AGolf– Merk busana asal Paris, Hôtel, meluncurkan koleksi busana buatan tangan yang dibuat dari kain gorden hotel yang sudah tak terpakai dari seluruh penjuru kota. Alexandra Hartmann, perancang busana dibalik merk Hôtel mengatakan proyek tersebut memiliki filosofi untuk merangkul ketidaksempurnaan materi sumber, dengan setiap potongan kain menghasilkan ciptaan yang benar-benar unik. Karya-karyanya dibuat di sebuah studio di Belleville, Paris.

Dari awal sampai akhir, keseluruhan produksi bersifat lokal, dengan beberapa bahan berasal dari tahun 1940-an. Setiap kain dipilih sendiri dengan maksud untuk menciptakan sesuatu yang istimewa, dan sifat inheren proyek ini berarti setiap jaket berbeda dan hanya ada satu-satunya.

Les Folies du Sud" shirt in petite floral print// 100% cotton Available: @leahmariadk 💌

A post shared by HÔTEL (@hotelvetements) on

“Saya terpesona oleh tirai pertama yang saya temukan. Teksturnya sangat lembut, jenis kain yang ingin melekat di kulit Anda. Itu mengingatkan saya pada tempat yang aman. Jadi, saya mulai membayangkan bagaimana bahan lembut dan padat ini bisa membungkus sekujur tubuh, dan saya terpesona oleh kilau dan keanggunan yang tak terduga yang berasal dari tirai yang sebenarnya sederhana. Pada saat yang sama, kain itu kaya akan sejarah, seperti cerita yang ditenun menjadi kainnya, “kata Alexandra Hartmann dilansir dari Lonely Planet Travel News, Kamis (12/10).

"Les Folies du Sud" 🌱

A post shared by HÔTEL (@hotelvetements) on

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Beberapa jaket menonjolkan lapisan sutra yang menakjubkan dan detail yang rumit, sementara yang lainnya minimalis atau reversibel. Proses mencari tirai terbukti menjadi usaha epik, Alexandra memanggil setiap hotel, motel, dan chambres d’hôtes yang bisa dipikirkannya untuk mencari potongan menarik dan unik yang sesuai.

“Reaksinya benar-benar positif. Sesungguhnya saya tidak benar-benar mengharapkan apapun, saya hanya melakukannya dan bersenang-senang. Saya sangat berterima kasih atas respon positifnya, dan ini membantu saya maju, ternyata saya bukanlah satu-satunya yang tampaknya memikirkan apa yang saya lakukan itu menarik, “kata Alexandra.