Austin Ernst, Pemenang Portland Classic Tahun 2014/AGolf Design Team

AGolf.xyz- Pegolf bintang Kanada Brooke Henderson sukses meraih kemenangan setelah berhasil menyabet gelar kemenangan keduanya musim ini di CP Women’s Open pekan lalu. Terhitung 24 jam setelah berhasil meraih trofi CP Women’s Open, pada Senin (27/8), Henderson tiba di kota Portland dengan sebuah kepercayaan diri yang baru. Pekan ini Henderson ingin memperpanjang kesuksesannya dengan meraih trofi ketiganya musim ini melalui Cambia Portland Classic, yang tercatat sebagai turnamen reguler sepekan sebelum mayor Evian Championship 2018.

“Kemarin saya sempat mengambil libur sehari untuk rehat dan mengatur ulang mental dan persiapan saya untuk pekan ini. Pekan ini saya tiba dengan semangat baru dan kesiapan yang baru juga,” kata Henderson yang saat ini berusia 20 tahun dan telah mengemas 7 kemenangan di LPGA, seperti dikutip dari LPGA.com pada Rabu (29/8).

Henderson memenangkan Portland Classic pertama kali pada tahun 2015 dimana ia masih berusia 17 tahun. Melalui kemenangan itu pula ia berhasil mendapatkan kartu khusus ke LPGA Tour lalu kembali memenangkan turnamen yang sama pada tahun 2016. Tahun 2017 lalu Henderson berharap mampu mengemas trofi ketiganya, namun ia malah hanya selesai di T.15 atau kalah 10 strokes dari pemenang Stacy Lewis.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Pekan ini dipastikan akan berjalan berbeda dengan tahun lalu, pasalnya Henderson akan hadir di AColumbia Edgewater dengan harapan meraih trofi kemenangan ketiganya musim ini demi menyusul perolehan Ariya dan Hyun Park.

“Saya tentunya sangat ingin finis bagus pekan ini. Saya datang dengan modal kemenangan pekan lalu dan merasa sangat percaya diri saat ini. Saya juga merasa nyaman untuk kembali bertarung di lapangan golf seperti pekan lalu. Pekan ini rencananya saya akan kembali membuat posisi saya di tempat yang bagus, terutama di akhir pekan nanti,” kata Henderson mengenai rencananya di Portland Classic pekan ini. Henderson akan memulai laga hari pertama bersama dengan Lizette Salas dan Su Oh tepat pukul 1:32 siang.

In Gee Chun yang pekan ini juga hadir kembali di Portland Classic juga akan membayar kekalahannya tahun lalu ketika diungguli 1 stroke oleh Stacy Lewis di putaran final. Selama berkarir di LPGA Tour, Chun sudah mengemas 10 kali finis sebagai runner-up.

“Saya ingat semuanya. Saya bermain dengan sangat baik di tiap putarannya tahun lalu, tapi Stacy bermain lebih baik dari saya saat itu. Tahun lalu saya sangat senang bisa bermain dengan pegolf sekelas Stacy dan melihatnya bermain secara langsung. Saya punya banyak kenangan bagus di lapangan ini,” kata Chun mengenai penampilannya di Portland Classic tahun lalu.

Saat ini pemegang dua gelar mayor asal Korea ini sedang memburu kemenangan perdananya di musim 2018 yang tak kunjung mampu ia raih. Ia berharap pekan ini akan memberikannya momentum kemenangan yang ia butuhkan sebagai modal menghadapi Evian Championship pekan depan, sebuah turnamen mayor yang pernah ia menangkan dengan skor 21-under par 263 di tahun 2016 silam.

“Jika saya menang pekan ini, maka saya akan mendapatkan banyak sekali keuntungan, terutama di sisi mental untuk menghadapi mayor itu (Evian). Saya selalu mencoba untuk bermain bagus dan menikmati setiap lapangan golf yang saya mainkan tiap kali tampil. Pekan ini saya juga akan fokus dengan permainan saya sendiri dan kita lihat saja apa yang akan terjadi,” tambah Chun mengenai rencananya di Portland Classic pekan ini. Chun akan melakoni putaran perdanannya bersama dengan Pernilla Lindberg dan Georgia Hall tepat pada pukul 1:10 siang di hole pertama (1).

Banyak orang mungkin memilih tidak terlalu ingin menunjukan kedekataan khusus dengan seorang saudara/i ketika berada di sebuah arena pertandingan. Namun beda dengan pemenang Portlan Classic 2014 Austin Ernst yang justru sangat senang bisa melihat wajah yang sangat ia kenali di tee pertama. Saudara laki-laki tertuanya, Drew Ernst pekan ini kembali akan menjadi pemandu (caddie) dari Austin Ernst dan telah melakukan hal tersebut selama 5 tahun.

“Kami punya hubungan istimewa dalam dunia golf, di samping sebagai saudara kandung. Kami berdua sangat cocok satu sama lain dan itu sudah terjadi sejak kami masih kanak-kanak. Saya merasa nyaman dan aman saat tahu ia berada di samping saya sebagai seorang caddie di lapangan permainan. Ia sangat bagus ketika bermain gold dan tentunya sangat mengenal cara saya bermain lebih dari siapapun di dunia ini. Jika saya punya kendala di lapangan, maka saya akan selalu mempercayakan segalanya kepadanya, begitu pula sebaliknya. Kami berdua saling melengkapi,” kata Ernst mengenai kakak laki-laki sekaligus caddie-nya, Drew Ernst.

Duo bersaudara ini pernah merayakan keberhasilan kerja sama mereka saat Austin sukses meraih trofi Portland Classic tahu 2014 silam. Keduanya berharap mereka dapat mengulang suksesnya kembali di turnamen Cambia Portland Classic pekan ini. Terhitung di lima penampilan Ernst sebelumnya, ia tidak pernah sekalipun finis di luar top 25, dan pekan ini ia datang dengan modal finis di T.4 CP Women’s Open pekan lalu di Kanada.