bamboo-forest-jepang

AGolf.xyz– Jepang sebentar lagi menjadi tuan rumah perhelatan olahraga multi cabang terbesar, yakni Olimpiade 2020. Jika Anda adalah penggemar event olahraga, ini adalah saat yang tepat untuk sekaligus berpelesiran ke Negeri Matahari Terbit.

Tapi bagi mereka yang baru pertama kali mengunjungi Jepang, ada baiknya memperhatikan etika yang berlaku di masyarakatnya. Berikut beberapa etika yang perlu diketahui saat berkunjung ke Jepang.

  1. Jangan memberi uang tip: Saat berkunjung ke restoran atau menggunakan jasa tertentu mungkin bagi beberapa orang memberikan uang tip adalah hal yang wajar. Namun, praktik pemberian tip ini bukanlah sesuatu yang wajar di Jepang. Pasalnya, gaji pekerja sepenuhnya berasal dari perusahaan. Dan mereka tetap akan memberikan pelayanan terbaik pada para pelanggan meski tanpa uang tip.
  2. Hindari makan atau minum saat berjalan: Hal ini mungkin juga merupakan etika yang sama bagi beberapa orang di Indonesia, karena makan atau minum saat berjalan dianggap tidak sopan. Namun di Jepang, hal ini tidak biasa dilakukan karena ada konsep “Ikkai ichi dousa” atau melakukan satu hal pada satu waktu.
  3. Jangan membayar uang tunai langsung ke kasir: Saat pergi ke toko-toko, ada pemandangan umum sebuah nampan plastik kecil diletakkan di sebelah mesin kasir. Jika membayar dengan uang tunai, kesopanan yang umum adalah menempatkan uang di nampan tersebut, daripada menyerahkannya ke kasir secara langsung. Begitu pun dengan kembalian yang akan Anda terima, kasir akan mengembalikan uang pada pelanggan dengan cara yang sama. Meski begitu, jika Anda menemukan toko tanpa nampan di sebelah kasir, Anda dapat menyerahkan uang tunai langsung ke kasir.
  4. Jangan buka pintu taksi: Meskipun disarankan untuk menggunakan jaringan angkutan umum Tokyo yang disediakan dengan baik, kadang-kadang mungkin perlu naik taksi. Jadi ingatlah untuk tidak membuka pintu taksi. Pintu dioperasikan oleh pengemudi dan terbuka secara otomatis untuk penumpang. Sehingga akan terlihat kasar jika seseorang membuka pintu sendiri. Setelah tiba di tujuan Anda dan membayar ongkos, pengemudi akan kembali mengaktifkan pintu bagi penumpang untuk keluar.
  5. Jangan bicara di atas kereta: Kereta merupakan salah satu moda transportasi utama di Jepang. Masyarakat Jepang sangat suka menggunakan kereta. Sehingga pada jam-jam sibuk, tingkat kepadatan penumpangnya bisa 200 persen dari kapasitas normal. Meski penuh sesak, Anda tidak akan menemukan keriuhan obrolan penumpang. Pasalnya, menurut etika yang ada seorang penumpang boleh mengirim pesan teks atau bermain game, tapi berbicara di smartphone dilarang keras, dan bahkan percakapan di antara penumpang tidak disarankan. Perlu juga dicatat bahwa, walaupun mengambil foto melalui jendela dapat diterima, tidak disarankan untuk mengambil foto dalam kereta yang sibuk, terutama pada saat anak-anak atau siswa-siswa sekolah memadati gerbong kereta.
  6. Dilarang makan di atas kereta, kecuali di atas kereta cepat: Meskipun minum pada umumnya dapat diterima, tapi makan bahkan pada gerbong yang relatif kosong itu dianggap sesuatu yang buruk untuk makan dan ngemil paling baik dilakukan saat sudah tiba di stasiun. Pengecualian untuk aturan ini adalah untuk kereta peluru berkecepatan tinggi.
  7. Ketika di eskalator, berdirilah di sisi kiri dan berjalan di sisi kanan: Untuk membantu memastikan arus lalu lintas pejalan kaki yang lancar, terutama di stasiun kereta api yang sibuk, praktik ketika mengendarai eskalator di Tokyo adalah berdiri di sisi kiri, dan berjalan di sisi kanan. Namun, perlu diketahui bahwa di Osaka, praktik ini terbalik.
  8. Bawa pulang sampah jika tidak bisa menemukan tempat sampah: Setelah lama absen, tempat sampah telah mulai kembali dipasang di stasiun kereta, taman dan ruang publik Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Namun, merupakan hal yang umum untuk melihat tempat sampah itu terkunci sebagai tindakan keamanan. Jadi, jika Anda memiliki sampah dan tidak menemukan tempat sampah, maka bawa pulang sampah ke hotel untuk pemilahan dan pembuangan yang tepat.