AGolf.xyz– Chanel mengumumkan bahwa mereka akan berhenti memproduksi pakaian dan aksesoris yang terbuat dari bulu binatang serta kulit hewan seperti buaya, ular, kadal. Keputusan tersebut diambil karena tidak mungkin memperoleh produk yang memenuhi prinsip perusahaan.

“Di Chanel, kami terus meninjau pasokan kami untuk memastikan dapat memenuhi integritas brand kami. Semakin hari semakin sulit untuk mendapatkan kulit eksotis yang sesuai dengan standar etika kami,” kata juru bicara Chanel dilansir dari cnn.com.

Chanel akan berhenti menggunakan kulit ular, buaya dan pari dalam produksi tas, mantel dan sepatu yang dijual secara eksklusif dengan harga USD 10.300. Komitmen tersebut mereka buktikan dengan menghapus tas kulit python dari situs web Chanel. Meskipun tas bekas masih dijual seharga USD 6.250 melalui reseller lewat online.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Chanel tidak akan lagi menggunakan kulit hewan dalam produksi kami di masa depan,” kata Kepala Mode Bruno Pavlovsky dilansir dari scmp.com.

Langkah Chanel ini disambut dengan baik oleh kelompok- kelompok hak asasi hewan. Misalnya Ethical Treatment of Animals (Peta) dan Humane Society International (HIS).

Organisasi ini telah beberapa dekade menyerukan kepada merek fashion ternama untuk tidak menggunakan hewan. Dengan motto “hewan bukan milik kita untuk dipakai”.

“Chanel telah menyelamatkan banyak buaya, kadal, ular dan ikan pari dari penderitaan,” kata Direktur HSI, Claire Bass.

“Kini pertumbuhan mode mewah dan ramah lingkungan tidak akan melibatkan penderitaan hewan, dengan ini diharapkan dapat mendorong era mode yang lebih baik.”

Hal ini berarti bahwa barang-barang kulit eksotis Chanel akan menjadi langka dan kemungkinan memiliki harganya akan naik di pasaran. Terobosan yang diambil oleh Chanel akan menjadikan fashion kalangan atas lebih dihargai dan ramah lingkungan.