minggu.

Dilansir theopen.com, berikut ini keterangan kesembilan hole terakhir yang memiliki panjang 3.664 yards.

Dimulai dari hole 10 sejauh 447 yards, hole berpar-4 ini dimainkan dengan dogleg kanan dan ada ancaman bunker di sisi kiri fairway. Berikutnya, hole 11 yang baru ditambahkan pada 1939, diubah menjadi par-4 untuk the Open 2019.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Setiap pemain perlu memainkan permainan terbaik di hole 11,” kata pegolf profesional Royal Portrush, Gary McNeill.

Hole 12 menjadi satu-satunya par-5 di back nine, dan bukan hal mudah juga untuk mendapatkan birdie di sini. Bernama Dhu Varren, hole ini menjadi akhir dari lima hole beruntun yang sangat sulit di Portrush.

“Par-5 ini memiliki green yang cukup sulit, sehingga jangan berpikir akan dapat birdie mudah di sini,” ujar Gary.

‘Feather Bed’ hole 13 menjadi satu di antara dua par-3 di back nine. Memiliki panjang 194 yards, hole ini memiliki pemandangan yang mengintimidasi dengan sejumlah bunker besar.

Hole 14 bernama Causeway mengembalikan pemain ke sisi laut terbuka, dan tee shot di hole 15, akan ditantang angin kencang dari laut terbuka.

Tiga Hole Terakhir
Hole penutup dari kejauhan / theopen.com
Hole penutup dari kejauhan / theopen.com

Par-3 sejauh 236 yards di hole 16, merupakan salah satu hole yang menempati titik tertinggi di lapangan ini. Pukullah ke arah green, karena jika terlalu ke kanan, akan membuat bolanya berputar hingga 100 kaki ke bawah green. Jika terlalu ke kiri, ada Locke’s Hollow yang dinamai setelah pemenang 4 kali the Open, Bobby Locke.

“Dia datang di sini 1951 dan selalu menjatuhkan bolanya ke sisi ini setiap memukul di hole 16,” kata Gary. “Pemandangan di hole ini sangat indah karena terletak di sisi tertinggi lapangan ini. Tetapi, jika angin berembus dengan keras setiap pemain perlu waspada saat akan memukul tee shot. Saya cukup yakin akan ada drama di hari terakhir nanti.”

Wajar saja jika hole itu dinamai Calamity Corner.

Lepas dari hole 16, par-4 di 17 memberikan tantangan rough ratusan yards kepada para pemain. Driver mungkin pilihan tepat untuk melewatinya, tetapi faktor angin akan mengecohkan keputusan para pemain yang dapat menyebabkan masalah.

Hole terakhir 18, menjadi akhir dari aroma kemenangan pegolf dengan skor terendah sepanjang 72-hole. Dogleg kanan sejauh 474 yards, ditutup dengan sambutan riuh para penonton yang menyaksikan sejarah di green 18.