Selasa, September 28, 2021

Final THE PLAYERS Championship 2019

AGolf.xyz – Dalam 6 minggu ke depan, Rory McIlroy segera berulangtahun ke-30 tepat 4 Mei 2019. Menyambut ulang tahunnya itu, Rory baru saja meraih gelar THE PLAYERS Championship yang ia idam-idamkan.

Di final yang berlangsung Minggu (17/3) waktu setempat, Rory menahan Jim Furyk yang menempel ketat total skornya, 16-under par 272. Furyk yang berusia 48 tahun, finis satu stroke di belakangnya dengan birdie di hole terakhir.

Dengan gelar THE PLAYERS ini, Rory menganggap dirinya tengah memasuki fase baru di kariernya. Segera berkepala tiga, Rory merefleksikan konsistensi dan kesabaran yang telah ia pupuk sejak lama.

“Saya perlu memandang dengan kacamata baru, dan lewat kemenangan ini, perspektif baru itu sedikit banyak bisa terlihat,” ucap Rory.

Dalam 10 tahun kariernya di PGA Tour, Rory membayar lunas rasa penasarannya di TPC Sawgrass lalu. Mengembalikan double-bogey yang sempat hadir di hole 4, Rory perlahan-lahan mengejar trofi THE PLAYERS pertama yang kini berganti dengan warna emas seluruhnya.

Trofi yang ia dapat itu, membungkam nyinyiran sinis ketidakmampuannya menang di flight terakhir. Memang benar, sejak awal tahun 2019 ini, Rory menjadi pegolf dengan peluang menang cukup banyak. Di Hawaii, Meksiko, hingga Bay Hill, seluruhnya tampil di flight terakhir namun sayang harus kandas di lingkaran Top-6 saja.

“Sejak awal tahun, saya melihat Rory yang lebih tenang di TV. Saya sangat optimis satu waktu dia bakal menang besar,” kata Jason Day, yang bermain satu flight dengan Rory di putaran final.

Ternyata, tak perlu waktu lama untuk menantikan kemenangan Rory. Tidak memenangi gelar dari 9 penampilan flight terakhir, Rory bermain lebih positif di TPC Sawgrass dengan skor 70. Hal ini ia dirikan sejak 22 putaran tanpa over-par mulai awal tahun 2019.

“Saya pikir, semua pengalaman yang saya serap beberapa minggu terakhir ini semakin memperbesar peluang menang saya. Di setiap turnamen yang gagal saya raih sebelumnya, juga memupuk rasa percaya diri saya di TPC Sawgrass ini,” tutur Rory. “Mungkin saja jika tidak ada rasa sakit itu, saya tidak bisa menjadi orang pertama dengan trofi baru THE PLAYERS ini.”

Back Nine Rory

Infografis THE PLAYERS Championship
Infografis Rory McIlroy di THE PLAYERS Championship 2019 / AGolf Design by Angga

Tipisnya selisih strokes antara satu dengan pegolf yang lain, membuat Rory ekstra waspada. Di hole 16 par-5, dua puttnya dari 19 kaki memastikan posisi teratas dengan selisih satu stroke saja dari Furyk yang telah selesai. Ia pun ditantang di dua hole terakhir, untuk mendapatkan gelar pertama sejak Arnold Palmer Invitational 2018.

Di Island Green, hole yang menjadi momok bagi kebanyakan orang ini, ia mainkan dengan 9-iron. Tee shotnya tepat berhenti di area green dan berhasil ia selamatkan dengan par.

Melangkah ke hole terakhir yang secara statistik, menjadi salah satu hole dengan tee shot tersulit di golf. Malam sebelumnya, Rory menghabiskan waktunya di range untuk memperbaiki drivernya setelah ‘bencana’ 4 hit fairway saja. Tidak biasanya Rory pergi ke range setelah putaran berakhir. Tetapi, ia juga tidak ingin melepas trofi yang sudah di depan mata hanya karena bermasalah di stik driver.

“Driver merupakan stik yang cukup buruk di moving day. Banyak sekali kesalahan yang kemudian menuntut saya untuk segera diperbaiki di range,” cerita Rory.

Hong Kong Open 2008

Perbaikan di range, juga didasari karena bencana yang sempat terjadi di Hong Kong Open 2008. Turnamen yang ia ikuti saat bersanction Asian Tour dan European Tour itu, nyaris dimenanginya di putaran terakhir.

Namun, tee shot di hole 18 sempat menghantuinya sepanjang pekan. Daripada dipusingkan dengan driver, ia lebih memilih 3-wood yang malah membuatnya masuk ke Playoff. Melawan Lin-Wen Tang dan Francesco Molinari, ia kalah dari Lin-Wen di tambahan hole kedua.

“Dua kali tee shot yang saya anggap buruk di 18, mengingatkan saya persis seperti Hong Kong Open 2008. Itulah alasan saya ke range. Saya meyakini, asalkan usaha kita sudah bagus, saya rasa hasilnya akan mengikuti. Kapanpun tee shot yang dirasa sulit itu hadir di depan mata, saya hanya berdiri mengarahkan bola akan jatuh di mana, dan saya akan pukul sekeras mungkin. Biasanya, trik itu dapat terlaksana dengan baik karena saya punya pikiran yang sedang plong,” tukasnya.

Di hole 72 yang menjadi penentu gelarnya, tee shotnya jatuh tepat di fairway dengan jarak sekitar 155 yards dari pin. Di posisi ini, approach shotnya mendarat mulus di 13 kaki dan Rory meyakini ia sudah pasti menang.

Samai Rekor

Titel ke-15 yang diraihnya di TPC Sawgrass, menjadikan dirinya sebagai pegolf kedua setelah Tiger Woods yang mendapatkan THE PLAYERS, FedExCup, WGC, dan mayor. Selain itu, gelar yang ia dapat tepat sebelum 30 tahun, menjadi pegolf kelima dengan prestasi serupa. Sebelumnya, ada Tiger Woods, Phil Mickelson, Jack Nicklaus, Johnny Miller, dan Tom Watson.

“Saya begitu berambisi untuk menang hari ini, dan akhirnya berhasil saya wujudkan. THE PLAYERS turnamen yang besar bagi kami, dan saya bangga bisa memenanginya. Ini kesempatan yang semakin terbuka untuk rekor lainnya,” ucapnya.

Setelah ini, Rory kembali mengejar Career Grand Slam yang masih ia cari lewat Green Jacket di The Masters. Tahun lalu, ia nyaris memenanginya jika tidak kolaps di putaran terakhir. Skor 74 kembali menunda mimpinya menjadi pegolf keenam dengan Career Grand Slam.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
2,959PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles