Indra Hermawan IGT-VI
Indra Hermawan menangi gelar IGT-VI di Rawamangun 2018 / AGolf Design

AGolf.xyz – Seri ke-6 dari Indonesian Golf Tour (IGT) yang berakhir Kamis (30/8), dimenangi Indra Hermawan sebagai kemenangan keduanya tahun ini. Bermain di Rawamangun Golf Club di Jakarta, Indra menorehkan 1-under par 209 untuk mengungguli saingan terdekatnya, Syukrizal dengan 3 strokes.

Memimpin sejak putaran pertama, Indra menjadi pegolf kedua di musim ini setelah Naraajie Ramadhan yang tampil wire-to-wire, atau memimpin sejak putaran pertama saat memenangi IGT Seri-5 lalu.

Mengawali putaran pertama dengan 67, Indra punya ancang-ancang bagus karena hanya pegolf 37 tahun itu saja yang punya skor under-par. Walaupun kemudian 73 di putaran kedua, Indra tetap menjaga dua strokes di akhir 36-hole untuk memenangi total tiga gelar IGT setelah IGT Seri-2 tahun lalu. Ini merupakan kelanjutan dari posisi bagus T.12 di turnamen Asian Development Tour, Ciputra Golfpreneur minggu lalu.

“Sepanjang 7 hole pertama, saya seperti kehilangan feeling karena dua bogey. Banyak kesalahan di setiap pukulannya, dan saya anggap itu karena kecapean setelah bertanding di ADT minggu lalu. Beruntung bisa birdie di hole 8, sebelum pindah ke back nine,” jelas Indra.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Bermain di flight terakhir bersama Adrian Halimi yang mengincar gelar pertamanya, Halimi sempat memimpin tepat di akhir front nine dengan selisih satu stroke. Sayangnya, puncak klasemen hilang begitu saja saat dua bogey 10-11, dibayar mahal dengan dua birdie Indra di hole yang sama.

Even-par lewat dua birdie dan dua bogey di sisa putaran, menaruh nama Indra dengan cek utama Rp34 juta sebagai juara pertama.

“Di hole 10, saya sempat salah tee-off tetapi terselamatkan dengan birdie. Tiga birdie yang kemudian datang di hole 11, 14 dan 15, menambah optimisme walaupun kemudian bogey juga di hole 16. Kembali goyah di hole terakhir, tetap saya anggap beruntung karena bisa 1-under di akhir putaran,” ujar Indra.

Skor terendah Rawamangun tahun ini dicetak Kurnia Herisandy dengan 66. Naik 18 peringkat ke T.4, Kurnia menikmati Top-10 pertamanya setelah dua Top-10 tahun lalu. Begitu juga Jamel Ondo (skor 68) yang untuk pertama kalinya tembus Top-10 di ajang Indonesian Golf Tour.

Sementara itu, tak seperti 5 IGT sebelumnya yang menghadirkan pegolf amatir terbaik di lingkaran Top-10, predikat amatir terbaik atau Low Amateur baru muncul di urutan T.12. Memanfaatkan countback dengan skor 12-over par, Matthew Lumbantoruan terpilih sebagai amatir terbaik mengalahkan Yang Hee Jun dari Korea.