AGolf.xyz– Beijing akan miliki bandara baru yang akan dibuka pada Juni 2019 dan menjadi bandara terbesar di dunia dengan luas 27,3 kilometer persegi atau setara dengan 63 lapangan Tianmen. Bandara ini dirancang oleh arsitek kelahiran Irak, Zaha Hadid yang telah menghabiskan biaya sebesar USD 12 miliar atau setara dengan Rp175 tiriliun.

Bandara baru ini diperkirakan akan melayani 45 juta penumpang dengan ekspansi lebih lanjut pada tahun 2025, bandara ini dapat melayani 75 juta penumpang setiap tahunnya. Bahkan bandara International Daxing Airport digadang akan menyaingi Atlanta International Airpot yang merupakan pusat bandara tersibuk di dunia.

View this post on Instagram

#beijingdaxinginternationalairport

A post shared by Jabir AvGeek ✈✈ (@jabavgeek) on

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Bandara ini dilengkapi dengan empat landasan pacu dan area terminal 700.000 meter persegi. Pembangunan bandara ini bertujuan untuk mengurangi beban penumpang dari dua bandara lainnya di Beijing. Bandara ini dibangun pada tahun 2014 dengan total pekerja 8.000 orang.

“Bandara baru ini sebagai bukti keharmonisan dan keseimbangan landscape Cina, sedangkan untuk warna dan bahannya merupakan ekspresi dari bahasa visual dalam budaya tradisional Tiongkok,” kata Zaha Hadid dilansir dari Lonely Planet News.

Terminal bandara baru ini akan memiliki ukuran lebih besar dua kali lipat dari ukuran Terminal 5 Heathtrow. Pusat bandara atau terminal utama bandara ini akan memiliki atap kaca untuk penerangan alami dengan enam trotoar yang terhubung di udara untuk memberikan kemudahan navigasi.

Meskipun bandara ini terletak 46 kilometer dari pusat Beijing, namun bandara ini akan melayani para penumpang dengan kereta berkecepatan tinggi yang akan membawa penumpang ke stasiun kota baru. Hal tersebut akan memberikan kemudahan bagi para penumpang yang ingin menuju bandara lebih cepat tanpa terkena kemacetan.