Selasa, September 28, 2021

Berburu Trofi WGC-Match Play

AGolf.xyz – World Golf Championship (WGC)-Dell Technologies Match Play, menjadi salah satu turnamen yang menarik untuk diprediksi. Layaknya gladiator yang wajib mengalahkan lawannya di medan tempur, WGC-Match Play siap menghadirkan keseruan di lapangan Austin Country Club, Texas.

WGC-Match Play mulai memainkan partai pertamanya pada Rabu (27/3). Sebanyak 64 pegolf dari 17 negara saling memperebutkan trofi Walter Hagen berwarna khas biru langit.

Dalam proses pencarian juara, ke-64 pegolf dibagi ke dalam 16 grup berisikan 4 pegolf. Setiap grup ini akan mengirimkan juara grup ke babak 16 besar, yang menggunakan sistem gugur.

Dimulai dari fase grup yang mempertandingkan tiga partai antara Rabu hingga Jumat, babak 16 besar hingga Final berlangsung pada akhir pekan Sabtu dan Minggu.

Drawing yang telah dilaksanakan pada Senin kemarin, telah menghadirkan sejumlah pairing terbaik di 16 grup. Berikut ini analisa yang disadur dari sumber utama PGA Tour. Serta, beberapa prediksi yang mungkin dapat terjadi di sistem gugur dari AGolf.

Catatan: Setiap grup langsung dikumpulkan berdasarkan kemungkinan pertemuan mereka di babak 16 besar, lalu 8 besar, semifinal, dan final.

WGC-Match Play 2019
Gambaran pairing WGC-Match Play 2019 / AGolf Design

Berikut bagan kiri WGC-Match Play 2019.

Grup 1 – Dustin Johnson (unggulan 1), Hideki Matsuyama (24), Branden Grace (40), Chez Reavie (55)

Gambaran:

– Dustin Johnson tampil untuk ke-11 kalinya di ajang ini, dan menjadi unggulan teratas untuk ketiga kalinya secara beruntun. Pada 2017 lalu, dia mengalahkan Jon Rahm 1-up di final. DJ memiliki skor WGC-Match Play 14-12.

– Pegolf Jepang Hideki Matsuyama hanya satu kali lolos dari grup sejak turnamen ini mengubah formatnya pada 2015 lalu. Kala itu, ia juga takluk di babak 16 besar dari bakal juara Rory McIlroy. Skor 7-7-1.

– Senasib seperti Matsuyama, Branden Grace dihentikan di babak 16 besar sebagai satu-satunya lolos grup pada 2015. Ia kalah dari Tommy Fleetwood. Skor 6-8-1.

– Chez Reavie melakukan debut perdananya tahun lalu, dengan mengalahkan finalis Jon Rahm di grup. Sayang, dia sendiri tidak dapat lolos grup dengan skor 1-1-1.

Peluang Lolos:

Dustin Johnson sangatlah diuntungkan di grupnya kali ini. Memenangi ajang ini di 2017, DJ cukup mengenal Austin Country Club yang cocok dengan pemukul jauh. Dengan bekal trofi WGC-Mexico Championship lalu, DJ bertekad menjadi pegolf pertama dengan dua gelar beruntun WGC di dua musim berbeda.

Namun, Matsuyama juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Menduduki posisi kedua di strokes gained tee-to-green dan tiga Top-10 dari 6 turnamen terakhir, perlu diwaspadai DJ di pertandingan terakhirnya. Ia juga cukup kompetitif dengan mengalahkan Justin Thomas di Presidents Cup 2017.

Grace dan Reavie di atas kertas bisa menjadi ladang kemenangan dua unggulan di grupnya, tetapi tidak menutup kemungkinan dua pegolf ini bisa lolos grup. Grace punya pengalaman 5-0 di Presidents Cup 2015, dan Reavie dapat mengandalkan peringkat ketiga akurasi drive di PGA Tour saat ini.

GRUP 16 – Patrick Reed (16), Sergio Garcia (26), Shane Lowry (46), Andrew Putnam (51)

Gambaran

– Patrick Reed berhasil keluar dari grup di dua kesempatan dari 4 edisi terakhir. Namun, langkahnya selalu berhenti di babak 16 besar. Skor 9-6-1.

– Spaniard Sergio Garcia telah tampil 17 kali di ajang Match-Play ini, tetapi finis terbaiknya terjadi di 2010 saat kalah 7&6 dari sang juara Ian Poulter di semifinal. Skornya sejauh ini 22-18-1.

– Mencatatkan kemenangan penting dari unggulan utama Rory McIlroy di 2013, Shane Lowry dan Match Play sedikit kurang bersahabat baginya. Dari tiga edisi terakhir saja, Lowry tak dapat keluar dari grup. Skor 3-7-2.

– Andrew Putnam mencatatkan penampilan pertamanya di ajang ini.

Peluang Lolos:

Sergio Garcia punya start 2019 yang cukup bagus, T.6 di WGC-Mexico dan T.9 di Honda Classic. Mungkin saja sudah waktunya untuk melaju lebih jauh lagi pekan ini, di saat ketiga pegolf lainnya belum menunjukkan tren yang cukup positif.

Reed membawa pelatih swingnya ke Tampa lalu, untuk memperbaiki hal-hal minor baginya. Lowry tidak terlihat konsisten di match-play, dan Putnam tidak lolos CUT di tiga dari 4 turnamen terakhirnya.

Babak 16 Besar : DJ yang tampil sebagai unggulan utama, akan menarik jika bertemu Sergio Garcia, selanjutnya.

GRUP 8ย – Jon Rahm (8), Matt Kuchar (23), J.B. Holmes (43), Si Woo Kim (54)

Gambaran:

– Jon Rahm mencapai final 2017 sebagai debutan, yang sayangnya terhenti di fase grup tahun lalu. Skor 6-3-1.

– Selain menjuarai edisi 2013, Matt Kuchar mencapai semifinal 2011 dan perempat final 2012. Mulai 2015, Kuchar dua kali lolos grup yang langsung diberhentikan di babak 16 besar. Skor 24-9-3.

– J.B. Holmes hanya satu kali lolos dari grup, dan dikalahkan Jim Furyk di 2015. Skor 6-7-2.

– Melaju hingga babak 16 besar di debut perdananya, Si Woo Kim kalah dari Justin Thomas 6&5. Skor 3-2-2.

Peluang Lolos:

Rahm menjadi favorit grup ini, apalagi dia berada satu bagan dengan Dustin Johnson yang punya peluang melaju hingga 8 besar. Jika itu terjadi, Jon Rahm bakal bertemu dengannya untuk membalas kekalahan 2017 lalu. Melihat bekalnya di musim ini, Rahm finis 8 kali di Top-12 dari 9 turnamen terakhirnya.

Di lain sisi, Kuchar siap menjegalnya dengan pengalaman indah di match-play dan memimpin statistik persentase green in regulation. Si Woo Kim dan Holmes bisa jadi singa tidur yang bakal mengaum di grup ini.

GRUP 9ย – Xander Schauffele (9), Rafa Cabrera-Bello (29), Tyrrell Hatton (35), Lee Westwood (62)

Gambaran:

– Punya dua kemenangan awal di grup 7, Xander Schauffele gagal mencapai babak 16 besar setelah kalah 3&1 di tangan Sergio Garcia tahun lalu. Walaupun begitu, Rookie Terbaik 2017 itu punya dua gelar di WGC-Champions dan Tournament of Champions di musim ini. Skor 2-1

– Spaniard lain Cabrera-Bello mencapai semifinal di 2016. Namun, belum sekalipun lolos grup di dua edisi terakhir. Skor 9-6-1

– Tyrrell Hatton lolos grup untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Brendan Steele di tie-breaker, tahun lalu. Di babak 16 besar, ia dihentikan Cameron Smith 2&1. Skor 4-3.

– Veteran Lee Westwood telah turun 18 kali di Match Play, dan mencapai fase terjauhnya di semifinal 2012. Hanya satu kali ia lolos grup, dan kalah 3&2 dari Danny Willett di 2015. Skor 17-19.

Peluang Lolos:

Sekilas, Xander punya peluang paling tinggi karena memenangi gelar pembuka 2019. Tetapi, beberapa turnamen belakangan hasilnya kurang menguntungkannya. Lee Westwood punya pengalaman, dan Hatton belum diketahui tengah ada di mode apa di Match Play kali ini.

Rafa Cabrera-Bello mungkin saja lolos grup, dengan peringkat T.3 di Arnold Palmer Invitational dan total 15 Top-10 dari 79 turnamennya. Ia mungkin saja berambisi melawan rekan Spanyol Rahm, yang berada satu bagan dengannya.

Babak 16 Besar: Dua rekan Spanyol, Jon Rahm vs Rafa Cabrera-Bello menjadikan satu bendera Spanyol akan ada di perempat final. Jika Garcia lolos dari grup dan mengalahkan kemungkinan terbesar DJ, maka Spanyol setidaknya punya satu wakil di semifinal. Tetapi, jika skenario ini tidak berjalan, Rahm vs Xander, ataupun Kuchar vs Xander akan sangat menarik.

GRUP 4ย – Rory McIlroy (4), Matthew Fitzpatrick (32), Justin Harding (47), Luke List (64)

Gambaran:

– Berbekal trofi baru THE PLAYERS, Rory McIlroy membuka peluangnya meraih gelar kedua sejak 2015. Punya Finis apik lain di 2012 dengan runner-up dan semifinalis 2016, Rory perlu mewaspadai grupnya karena ia tidak lolos grup dalam dua musim terakhir. Skor 24-11-2.

– Dari tiga Match Play yang telah Matthew Fitzpatrick coba, belum satupun sistem gugur ia rasakan. Skornya pun minus 4-5.

– Justin Harding merasakan atmosfer Match Play untuk pertama kalinya, dengan gelar Qatar Masters dan runner-up Kenya Open.

– Luke List punya debut yang cukup buruk, 0-3 tahun lalu. Ia tergabung di field kali ini menggantikan Adam Scott yang mundur karena alasan pribadi.

Peluang Lolos:

Bermasalah dalam dua edisi terakhir, rasanya sulit untuk percaya jika Rory McIlroy tidak lolos grup kali ini. Namun, Fitzpatrick punya runner-up Arnold Palmer Invitational dan menjuarai US Amateur sebagai salah satu alasan menjegal Rory.

GRUP 13ย – Tiger Woods (31), Patrick Cantlay (18), Brandt Snedeker (44), Aaron Wise (61)

Gambaran:

– Comebacknya Tiger Woods di Match-Play tentu sangat dinanti. Juara 2003, 2004, dan 2008 itu, kembali ke ajang ini untuk pertama kalinya sejak 2013. Tiger belum pernah bermain di Austin Country Club dan format grup seperti ini. Skor 33-10.

– Patrick Cantlay punya debut 2-1 tahun lalu, dengan kalah dari Cameron Smith di pertandingan pertama.

– Kembali ke Match Play setelah melewatkannya tahun lalu, Brandt Snedeker hanya satu kali lolos dari grup di tiga percobaan terakhirnya. Skor 7-8-1.

– Aaron Wise melakukan debut pertamanya di sini.

Peluang Lolos:

Di atas kertas, Tiger Woods dengan pengalamannya dapat mudah keluar dari grup. Namun, format baru grup dan belum pernah merasakan Austin, rasanya menjadi tanda tanya besar baginya untuk sekedar lolos grup.

Snedeker finis T.5 di THE PLAYERS dengan skor 65 di putaran ketiganya. Putter menjadi senjatanya di TPC Sawgrass, dan bisa ia terapkan melawan tiga pegolf lain di grupnya. Seangkan Wise merupakan bintang Oregon kala memenangi NCAA dua tahun lalu.

Babak 16 Besar: Romansa khas antar mantan No.1 dunia, Rory McIlroy vs Tiger Woods menjadi pairing ideal di awal sistem gugur.

GRUP 5 –ย Justin Thomas (5), Keegan Bradley (31), Matt Wallace (33), Lucas Bjerregaard (50)

Gambaran:

– Justin Thomas nyaris menjadi No.1 dunia lebih cepat, jika saja tidak dikalahkan sang juara bertahan Bubba Watson tahun lalu. Kembali kalah di perebutan tempat ketiga, Thomas mencatatkan skor minus 6-7 di Match Play.

– Keegan Bradley hanya punya satu kemenangan, dan itu terjadi di 2012 dengan mengalahkan Geoff Ogilvy. Selebihnya, hanya 2 halved dari 9 partai terakhir. Skor 1-7-2.

– Matt Wallace merupakan debutan di ajang ini.

– Lucas Bjerregaard juga debutan.

Peluang Lolos:

Dua pegolf yang tidak diketahui rekam jejaknya di WGC-Match Play, sepertinya bakal meledak di grup ini. Justin Thomas boleh saja menjadi semifinalis tahun lalu, tetapi pegolf Eropa seperti Wallace dan Lucas tak bisa diremehkan.

Wallace punya 3 gelar European Tour dengan dua didapat dari sudden-death Playoff. Sedangkan Lucas, punya gelar mini GolfSixes saat mewakili Denmark bersama Thobrjorn Olesen 2017 lalu.

GRUP 12ย – Jason Day (12), Phil Mickelson (20), Henrik Stenson (37), Jim Furyk (52)

Gambaran:

– Jason Day punya dua gelar sebagai bekal, 2014 di Arizona dan 2016 saat pindah ke Austin. Skor total 22-11.

– Phil Mickelson melakoni penampilan ke-15 di Match Play, dengan dua perempat final sebagai hasil terbaiknya. Skor 24-14.

– Henrik Stenson menjadi juara 2007 dan finis ketiga di 2008. Penampilannya kali ini menjadi yang pertama sejak 2015, dan yang pertama di Austin CC. Skor 14-9.

– Jim Furyk jauh lebih senior di grup ini dengan 18 penampilan. Hasil terbaiknya terjadi di 2015, saat kalah di semifinal dari Rory McIlroy, pegolf yang mengalahkannya di THE PLAYERS lalu. Skor 19-18-1

Peluang Lolos:

Jarang sekali ditemui grup yang seperti ini, dengan dua pegolfnya mendapatkan tiga gelar dan dua lainnya telah memainkan belasan WGC-Match Play. Sulit sekali menentukan siapa yang bakal keluar dari grup ini.

Jason Day mencoba comeback di match play, setelah meraih dua gelar PGA Tour musim lalu. Hasilnya tahun ini sangat menawan, T.8 di THE PLAYERS, T.4 di Pebble Beach, dan T.5 di Torrey Pines. Sedangkan Furyk, baru saja finis runner-up di ujung 40-an tahun dengan pikiran The Masters jika finis bagus di Austin.

Stenson bakal memperlihatkan permainannya yang ia tata kembali. Dan Phil, juara Pebble Beach ini, berusaha mengubah nasibnya di format Match Play ini.

Babak 16 Besar: Junior vs senior seperti Matt Wallace vs Jim Furyk, bakal seru untuk diikuti. Atau antar unggulan single-digit Justin Thomas vs Jason Day, dapat menjadi partai keras di antara keduanya. Jika Day yang kemudian maju dan kebetulan Rory telah menantinya, pertemuan ini mengulang 2016 saat Day mengalahkan Rory untuk meraih Match-Play keduanya.

ย 

Berikut bagan kanan WGC-Match Play 2019.

GRUP 2ย – Justin Rose (2), Gary Woodland (22), Eddie Pepperell (34), Emiliano Grillo (53)

Gambaran:

– Dua tahun absen dari WGC-Match Play, Justin Rose mencoba melewati perempat final 2007. Skor 10-11-1.

– Gary Woodland merupakan runner-up 2015 dari Rory McIlroy saat masih di Harding Park. Sayangnya, dua edisi terakhir tak sekalipun lolos CUT. Skor 8-6-1.

– Eddie Pepperell melakoni turnamen pertama di ajang ini.

– Emiliano Grillo punya satu poin kemenangan di 2016, yang tidak bertambah hingga 2017.

Peluang Lolos:

Menjadi pemenang FedExCup 2018 dan Farmers Insurance Open Januari lalu, Rose tidak bisa semudah itu melaju ke sistem gugur. Woodland pernah merasakan atmosfer final yang tidak dirasakan pegolf lainnya. Ia juga punya dua runner-up dan 6 Top-10 di musim ini. Pepperell membawa bekal T.3 THE PLAYERS dengan iron play yang ia andalkan. Sedangkan Emiliano, dapat mengancam lewat approach shot di ranking 10.

GRUP 15ย – Bubba Watson (15), Jordan Spieth (28), Billy Horchel (38), Kevin Na (57)

Gambaran:

– Bubba Watson merupakan juara bertahan dengan mengalahkan Kevin Kisner 7&6 sebagai skor terbesar di partai final 18-hole. Ia juga menjadi semifinalis 2011. Skor total 20-8-3.

– Jordan Spieth melakukan debut perdana dengan finis di perempat final 2014. Dalam 4 tahun terakhir, ia hanya keluar dari grup satu kali saja. Skor 11-5-1.

– Billy Horschel tak pernah mencapai sistem gugur di dua penampilan terakhinya, saat format berubah. Skor 4-4.

– Kevin Na lolos satu kali dari grup pada 2017, dan langsung terhenti saat itu juga. Skor 5-8-2.

Peluang Lolos:

Pulang ke Austin, Texas, Spieth punya perbaikan di putting setelah Miss CUT di THE PLAYERS. Harapan cukup terbuka baginya, tetapi Billy Horschel memiliki T.26 di THE PLAYERS dan T.16 Honda Classic. Bubba finis T.4 di Valspar.

Babak 16 Besar;ย Melihat pengalaman, tentu Gary Woodland vs Bubba Watson sangat cocok, yang telah mencapai final di ajang ini. Peluang lain, Eddie Pepperell yang penuh kejutan, bisa bertemu Kevin Na ataupun Jordan Spieth.

GRUP 7ย – Francesco Molinari (7), Webb Simpson (21), Thorbjorn Olesen (45), Satoshi Kodaira (63)

Gambaran:

– Francesco Molinari percaya diri dengan mayor the Open dan Arnold Palmer Invitational dalam 9 bulan terakhir. Ia juga menjadi pegolf pertama Eropa dengan 5-0 di Ryder Cup. Namun, Molinari tidak pernah lolos dari grup. Skor 4-11.

– Webb Simpson finis terjauh di perempat final 2013, tanpa satu kali pun lolos grup sejak 2015. Skor 8-8-1.

– Thorbjorn Olesen kembali pertama kalinya sejak 2016, tanpa lolos grup di dua kesempatan. Skor 2-4.

– Satoshi Kodaira finis di dasar klasemen tahun lalu. Skor 0-3.

Peluang Lolos:

Siapapun yang lolos ke 16 besar, akan menjadi kredit pertama bagi keempat pegolf ini. Tetapi, peluang sangat terbuka bagi Molinari jika melihat rekam jejaknya satu tahun terakhir ini. Para rivalnya, secara statistik bisa dibilang medioker.

Simpson di No.31 strokes gained, Olesen tidak dapat menembus Top-40 di 6 turnamen terakhir. Dan Kodaira menjadi pegolf terburuk dengan ranking 205 di strokes gained. Akan cukup aneh jika Molinari tidak lolos dari grup ini.

GRUP 10 – Paul Casey (10), Cameron Smith (25), Charles Howell III (42), Abraham Ancer (58)

Gambaran:

– Paul Casey baru saja menjuarai Valspar Championship Minggu kemarin. Kembali ke Match-Play, Casey pernah dua kali mencapai final dua tahun breruntun, 2009 (kalah dari Geoff Ogilvy) dan 2010 (dari Ian Poulter). Di format grup ini, ia lolos grup pada 2017. Skor 25-14-1.

– Debutan Cameron Smith, finis sebagai perempat finalis tahun lalu. Skor 3-1-1.

– Charles Howell III merupakan spesialis 16 besar dalam dua tahun terakhir. Ia kalah dari Jon Rahm di 2017 dan Kiradech Aphibarnrat 2018. Skor 10-11.

– Abraham Ancer baru pertama kali di ajang ini.

Peluang Lolos:

Jika melihat pegolf yang tengah on-fire, tentu saja Paul Casey yang meraih gelar back-to-back di Valspar lalu. Dengan pengalamannya di Match Play, wajar jika pegolf ini juga cukup diunggulkan di grupnya. Tetapi, dua pegolf muda Smith dan Ancer, sama-sama punya insting membunuh yang dipersiapkan Ernie Els jelang Presidents Cup akhir tahun nanti. Howell III punya bekal konsistensi dan gelar RSM Classic 2018.

Babak 16 Besar: Francesco Molinari vs Paul Casey menjadi representasi dua pemenang PGA Tour dari tiga pekan terakhir. Tetapi, jika ini tidak kesampaian, Molinari vs Smith, Molinari vs Ancer, ataupun Simpson vs Smith dapat meramaikan jagad bagan bawah. Di babak berikutnya, kemungkinan seperti Casey vs Bubba menjadi pertemuan klasik antar jawara Match Play.

GRUP 3ย – Brooks Koepka (3), Alex Noren (27), Li Haotong (36), Tom Lewis (60)

Gambaran:

– Tahun lalu, Brooks Koepka tidak tampil karena perawatan cedera. Tetapi, dua gelar mayor US Open dan PGA Championship menjadi bekal pentingnya di tahun baru 2019. Ia sempat finis di perempat final 2016 dan 16 besar 2017. Skor 8-4.

– Alex Noren menyabet peringkat ketiga tahun lalu, dan perempat finalis satu tahun sebelumnya. Ia punya rekor impresif 10-2 di Austin CC. Skor 11-4.

– Li Haotong memiliki debut yang kurang indah baginya. 0-3 tanpa menyentuh tee 17 ia rasakan tahun lalu.

– Tom Lewis menjajal WGC-Match Play pertamanya.

Peluang Lolos:

Jika melihat para pemenang di Austin, DJ, Day, dan Bubba, Koepka seharusnya ada di daftar ini dengan pukulan jauhnya. Sayangnya, rekor 6 turnamen terakhir hanya menghasilkan 1 Top-20 saja. Hal yang perlu ia cermati jelang Match Play ini. Alex Noren punya kapasitas dengan format ini ketika melawan Jason Day tahun lalu di Farmers. Tetapi, tak satupun Top-40 dari 5 PGA Tour musim ini.

Li Haotong dan Lewis dapat menjadi ban serep, atau malah jadi kejutan. Lewis melejit dari 436 dunia tahun lalu, ke Top-64 Maret ini.

GRUP 14ย – Tony Finau (14), Ian Poulter (30), Kevin Kisner (48), Keith Mitchell (56)

Gambaran:

– Tony Finau baru memainkan 3 partai di grup, namun kalah dari Alex Noren untuk penentuan juara grup. Skor 2-1.

– Ian Poulter merupakan maestronya match play. Dari turnamen ini saja, ia sedang memainkan edisi ke-14 dengan bekal gelar 2010. Poulter juga menyentuh semifinal dua kali dan perempat finalis tahun lalu. Skor 27-15.

– Kevin Kisner dihentikan Bubba di final. Skor 8-4-1.

– Debut pertama Keith Mitchell.

Peluang Lolos:

Grup ini menjadi salah satu grup sulit di bagan bawah Match Play kali ini. Finau cukup diuntungkan dengan lapangan yang mengarahkannya untuk memukul jauh. Kisner secara mengejutkan melaju hingga final. Keith Mitchel menjuarai Honda Classic. Dan Poulter punya pengalaman mumpuni untuk mengatasi ketiganya.

Babak 16 Besar: cukup menarik melihat ulangan Alex Noren vs Kevin Kisner. Juga sama menariknya jika Brooks Koepka vs Tony Finau yang mengandalkan pukulan jauh mereka. Tetapi, idealnya pairing ini ialah antara Alex Noren vs Ian Poulter. Noren telah mengenal baik lapangan Austin melawan dedengkotnya match play Poulter.

GRUP 6ย – Bryson DeChambeau (6), Marc Leishman (17), Kiradech Aphibarnrat (39), Russell Knox (59)

Gambaran:

– Penampilan perdana Bryson DeChambeau di Match Play.

– Marc Leishman Selalu berakhir di babak 16 besar di 2 dari 5 turnamen terakhir. Skor 5-8-2.

– Kiradech Aphibarnrat melaju hingga perempat final tahun lalu, sebelum kalah 5&3 dari Bubba. Skor 6-3.

– Russel Knox dua kali gagal lolos dari grup, dan berharap dapat lolos untuk pertama kalinya dari tiga kesempatan. Skor 2-3-1.

Peluang Lolos:

Bryson punya 4 gelar yang membawanya ke unggulan teratas grup sebagai debutan. Tetapi, ia ditantang sejumlah bintang non-Amerika. Marc Leishman tidak pernah kalah di partai single Presidents Cup. Kiradech yang ingin memamerkan kebolehannya di Match Play untuk Presidents Cup. Dan Knox ingin menggandakan gelar WGC.

Selain gelar stroke-play, Bryson mengenal match play lewat titel US Amateur dan NCAA Championship.

GRUP 11ย – Tommy Fleetwood (11), Louis Oosthuizen (19), Kyle Stanley (41), Byeong Hun An (51)

Gambaran:

– Tommy Fleetwood hanya satu kali lolos grup dari 3 penampilan, tepatnya pada 2015. Di situ, ia kalah dari Danny Willett di perempat final. Skor 6-5.

– Louis Oosthuizen merupakan finalis di 2016 setelah dihentikan Jason Day. Dua pengalaman lain, ia memiliki perempat finalis. Skor 19-10.

– Tahun lalu, Kyle Stanley kembali setelah 6 tahun dengan finis perempat final. Skor 4-3.

– Byeong Hun An lolos dari grup di 2016, tetapi memberikan kemenangan kepada Rafa Cabrera-Bello karena cedera leher. Skor 1-4-2.

Peluang Lolos:

Fleetwood dan Stanley pernah mencapai perempat final di ajang ini, dan Louis dihentikan Jason Day di final 2016. Selain itu, Louis selalu lolos 16 besar di 4 dari 5 turnamen terakhirnya. Hun An bakal menunjukkan statistik terbaiknya di No.11 SG off-the-tee, kedua di SG around-the-green, dan 6 di tee-to-green untuk memperjuangkan kenaikan satu peringkat Top-50 ke The Masters.

 

Babak 16 Besar:ย Memilih dua pegolf di antara 8 pegolf terbaik ini cukup sulit. Bryson bisa lolos dengan mudah dan akan melawan sesama unggulan satu digit Fleetwood di 16 besar. Tetapi, peluang dua pegolf 35+ Marc Leishman vs Louis Oosthuizen dan duo Asia, Kiradech Aphibarnrat vs Byeong Hun An bisa terjadi.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
2,959PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles