AGolf.xyz– Pulau Nias setiap tahun menggelar Festival Ya’ahowu. Festival ini adalah acara tahunan yang akan menampilkan pertunjukan tradisional masyarakat Pulau Nias. Salah satu yang terkenal adalah lompat batu legendaris yang disebut Fahombo atau permainan Rago Ue, Fafusi, Fabelugama atau Fibiri. Festival ini akan diselenggarakan pada 16-20 November di Gunung Sitoli, kota terbesar di Pulau Nias.

Selama festival para pengunjung akan disuguhi berbagai pertunjukan kesenian, kerajinan tangan dan berbagai kuliner khas Nias. Selain itu juga akan digelar festival patung dan ukuran tradisional dengan menampilkan perajin terbaik dari seluruh Nias.
Festival Ya’ahowu juga akan dimeriahkan dengan parade budaya yang menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari semua kabupaten dan kota di Pulau Nias.

View this post on Instagram

Serba-serbi Pesta Ya'ahowu 2017 🇲🇨 — Atraksi Persembahan dr kontingen Kabupaten Nias Barat, pd Pesta Ya'ahowu 2017, yg merupakan Tari Kreasi Perpaduan dari bbrp Tarian Adat, antara lain: 🔹Tari Bólihae, 🔹Famaola Afo, 🔹Folaya Saembu 🔹Fanari Moyo 🔹Maena Maru — 📝 Day 2, 24 Nov 2017 cc: @kemenpar @christ_daeli ______________________________________ Taken by: @davidw3nz_wong Location: Taman Ya'ahowu, Gunungsitoli #nias #niasoke #niasselatan #niasutara #niasbarat #gunungsitoli #pulautello #visitnias #surfing #lagundri #wajahnias #sorake #gadisnias #adatnias #ononiha #hombobatu #sukunias #etnisnias #explorenias #visitsumut #pesonanisel #onoalawenias #niaswarrior #niasculture #niasisland #pestayaahowu #pestayaahowu2017 #pesonakepulauannias #pesonaindonesia #wonderfulindonesia _______________________________________ Keep this place clean during your visit 😊 Like & share to your friends. 👍🏻

A post shared by Nias Oke! – www.niasoke.com (@niasoke) on

Atraksi budaya
Pertunjukan lompat batu atau Famoho (Hombo Batu) menjadi salah satu atraksi yang paling ditunggu. Lompat batu akan dilakukan oleh 100 pelompat batu (para pemuda Nias) dan akan masuk Museum Rekor Indonesia (MURI). Tradisi lompat batu ini telah diwariskan secara turun temurun pada setiap keluarga di Nias. Awalnya tradisi ini muncul sejak adanya perang antardesa yang dibentengi dengan batu atau bambu setinggi dua meter.

View this post on Instagram

Warisan leluhur yang wajib dilestarikan “Lompat Batu” :: :: Desa wisata lompat batu Bawamataluo.. :: :: @official.wonderful.indonesia @indonesia_geographic @wonderful_location @wonderful_places @wonderfulnias @up3_nias @hafiraskincare :: : #desawisatalompatbatu #lompatbatu #lompatbatunias #pulaunias #gunungsitoli #lompatbatupulaunias #bawamataluo #pikkpln #harilistriknasional #bumnhadiruntuknegeri #energioptimisme #teranginegeri #regionalsumatera #kerjabersamateranginegeri #pln #dokterkulit #dokterkulitfirdaspkk #dokterfirdaspkk #hafiraskincare #dokterjerawat #chanelbag #dokterkulitsurabaya #dokterkulitbangilpasuruan #photography #photoshoot #photooftheday #instagood #instastory

A post shared by Dr Firda N. Kusdwiharto,Sp.KK (@dokterkulitfirda) on

Selain itu juga ada atraksi Tari Perang Spektakuler yakni Tari Fataele yang akan diperagakan oleh para penari dengan pakaian tradisi perang. Pakaian tradisi perang memiliki warna hitam dan kuning, lengkap dengan aksesori berbentuk penutup kepala, serta tanduk kerbau yang ditancapkan di hidung. Setiap penari juga akan dilengkapi dengan tombak, tameng dan pedang Tologu.
Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Festival Ya’awohu diselenggarakan dengan tujuan mempromosikan budaya unik Pulau Nias ke seluruh Indonesia dan dunia internasional. Serta menarik lebih banyak wisatawan untuk merasakan keajaiban Nias yang mempesona. Salah satunya adalah ombak Nias yang terkenal di seluruh dunia karena massive break. Ombak sempurna ini pertama kali ditemukan di Nias oleh peselancar asal Australia dan kini Nias menjadi surga bagi para peselancar. Sehingga Nias menjadi tuan rumah Kejuaraan Surfing Terbuka Indonesia di Pantai Lagundri.