Rapat Koordinasi BLU di Gedung Dhanapala / AGolf - Sri Wiyanti
Rapat Koordinasi BLU di Gedung Dhanapala / AGolf - Sri Wiyanti
Rapat Koordinasi BLU di Gedung Dhanapala / AGolf – Sri Wiyanti

AGolf – Badan Layanan Umum (BLU) di bawah pemerintah harus mulai melirik pemikiran para entrepeneur agar makin kreatif dan inovatif. Pengusaha Chairul Tanjung mengungkapkan, hal ini bertujuan agar BLU tak lagi meggantungkan diri kepada anggaran negara dan mampu untuk berkompetisi.

“Ini yang penting, bahwa untuk menang dalam kompetisi maka harus kreatif dan inovatif dan enterpreneurship,” ujar Chairul, Selasa (22/11).

Chairul menegaskan bahwa dunia terus berubah dan semakin banyak pemikiran baru. Sehingga sistem kerja berdasarkan produktivitas dan efisiensi hanya akan membuat BLU sanggup bertahan, tetapi tidak semakin maju.

“Kalau dulu orang siapa yang lebih produktif dan efisien itu akan menang, sekarang tidak bisa lagi. Produktivitas dan efisiensi hanya bisa untuk membuat orang survive atau selamat. Kalau tidak produktif dan efisien pasti dia mati,” tutur Chairul.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Chairul pun mengambil contoh salah satu badan penyelenggara transportasi online, yakni Uber. Menurutnya, perusahaan multimedia tersebut mampu mendunia hanya dengan menjadi fasilitator atau penghubung antara masyarakat yang membutuhkan jasa transportasi, dengan masyarakat yang memiliki kendaraan. Disitulah inovasi memunculkan produk-produk layanan yang baru.

Dia menegaskan, hanya individu yang berinovasi, yang mampu menciptakan bisnis seperti Uber yang kemudian mendunia dan memberi nilai tambah kepada perekonomian.

Menciptakan hal tersebut, lanjut Chairul,  dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat. Baik untuk BLU yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perdagangan dan yang lainnya.

Menurut Chairul, saat ini kebutuhan layanan publik semakin meningkat, sementara kondisi keuangan negara terbatas. Oleh sebab itu, BLU selayaknya mencari solusi sendiri untuk menyelesaikan hambatan yang menghadang. Hal ini bisa dilakukan apabila BLU mengadopsi pemikiran entrepreneur.

“Karena tuntutan makin banyak , maka dibutuhkan BLU yang mampu bersifat enterpreneur. Jadi agak sedikit diputar otaknya,” ujar Chairul.

Di samping itu BLU juga harus bisa membaca peluang, disiplin, detail, berorientasi hasil dengan tetap menjaga proses sesuai dengan aturan, berupaya untuk menyajikan kesempurnaan, serta visioner.

“Sebagai enterpreneur, BLU harus sisa membaca masa depan dan membeli dengan harga sekarang,” tutupnya.