Branden Grace Nedbank Golf Challenge 2018
Branden Grace incar back-to-back di Nedbank Golf Challenge 2018 / AGolf Design

AGolf.xyz – Branden Grace kembali ke negaranya untuk mempertahankan gelar Nedbank Golf Challenge hosted by Gary Player, pekan ini di Sun City. Turnamen yang menjadi salah dua turnamen terakhir di musim 2018 ini, menjadi incaran Grace untuk ia pertahankan seperti pernah ia lakukan di Qatar, 2015-2016 lalu.

“Saya tidak percaya sudah 12 bulan ya. Rasanya waktu berjalan sangat cepat,” komentar Branden Grace yang mengukir gelar di Gary Player Country Club sebagai titel ke-8. “Tahun lalu, titel ini mengubah hidup saya karena gelar ini merupakan turnamen terbesar Afrika Selatan.”

Lanjutnya, Grace mengincar back-to-back yang telah diukir pegolf terbaik di masanya. Sejak digulirkan pada 1981, Seve Ballesteros (1983-1984), David Frost (1989-1990), Nick Price (1997-1998), Ernie Els (1999-2000), Jim Furyk (2005-2006), dan Lee Westwood (2010-2011) merupakan para pegolf terbaik yang memenangi dua gelar beruntun.

“Saya sangat bersemangat untuk mempertahankan gelar, walaupun tentu saja lebih sulit. Tetapi, saya punya pengalaman itu di Qatar dan semoga saja bisa melakukannya di negara sendiri. Inilah turnamen yang selalu saya ikuti saat masih kecil dan dengan bangganya saya bisa menang tahun lalu,” ucap Branden Grace yang menjadi golfer Afrika Selatan pertama di daftar juara, sejak Trevor Immelman melakukannya pada 2007.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Pegolf Afrika Selatan lainnya, Charl Schwartzel yang memiliki 8 dari total 11 gelar European Tour di kawasan Afrika Selatan, begitu penasaran tidak mendapatkan gelar di Nedbank Golf Challenge. Selama ini, ia memenangi ke-8 gelar Afrika Selatan di Alfred Dunhill Championship (4 gelar), Joburg Open (2), Africa Open (1), dan Tshwane Open (1).

“Sebagai pegolf Afrika Selatan, turnamen ini sangat dekat bagi kami dan ini turnamen pertama yang saya saksikan. Untuk itu, turnamen ini terasa spesial dan Sun City selalu menyediakan turnamen yang hebat, walaupun belum bisa saya menangkan,” kata Charl yang memiliki finis terbaik runner-up dari Martin Kaymer pada 2012.

Li Haotong yang kalah Playoff dari No.1 dunia Justin Rose di Turkish Airlines Open, memiliki putaran final 64 untuk finis keempat di turnamen ini. Li pun berharap dapat memperbaiki hasilnya untuk meraih gelar European Tour ketiganya.

“Musim ini merupakan yang terbaik buat saya, dan saya sedang berpikir begitu positif setelah runner-up di Turki kemarin. Berikutnya, saya perlu mempertahankan permainan terbaik saya saja,” ucap Li.