AGolf.xyz– Bangunan peninggalan masa lampau memiliki nilai historis dan keunikan masing-masing. Selain itu beberapa bangunan berserah biasanya memiliki peran atau fungsi mereka sendiri pada masa lalu. Namun dengan perkembangan zaman, bangunan bersejarah tersebut telah beralih fungsi dan telah diubah menjadi hotel mewah.

Meskipun telah diubah menjadi hotel mewah, bangunan bersejarah ini tetap mempertahankan bentuk bangunan asli mereka. Hal tersebut dimaksudkan agar para tamu dapat merasakan bagaimana menginap di bangunan bersejarah namun dikombinasikan dengan gaya yang modern.

Hotel dari bangunan bersejarah misalnya the Warehouse hotel bahkan telah memenangkan Design of the Year tahun ini. The Warehouse hotel dulunya berfungsi sebagai gudang rempah-rempah di tepi sungai Singapura. Selain itu masih ada bangunan lainnya seperti dari bekas pabrik gula hingga markas besar studio film tahun 1940.

1.The Paramount House Hotel, Sydney

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

The Paramount House Hotel terletak di bekas markas studio film Paramount Pictures dan gudang yang berdekatan kemudian dipugar dan dihubungkan. Bangunan Art Deco ini telah terdaftar sebagai warisan tahun 1940 yang kini telah diubah menjadi hotel modern. Proyek yang dipimpin oleh Breathe Architecture ini mengubah bangunan tersebut dengan atrium yang berbaur dengan cahaya, langit-langit tinggi dan balok kayu. Serta perpaduan kontemporer seperti ubin teraso (marmer buatan), tanaman indoor dan bak mandi menakjubkan yang terbuat dari kayu blackbutt asli (kayu keras dari Australia).

2. QT Sydney Hotel

QT Sydney Hotel awalnya merupakan State Theatre yang bersejarah dan gedung-gedung department store Growings dari tahun 1960-an. Namun kini telah pugar menjadi sebuah hotel dengan 200 kamar termasuk 19 suite yang telah menghabiskan dana senilai SGD 89 juta oleh Woodhead Architects. Kini telah berubah menjadi hotel kontemporer yang memadukan berbagai arsitektur seperti Gothic, Art Deco dan Italianate dengan interior unik. Dengan desainer interior Shelley Indyk yang merancang setiap kamarnya unik dengan berbagai koleksi seni luar biasa, dikuratori oleh konsultan seni Amanda Love.

3. Alila Yangshuo

Alila Yangshuo merupakan hotel mewah yang dibuka pada pertengahan tahun lalu. Hotel ini menempati bekas pabrik gula yang berusia satu abad. Pemugaran bangunan dilakukan oleh arsitek Dong Gong dari Vector Architect yang berbasis di Beijing dan desainer interior Ju Bin dari Horizontal Space Design. Hotel mewah ini menyediakan 117 kamar suite dan vila dengan warna cat netral serta memanfaatkan bahan organik seperti bambu untuk menjembatani kesenjangan antara kemewahan industri masa lalu dan kontemporer.

4. Nun Assisi Relais & Spa Museum

Hotel ini awalnya merupakan sebuah biara abad ke -13 yaitu biara Saint Catherine dan kini telah diubah menjadi hotel mewah bergaya Italia. Hotel ini terletak di titik tertinggi kota yang menghadap ke Asissi dan gunung Subasio. Hotel ini merupakan perpaduan sempurna antara desain dan sejarah, memadukan peninggalan arkeologi menarik abad ke-1 dengan dinding bercat putih, lengkungan batu bata dan balok kayu.

5. Hotel Pulitzer, The Luxury Collection, Amsterdam

Hotel ini terdiri dari 25 rumah kanal Golden Age di Amsterdam. Hotel ini telah mengalami pemugaran besar pada tahun 2016 oleh desainer Afrika Selatan Jacu Strauss yang memberikan sentuhan modern dan interior dengan barang tidak konvensional seperti terompet yang dipasang di dinding salah satu suite.