Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau pembangunan terowongan MRT September lalu/ Biro Pers Istana
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau pembangunan terowongan MRT September lalu/ Biro Pers Istana
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau pembangunan terowongan MRT September lalu/ Biro Pers Istana

AGolf – Awal pekan ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data bahwa pertumbuhan Indonesia kuartal III-2016 berada di 5,02 persen. Meski melambat dibanding kuartal sebelumnya, namun beberapa ekonom melihat bahwa ke depannya akan ada peningkatan pertumbuhan Indonesia.

Menurut Peneliti Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Hidayat Amir, perubahan ekonomi triwulan III-2016 lebih rendah karena penurunan ekspor. Salah satu penyebabnya adalah kondisi global yang memang belum cukup bergairah.

“Namun demikian, perekonomian 2016 masih optimistis untuk dapat tumbuh di kisaran  5,1 persen sampai 5,3 persen,” ujar Hidayat, dikutip laman Kemenkeu, Senin (14/11).

Sementara itu, Ekonom dari Universitas Lambung Mangkurat Handry Imansyah mengatakan, belanja pemerintah akhir tahun akan memacu peningkatan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ke depan akan terus menguat karena berbagai proyek infrastruktur yang sudah berjalan akan berpengaruh pada peningkatan efisiensi perekonomian.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Selain itu, beberapa harga komoditas utama mulai bergerak naik dalam beberap bulan terakhir,” ujar Handry.

Sedangkan Hans Z. Kaiwai, Ekonom dari Universitas Cendrawasih Papua menyebut bahwa, tahun 2016 perlu dijadikan tonggak perbaikan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

“Terobosan yang telah dilakukan pemerintah melalui sejumlah paket kebijakan ekonomi, dan dukungan keberhasilan tax amnesty akan memberikan prospek yang semakin baik untuk saat ini maupun akan datang,” katanya.