Nelly Korda jadi salah satu rookie di Solheim Cup 2019, dengan peringkat 10 dunia saat ini / AGolf Design
Nelly Korda jadi salah satu rookie di Solheim Cup 2019, dengan peringkat 10 dunia saat ini / AGolf Design

AGolf.xyz – Rookie. Seringkali disematkan kepada orang yang baru mengenal tentang suatu pengalaman di hidupnya. Saking barunya, rookie sering dianggap sebelah mata meskipun sebenarnya mereka bisa mengejutkan. Tak terkecuali di Solheim Cup yang segera memainkan partai pertama pada Jumat (13/9) besok.

Dari Tim Amerika, sang Kapten Juli Inkster kedatangan 6 rookie yang belum mengenal Solheim Cup sebagai pemain. Tetapi ia percaya, rookienya telah mengenal atmosfer Solheim Cup dari sisi lapangan.

Ia yakin, nasibnya akan sama seperti Tim Eropa saat membawa keenam rookienya ke Colorado Golf Club, 6 tahun lalu. Kala itu, menghadapi Amerika di bawah Kapten Meg Mallon, Eropa melumat tuan rumah dengan 18-10. Bahkan, keenam rookie menghasilkan skor jauh lebih banyak dengan 12-5-3.

Pegolf Spanyol Carlota Ciganda tak terkalahkan dari ketiga partainya. Rekan Spanyolnya, Beatriz Recari menyumbangkan 3-1-0. Duo Inggris, Jodi Ewart Shadoff dan Charley Hull saling membuat 2-1-0, sedangkan Caroline Masson 2-1-1. Hanya Giulia Sergas yang tidak membuat satu kemenangan, tetapi menahan halved Jessica Korda di single.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Dari edisi itu, Ciganda, Hull, Jodi, dan Masson kembali ke skuad Tim Eropa dengan komposisi lebih matang pekan ini.

Rookie Amerika

Terdapat lima rookie yang seluruhnya memperjuangkan tempat di Solheim Cup melalui kualifikasi. Ally McDonald menjadi pegolf terakhir yang masuk setelah mundurnya Stacy Lewis karena cedera.

Nelly Korda, Marina Alex, Megan Khang, Brittany Altomare, Annie Park, dan Ally McDonald merupakan rookie yang bersinar di LPGA. Nelly, adik dari Jessica Korda kini ada di urutan 10 dunia dengan dua gelar LPGA. Sedangkan rookie lainnya, tersebar di antara No.32 hingga No.51 dunia.

“Kau tahu, keenam rookie ini merupakan yang terbaik di Amerika saat ini. Mereka sangat pantas ada di tim,” ucap Inskter.

Inkster merasa pemain mudanya akan bermain baik, tetapi ia mengkhawatirkan Solheim Cup yang tidak pernah dimenangi Amerika saat berkunjung ke Skotlandia. Seperti pada 1992 di Dalmahoy dan Loch Lomond 2000 lalu, Eropa membantai dengan membabi-buta di kedua edisi tersebut.

Usai kalah telak 4,5-11,5 di turnamen inagurasi 1990, Tim Eropa membalas 11,5-6,5 pada 1992. Di kesempatan ini, Inkster menjadi rookie dengan skor 1-1-1. Berikutnya di 2000, Kapten Dale Reid mengambil momentum 4-0 di sesi Jumat pagi untuk menang 14,5-11,5.

“Skotlandia bukan tempat yang bersahabat buat kita, tetapi saya beruntung punya rookie yang banyak. Saya menanamkan mindset untuk bermain selepas mungkin. Dan selagi kita bermain sebagai tim, apapun halangannya bisa kita lewati,” yakin Inskter.

Veteran

Menjebol rekor kurang menguntungkan bagi Amerika, Inkster mengantongi 6 pegolf veteran dengan pengalaman mumpuni. Ada tiga pegolf yang baru mencicipi satu Solheim Cup saja, namun Lizette Salas, Lexi Thompson, dan Morgan Pressel telah makan asam garam di tiga Solheim Cup lebih.

Ketiganya merupakan penentu comeback terbaik Solheim Cup di Jerman, 4 tahun lalu. Tertinggal 6-10 di akhir sesi berpasangan, Amerika menang tipis 14,5-13,5 yang 2,5 poin disumbangkan Salas, Thompson, dan Pressel di partai single.

Dari catatan ketiganya juga, Lexi yang telah bermain sejak 2013 baru mengalami dua kekalahan yang seluruhnya berasal dari fourball edisi tersebut. Pressel telah memetik 10 kemenangan dari kelima penampilan. Sedangkan Salas, belum terkalahkan di partai single dengan 2,5 poin.