Logo Tim Internasional untuk Presidents Cup 2019 / PresidentsCup.com
Logo Tim Internasional untuk Presidents Cup 2019 / PresidentsCup.com

AGolf.xyz – Kapten Tim Internasional di Presidents Cup, Ernie Els menyadari Tim Amerika sangatlah dominan saat keduanya akan bertemu mulai Kamis (12/12) pekan ini. Dalam sejarahnya sejak 1994, Tim Internasional hanya mampu memetik satu kemenangan pada 1998 di tuan rumah edisi ini, Royal Melbourne Golf Club, Australia.

Diuntungkan faktor tuan rumah dan takdir 21 tahun silam, Els memasukkan satu hal baru untuk memperbesar peluang menangnya kali ini.

Kapten Els menuturkan ia menggunakan big data yang dikumpulkan 15th Club, sebuah perusahaan data yang membantu Tim Eropa menang besar di Ryder Cup 2018 lalu. Diakuinya, Els mengambil sejumlah saran dari perusahaan tersebut untuk memutuskan pairing sesi pertama fourball yang segera diumumkannya, Rabu (11/12) besok.

“Angka yang diberikan tidak memenuhi ekspektasi saya. Ada beberapa pairing yang saya ingin gabungkan, tetapi data menunjukkan mereka tidak cocok,” ucap Els kepada PGA Tour. “Ini tugas berat untuk menyiapkan pairing Tim Internasional, karena ada beberapa pegolf yang meminta digabungkan dalam satu pairing. Tetapi, saya bilang kalau mereka tidak cocok. Untunglah, mereka bisa mendengar dan saya mencoba untuk merombak ulang siapa harus berpasangan dengan siapa minggu ini.”

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Els bisa berkaca pada Ryder Cup tahun lalu saat Tim Amerika unggul lebih dulu 3-1 di sesi pertama. Di saat tekanan mendera sang Kapten Thomas Bjorn, ia memilih bertahan pada rencana yang disusunnya berdasarkan data 15th Club. Gotcha, Tim Eropa melibas habis 4-0 di sesi Jumat sore.

Tim Eropa pun unggul 10-6 di akhir partai beregu, dan menang 17,5-10,5 yang memperpanjang dominasi tuan rumah selama lebih dari 25 tahun.

Pairing antara Francesco Molinari dan Tommy Fleetwood yang dikenal sebagai MoliWood, merupakan salah satu pencapaian terbesar data ini. 4-0 berhasil diboyong keduanya, serta hasil ciamik lain dari Henrik Stenson-Justin Rose (2-0) dan Rory McIlroy-Ian Poulter (1-1).

Bagi Tim Internasional, beragam statistik terlihat sedikit inferior di hadapan rivalnya itu. Selain kalah 10 kali dari 12 kesempatan Presidents Cup, Tim Internasional secara akumulatif kalah 152-192-48 dari seluruh pertandingan yang telah dihelat. Foursome menjadi kekalahan tragis Tim Internasional dengan 37-69-18, dan single di urutan kedua 59-66-19.

Hanya fourball yang mampu mengimbangi Tim Amerika 56-57-11 selama ini.

“Saya tidak ingin membuat Tim saya tertekan. Sekarang ini, mereka tahu apa yang harus diperbuat dan kami yakin akan membuat poin pada hari Kamis dan Jumat,” komentar Els.

Rookie

Kapten Els percaya diri dengan ketujuh rookie yang harus ia pimpin di Australia. Dengan rata-rata keseluruhan 28,9 tahun, deretan pegolf muda ini akan digabungkannya bersama pegolf veteran seperti Adam Scott dan Louis Oosthuizen. Scott menjadi satu-satunya wakil Tim Internasional yang pernah tampil lebih dari 3 kesempatan.

“Saya melihat keinginan kuat dari pegolf rookie ini. Saya bisa mengetahuinya dari mata mereka,” ucap Els. “Saya rasa, tidak perlu diragukan tentang kebersamaan sebagai tim. Mereka sangat top sebagai individu, dan sekarang ini tugas saya untuk menyatukan mereka.”

Abraham Ancer dari Meksiko merupakan satu di antara empat bendera baru di Tim Interansional. Selain Ancer, terdapat pula C.T. Pan dari Taiwan, Li Haotong dari China, dan Joaquin Niemann dari Chile yang menjadi rookie pertama asal negaranya di skuad Els.

“Dia (Els) sudah memercayakan yang terbaik untuk kita, dan sekarang tugas saya dan teman-teman untuk mewujudkan impiannya itu. Saya sangat yakin di bawah asuhannya Tim Internasional bisa menang lagi,” tutur Ancer.

Persiapan Lapangan

Selain kekompakan, game plan di lapangan menjadi hal yang dipersiapkan Els untuk timnya. Sebagai pemain, Els mencetak hattrick gelar di Heineken Classic 2002-2004 dan membawa Tim Internasional meraih trofi satu-satunya di lapangan ini.

Els meyakini, lapangan ini memerlukan imajinasi dan kecakapan di setiap holenya. Skor 60 yang menjadi rekor lapangan sejak 2004, belum dipecahkan hingga saat ini.

“Saya suka lapangan ini sejak tee hingga greennya. Saya tidak pernah melihat green seperti itu, dan semua hal dari kiri ke kanan, kanan ke kiri, sangat memerlukan imajinasi untuk memainkannya,” tanggapan Els.

“Kesabaran dan ketelatenan merupakan kunci di lapangan ini. Saya meminta setiap pegolf untuk disiplin dan bermain sesolid mungkin. Jika memang ragu dengan driver, taruh saja dan mencoba peruntungan memukul iron,” jelasnya.