Sabtu, Januari 29, 2022

Banyuwangi Paling Siap Jadi Daerah Wisata Penyangga Bali

AGolf– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kekagumannya terhadap kesiapan Banyuwangi untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Oleh sebab itu, ia meminta dukungan semua pihak untuk menonjolkan hal-hal positif berkaitan dengan Banyuwangi.

“Saya lihat Banyuwangi ini sangat siap menerima kunjungan wisatawan. Kotanya tertata rapi, bersih, banyak potensi daerah yang sudah dimanfaatkan. Saya minta media untuk lebih banyak memberitakan hal-hal baik seperti ini, daripada memberitakan yang belum tentu kebenarannya, seperti hoax itu,” ujar Luhut melalui keterangan resmi, Jumat (2/3).

Luhut mengatakan dari semua daerah penyangga Bali yang ditunjuk menjelang pertemuan tersebut Banyuwangi adalah daerah yang paling siap.

“Menurut saya daerah ini bisa kita jual. Rakyat Banyuwangi harusnya bangga punya pemimpin yang bisa mengkoordinasikan jajarannya dan membangun kerja tim yang sangat baik. Kalau ada kurang-kurang, ya manusia kan tidak ada yang sempurna,” kata Luhut.

Ia mengatakan masyarakat Banyuwangi harus serius ikut mempromosikan Indonesia. “Kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Negara kita besar, Banyuwangi ini potensial. Kita harus dukung upaya Indonesia menjadi lebih baik, lebih makmur,” kata Luhut.

Menurut Luhut, Indonesia sudah bagus di mata orang asing. Ia mengisahkan saat menghadiri World Economic Forum di Davos dan dalam kunjungannya ke Los Angeles beberapa waktu lalu, tidak sedikit yang memuji perkembangan perekonomian Indonesia.

“Kemarin saat bertemu Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, beliau memuji Ibu Ani dan Pak Agus yang mampu menjaga kestabilan fiskal dan moneter Indonesia. Ibu Ani bahkan jadi menteri terbaik,” ujar Luhut.

Luhut dan rombongan mengadakan rapat koordinasi dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran SKPD di pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi
“Tadi saat rapat kita bicarakan semua yang belum beres. Kita bicarakan dan ternyata kita dapatkan jalan keluarnya dengan biaya yang tidak terlalu besar,” ujarnya.

Menurutnya, dibicarakan juga pembangunan kereta gantung dan fasilitas umum di kawasan Kawah Ijen, perbaikan jalan menuju Alas Purwo, fasilitas di Marina Boom dan lain-lain.

Saat mendarat di Bandara Blimbingsari, Luhut dan rombongan sudah terpesona dengan bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia yang dibangun dari kayu-kayu bekas dan minim penggunaan pendingin udara.

“Ternyata dengan biaya Rp45 miliar, bisa dibangun bandara sebaik ini. Semoga kreativitas Pak Bupati dalam menyiasati pendanaan bisa ditiru pemimpin lain,” ujar Luhut.

Di Bandara, Luhut dan rombongan diberi udeng, penutup kepala khas Suku Using, masyarakat asli Banyuwangi.

Luhut juga berkesempatan melakukan ‘roasting’ biji kopi arabika dari perkebunan kopi Banyuwangi, “Saya tidak tahu apa komposisinya, tapi kopi ini enak,” puji Luhut.

Dini harinya rombongaan melanjutkan perjalanan naik ke puncak Kawah Ijen untuk menyaksikan Blue Fire.

“Di Ijen ada beberapa masalah yang sebenarnya tidak terlalu rumit tapi sangat esensial. Seperti pengadaan tiang BTS, fasilitas toilet dan fasilitas shelter. Kita harus bereskan ini. Karena nanti yang datang bukan saja wisatawan dari kalangan menengah saja tetapi wisatawan kaya, jadi kita harus menyediakan fasilitas yang dibutuhkan mereka,” ujar Luhut.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,146PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles