Donald Trump / youtube
Donald Trump / youtube
Donald Trump / Youtube

AGolf – Ekonom Bahana Securities Fakhrul Fulvian menilai kemenangan kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump akan memberi risiko ketidakpastian terhadap pasar perdagangangan Indonesia.

“Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih efek sementara. Untuk jangka menengah akan memberi risiko ketidakpastian terhadap pasar perdagangangan Indonesia, pasalnya Trump dalam kampanyenya berusaha untuk memberikan prioritas terhadap produksi rakyat Amerika Serikat,” papar Fakhrul Fulvian dalam kajiannya di Jakarta.

Ia mengatakan bila Trump mengimplementasikan semua janji-janji kampanyenyanya, akan ada beberapa potensi risiko perdagangan yang mungkin timbul mengingat pemerintah Indonesia telah menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Trans Pacific Partnership (TPP), guna mendukung industri tekstil dan lainnya.

Ia mengemukakan bahwa data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia ke Amerika Serikat naik cukup signifikan dari hanya 7,9 persen pada tahun 2013 menjadi 11,3 persen pada Agustus 2016.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Jika janji kampanye yang pernah dinyatakan Trump direalisasikan maka perjanjian perdagangan seperti NAFTA, TPP kemungkinan besar bisa diminta untuk renegosiasi,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Utama BEI Tito Sulistio menilai bahwa IHSG yang mengalami tekanan pada Rabu (9/11) tidak lepas dari sentimen pemilu presiden Amerika Serikat yang di luar perkiraan. Kondisi itu membuat psikologis investor pasar saham domestik menjadi negatif.

“Ada sedikit hilang kepecayaan di pasar ketika Donald Trump menang. Hasil ekonomi kita sebenarnya bagus, tetapi saat ini psikologis pasar yang sedang bermain, bukan faktor fundamental ekonomi kita,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaku pasar cenderung khawatir mengenai cara kerja Donald Trump dalam mengelola ekonomi Amerika Serikat ke depannya.