chang-chill-thailand

AGolf.xyz- Thailand dijuluki sebagai negeri gajah putih yang identik dengan berbagai wisata bertema gajah. Salah satunya adalah Chang Chill, yakni kamp ramah gajah yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk mengamati gajah secara langsung. Berbeda dari tempat pengamatan gajah lainnya, Chang Chill mengusung konsep alam liar yang lebih membebaskan gajah untuk beraktivitas.

Chang Chill dibuka pada Juni 2019 di Chiang Mai, dan telah menjadi tempat komersial ramah gajah pertama di dunia. Kamp ini menawarkan interaksi dengan enam gajah betina yang tinggal di sana, yakni  Mae Mun, Mae Yuen, Mae Too, Moleko, Mae Gohgae, dan Mayura. Dengan mengusung konsep alam liar, hal tersebut tidak membuat stres hewan-hewan dan tidak membuat pengunjung atau pawang terganggu.

Selain mengamati gajah secara langsung dari dek observasi, para pengunjung juga berkesempatan untuk memberi makan gajah secara tidak langsung melalui sistem tabung pengisi. Tabung tersebut diisi dengan aneka makanan gajah seperti tebu, jagung, dan pisang.  Setelah memberi makan, para tamu akan menyaksikan gajah-gajah makan dengan bersembunyi di dalam lubang yang aman.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Selain sebagai tempat ramah gajah, Chang Chill juga mendukung gerakan ramah lingkungan dengan memanfaatkan tenaga air dari sungai setempat. Kemah yang ditingkatkan juga membawa air minum bersih dan septic tank kepada para pawang yang tinggal di lokasi.

Kamp Chang Chill mulai dibuka pada tahun 2017, ketika World Animal Protection bersama dengan para pemimpin industri perjalanan, ingin menyajikan wisata mengamati gajah alam liar di Thailand. Keduanya ingin mendorong kamp untuk beralih dari wahana dan trik gajah ke tempat pengamatan gajah saja. Agar menyajikan wisata gajah lebih ramah lingkungan dan kesejahteraan gajah yang ada di Thailand.