AGolf.xyz– Aceh dikenal sebagai salah satu destinasi wisata halal di dunia, kini tengah menggelar festival musik tradisional bertema Aceh International Rapa’i Festival (ACIRAF). Festival musik internasional ini akan diselenggarakan pada 4-7 November di tiga tempat di Kota Lhokseumawe, yakni Stadion Tunas Bangsa, Lapangan Sudirman, dan Waduk Jeuleukat.

Festival ini merupakan salah satu dari agenda 100 Event Wonderful Indonesia 2018 yang telah digelar kedua kalinya. Tahun ini ACIRAF mengusung konsep perkusi bernuansa religi Islami dengan alat musik tradisional khas Aceh, yakni Rapa’i.

Alat musik Rapa’i biasanya dimainkan dalam pertunjukan tari, upacara keagamaan atau acara lainnya seperti penikahan, khitanan, peringatan dan acara tradisional. Rapa’i memiliki bentuk bundar dan dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan. Biasanya rapa’i digunakan untuk mengatur tempo, ritmik, gemerincing serta membuat suasana menjadi lebih hidup dan meriah.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Festival ini merupakan salah satu komitmen Pemerintah Aceh dalam melestarikan kesenian tradisional yang dimiliki oleh Aceh. Festival ini juga akan diramaikan oleh 2.000 penabuh rapa’i dari berbagai negara yang juga menjadi ajang untuk memperkenalkan seni perkusi Aceh ke mata dunia.

Selain pertunjukan musik festival ini juga akan diadakan kegiatan lainnya seperti seminar budaya, kunjungan ke situs sejarah dan masih banyak lainnya. Festival ini juga dimeriahkan dengan kehadiran seniman-seniman dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Uzbekistan, Mesir dan Turki.

Untuk tamu dari luar negeri akan diajak ke lokasi pembuatan rapa’i di kota Lhokseumawe. Para tamu juga akan disambut dengan pementasan tari peumulia jamee (memuliakan tamu) yang dikemas dalam kebudayaan di Lhokseumawe. Tarian ini berarti memuliakan tamu dengan penyambutan dan menyajikan ranup (sirih) serta makanan – makanan khas Aceh.