AGolf– PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp3,7 triliun pada tahun 2017, atau tumbuh 38 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba didorong oleh biaya dana yang lebih rendah, pengelolaan biaya operasional yang disiplin, dan kualitas aset yang lebih baik.

“Bank Danamon terus membukukan laba seiring dengan meningkatnya momentum dari inisiatif strategis jangka panjang kami. Pertumbuhan laba yang berkelanjutan ini adalah hasil dari upaya kami dalam melakukan diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat layanan nasabah, serta penerapan solusi berbasis teknologi dan digital secara komprehensif,” kata Sng Seow Wah, Direktur Utama Bank Danamon melalui siaran pers, ditulis Selasa (13/2).

Portofolio kredit Bank Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass market. Bank Danamon membukukan pertumbuhan pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Enterprise dan Consumer Mortgage. Kredit pada segmen UKM tumbuh 10 persen menjadi Rp28,5 triliun. Portofolio Enterprise, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 4 persen menjadi Rp37,6 triliun. Sementara kredit Consumer Mortgage tumbuh 36 persen menjadi Rp6 triliun.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 5 persen menjadi Rp122,9 triliun dibandingkan setahun sebelumnya. Pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 5 persen untuk roda dua dan 6 persen untuk roda empat dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan total Adira Finance adalah sebesar Rp45,2 triliun atau tumbuh 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) pada 93,3 persen, likuiditas terkelola dengan baik. Pada saat yang sama, giro dan tabungan (CASA) naik 4 persen menjadi Rp50,5 triliun. Sedangkan rasio CASA tumbuh menjadi 48,3 persen dari 46 persen pada tahun sebelumnya. Deposito menurun 5 persen menjadi Rp54,1 triliun melalui pelepasan dana mahal.

Rasio kecukupan modal Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank dikelompoknya. CAR konsolidasian berada pada posisi 22,1 persen, sementara CAR bank only berada pada 23,2 persen.

Bank Danamon terus meningkatkan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin.

“Pada tahun 2017, kami meningkatkan menajamen kredit dengan memadukan semua fungsi proses persetujuan kredit di setiap lini usaha di bawah naungan Chief Credit Officer. Hal ini memungkinkan proses persetujuan kredit yang lebih independen dan meningkatkan kualitas kredit,” tambahnya.

Sampai dengan akhir tahun 2017, total Kredit Bermasalah (non-performing loans/NPL) turun 9 persen menjadi Rp3,4 triliun, pada saat NPL industri naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (Gross non-performing loans) Danamon tercatat pada 2,8 persen. Biaya Kredit (Cost of Credit) juga menurun 21 persen menjadi Rp3,5 triliun. Rasio Biaya Kredit (Cost of Credit Ratio) berada pada tingkat 2,8 persen atau membaik dibandingkan 3,5 persen pada tahun sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here