Shinhan Donghae Open
Shinhan Donghae Open

AGolf.xyz – Pekan ini, Asian Tour kembali mengunjungi Korea untuk ketiga kalinya. Setelah Lee Tae-hee dan Jazz Janewattananond memenangi gelar Maekyung Open dan Korea Open, Shinhan Donghae Open segera berlangsung di Bear’s Best Cheongna Golf Club.

Pegolf Zimbabwe, Scott Vincent merupakan salah satu pegolf dengan hasil luar biasa meskipun belum satu gelar pun didapatnya. Runner-up yang ia raih tahun lalu, merupakan ketiga kalinya Vincent menempati Top-3 sejak 2016.

Konsistensinya itu, ia harap dapat berbuah gelar Asian Tour pertama. Apalagi, Vincent akhirnya meraih gelar profesional pertamanya di LANDIC CHALLENGE 7 di Abema TV Tour, Jepang.

“Saya senang melihat rekor saya di turnamen ini,” tutur Vincent. “Lapangannya tidak banyak berubah, dan semoga saja permainan saya bisa lebih baik dan meraih gelar pertama saya di Asian Tour.”

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Dalam pengejaran gelar pertama, Vincent telah mengukir 4 Top-10 di Australia, Jepang, Korea, dan Malaysia. Berada di urutan 9 Asian Tour Order of Merit, Vincent sedang dalam permainan terbaiknya tanpa satupun CUT dari 8 turnamen.

Tahun lalu, ia juga menempati peringkat kedua di Bank BRI Indonesian Open dengan selisih 1 stroke saja.

Comeback dari Wamil
Noh raih gelar Maybank Malaysian Open 2010
Noh raih gelar Maybank Malaysian Open 2010

Pegolf tuan rumah Korea, Seungyul Noh memutuskan kembali ke turnamen kompetitif untuk pertama kalinya setelah wajib militer selama dua tahun. Pada 2010, Noh yang masih berusia 19 tahun menjadi pegolf termuda pemenang Asian Tour Order of Merit.

Dua tahun sebelumnya di Midea China Classic 2008, Noh juga mencetak rekor pemenang termuda ketiga pada usia 17 tahun dan 143 hari. Ia juga sempat bergabung ke PGA Tour dengan meraih gelar Zurich Classic of New Orleans saat masih berstatus turnamen individu.

“Ini sangat menarik, karena saya belum pernah tampil di turnamen golf tanpa berlatih selama beberapa tahun,” tukas Noh. “Secara fisik, saya tidak ada masalah tetapi saya merasa lebih gugup dan rasanya ada tekanan dari luar badan saya. Kehidupan di militer jauh berbeda dari turnamen golf, tetapi di sana tidak terlalu buruk. Ini akan jadi turnamen pertama dan saya akan menikmati pengalaman baru setelah keluar dari golf dua tahun lalu.”

Kembali ke turnamen kompetitif, Noh memulai pekan pertamanya ini dari No.2023 dunia. Sempat mencapai peringkat tertinggi No.61 dunia, Noh hanya bermodalkan 3,86 poin yang masih belum terhapus dari perhitungan Official World Golf Ranking (OWGR).