AGolf.xyz-  Festival Budaya Irau Malinau (FBIM) ini menggambarkan keberagaman suku Dayak yang ada di Kalimantan dan keharmonisan hubungan manusia suku Dayak. Festival ini diadakan 14-26 Oktober dan telah diadakan ke-9 kalinya. Festival ini menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, mulai dari menari, gulat, memainkan alat musik dan pameran kerajinan. Festival Budaya Irau Malinau juga menjadi salah satu 100 Wonderful Events di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

Salah satu atraksi utama dari festival ini adalah pasa hwal, yakni sebuah tradisi gulat yang ada di kalangan Dayak Sa’ban. Dalam pertunjukan tersebut dua puluh pria Suku Dayak Sa’ban akan berdiri berhadap-hadapan dengan pakaian tradisional khas Dayak dan bertelanjang dada.

Pasa Hwal/pesona indonesia

Gulat ini juga memiliki seorang wasit dengan pakaian tradisional mempersilahkan satu persatu para pemuda untuk saling mendekap dan berusaha menjatuhkan lawan. Dahulu kala, cara tersebut merupakan seleksi untuk menunjuk pemimpin suku, yang terkuat dan paling tangkas dianggap bisa melindungi dari gangguan musuh.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Dalam festival ini juga mempersembahkan ani ka’bo (sebentuk liontin khas Sa’ban) paling besar yang pernah dibuat. Liontin ini berwarna merah dan dipasang menjuntai ke uluhati. Atraksi pasa hwal dan ani ka’bo terbesar ini merupakan satu dari banyak atraksi adat Dayat yang dihadirkan di festival Irau ini.

Setiap kali festival ini digelar, masyarakat dari pedalaman turun ke kota Malinau untuk memeriahkan acara ini. Seperti warga desa Setulang yang di dominasi oleh suku Dayak Kenyah dan beberapa suku lainnya yang tersebar di desa Malinau menggelar tontonan spektakuler. Semuanya bergabung menjadi satu dan memainkan lebih dari 1000 sampe (alat music tradisional seperti gitar-kecapi). Bahkan pertunjukan ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai alat music tradisional yang pernah dimainkan.

Festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara menarik lainnya seperti tarian perang, prosesi migrasi, pernikahan, musi, upacara adat, kerajinan hingga batik khas Malinau. Selain itu festival ini juga menghadirkan ratusan booth yang memamerkan hasil kerajinan dan kesenian khas Malinau. Festival ini juga dimeriahkan dengan kehadiran artis ternama ibu kota seperti Siti Badriah dan Via Vallen.