AGolf.xyz– Mana yang lebih dulu klub golf atau bola golf? Jawabannya paling tegas adalah bola golf, karena sejarah Rules of Thistle Golf Club memuat hal tersebut dengan jelas. Dilansir dari berbagai sumber, dalam empat ratus tahun pertama golf hanya ada empat jenis bola golf yakni the Hairy, the Feathery, the Gutty dan the Haskell.

Semua orang menyebut golf sebagai permainan ‘tongkat dan bola’, sehingga terkesan menekankan peran klub. Sebenarnya sepanjang sejarah dan bahkan hari ini, perkembangan bola golf menjadi lebih penting.

Bola golf pertama dari abad ke-14 dibuat dari kayu, khususnya beech dan elm oleh tukang kayu menggunakan alat-alat tangan. Mereka tidak bulat sempurna. Meski begitu bola kayu diketahui digunakan dalam permainan di Eropa utara seperti Colf, Crosse and Mail.

Contoh bola-bola ini telah ditemukan dan deskripsi bola kayu di golf dan jenis kayu yang digunakan berasal dari sumber-sumber ini. Meskipun lebih tahan lama, bola kayu ini hanya bisa dipukul paling jauh sekitar 75 meter.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Abad ke-17 ada peningkatan desain bola menjadi “featherie”, sebuah bola kulit yang diisi dengan bulu burung dan dijepit secara ketat. Tetapi bola ini butuh waktu lama untuk dibuat dan juga tidak bulat sempurna.

The ‘feathery’ atau ‘featherie’, yang mendominasi golf selama lebih dari 200 tahun diyakini dibuat untuk lapangan jenis links di Skotlandia. Tetapi, sebelum “feathery” muncul, sudah ada bola jenis “hairy” misterius yang ditulis dari sejarah golf. Sementara penggunaan bola kayu di golf Skotlandia adalah asumsi, tetapi tanpa bukti yang pasti.

Bola Cetak Pertama

Pada pertengahan 1800-an, seorang pria bernama Robert Adams Paterson membuat bola cetakan pertama. Dia menemukan bahwa getah dari pohon sawo dari Malaysia bisa dipanaskan, ditempatkan ke dalam cetakan bulat dan kemudian akan mengering dengan keras. Disebut guttie, ini adalah bola golf pertama dengan kemampuan manufaktur massal, dan dengan bonus tambahan bahwa bola ini bisa dipanaskan dan dicetak ulang jika sudah usang.

Kemudian penemuan yang menarik dibuat. Guttie yang sudah sering dipukul meninggalkan pola-pola kasar di permukaannya justru memiliki jalur penerbangan yang lebih konsisten. Torehan-torehan kecil pada permukaan bola ternyata membantu menstabilkan bola ketika melayang.

Produsen bola golf kemudian mulai mengukir dan memahat tekstur yang berbeda ke permukaan guttie, mencoba menemukan pola yang paling kondusif agar bolanya melayang dengan stabil.

Pada akhir 1890-an, jenis bola golf baru telah diciptakan secara tidak sengaja oleh pengunjung ke pabrik barang karet B.F. Goodrich. Seorang pria bernama Coburn Haskell ada janji golf dengan Bertram Work, seorang inspektur Goodrich. Sementara Haskell sedang menunggu temannya di pabrik, dia dengan santai melilitkan sekelompok karet ke dalam bentuk bola dan dengan memantulkannya, ia menemukan bahwa bola itu berisi sejumlah besar energi potensial. Work dan Haskell kemudian menindaklanjuti itu dengan menggunakan getah dari pohon Balata, dan guttie menjadi usang.

Hingga awal 1900-an, semua bola golf dipola dengan tonjolan. Tapi kemudian seorang penemu anonim menemukan bahwa lekukan di permukaan adalah cara terbaik bagi bola agar lebih aerodinamis. Seperti inilah bola golf Abad ke-20 tercipta.