Tee Marker Olimpiade / LPGA
Tee Marker Olimpiade / LPGA

AGolf.xyz – Musim 2019 menjadi salah satu musim paling memusingkan bagi European Tour dan PGA Tour. Dimulai dari Olimpiade Rio 2016 yang memasukkan golf sebagai salah satu cabang olahraga, kedua tur ini mulai memikirkan bagaimana menghindari bulan Agustus yang menjadi jadwal Olimpiade di setiap tahun kabisat.

Di musim ini saja, PGA Championship, THE PLAYERS Championship, BMW PGA Championship, dan FedExCup mengalami perombakan besar-besaran. Dan untuk musim depan, ancaman Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang dapat merusak tatanan jadwal yang sudah terbangun rapih selama ini.

Salah satunya turnamen nasional Irlandia, Irish Open yang pekan lalu mendapat sambutan luar biasa di Lahinch Golf Club. Dipimpin host turnamen Paul McGinley, turnamen ini menampung 86.000 penonton selama 4 putaran yang dimenangi Jon Rahm.

Irish Open yang statusnya diperkuat dengan Rolex Series, menjadi satu di antara tiga turnamen links di kawasan Britania Raya dan Irlandia. Bersama Scottish Open dan the Open, ketiganya menjadi turnamen paling kompetitif di lapangan links.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Namun, turnamen ini akan menghadapi masa-masa sulit tahun depan. Kepercayaan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mempertahankan golf di Olimpiade Tokyo 2020, membuat ajang 4 tahunan terbesar di planet itu diprediksi diikuti banyak pegolf top.

Tiger Woods dan Rory McIlroy telah memastikan keikutsertaan mereka di Jepang tahun depan. Keduanya hadir setelah meninggalkan Olimpiade Rio 2016 yang sedikit bermasalah karena virus zika, dan Tiger yang tengah cedera.

Musim 2016
Justin Rose raih medali emas untuk Great Britain NYT
Justin Rose raih medali emas untuk Great Britain / NYT

Kembalinya golf ke Olimpiade untuk pertama kalinya sejak 1904 di St. Louis Amerika, begitu berdampak pada jadwal turnamen di tur golf dunia. Hal ini bisa dilihat dari sempitnya jadwal antara US Open, WGC Bridgestone Invitational, the Open, dan PGA Championship yang hanya berselang dua minggu di antara satu dengan yang lain.

Dari European Tour, para pegolf Eropa dipusingkan dengan pemilihan French Open dan WGC-Bridgestone Invitational di waktu yang bersamaan. European Tour pun meminta para pegolfnya yang bermain di Akron, Ohio untuk merelakan poin Ryder Cup mereka tidak bertambah sama sekali.

Hadirnya Olimpiade Tokyo 2020, diprediksi akan mengulang kondisi yang sama di Brazil. WGC-FedEx St. Jude Invitational yang hadir di akhir Juli, ternyata jadwal tersebut persis sama dengan jadwal turnamen pria di Tokyo 2020. Hal itu diperkirakan akan memaksa WGC-FedEx St. Jude Invitational dipercepat dari jadwal saat ini.

Salah satu slot yang mungkin, ada di antara US Open dan the Open. Dalam hal ini, turnamen tersebut sudah diisi Irish Open di European Tour. Dengan status seperti WGC dan Rolex Series, rasanya sangat aneh menggabungkan dua turnamen penting di waktu yang sama.

Hanya ada satu opsi yang mungkin terjadi, yakni Irish Open harus diubah jadwal turnamennya. Namun, agak mengherankan juga ketika ia diletakkan sebagai satu-satunya turnamen links meninggalkan Scottish Open dan the Open.

Pertemuan Ketiga Asosiasi

Ketua European Tour dan PGA Tour, Keith Pelley dan Jay Monahan menjadwalkan pertemuan dengan IGF, Yayasan Golf Internasional di Royal Portrush pekan depan.

Shane Lowry dari Irlandia kepada Irish Times menyampaikan, turnamen nasionalnya bisa diusulkan di antara BMW PGA Championship. Jarak yang cukup berdekatan antara Irlandia dan Inggris, sangat memungkinkan hal tersebut terjadi. Apalagi, Alfred Dunhill Links Championship di tiga lapangan links Skotlandia, menjadi turnamen yang hadir setelah BMW PGA Championship dalam kalender 2019 ini.