Dylan Frittelli AfrAsia Mauritius Open 2018
Dylan Frittelli ingin pertahankan gelar di AfrAsia Mauritius Open 2018 / AGolf Design

AGolf.xyz – Juara bertahan AfrAsia Bank Mauritius Open, Dylan Frittelli berharap waktunya tepat untuk mempertahankan gelar pekan ini. Frittelli yang 12 bulan lalu meraih gelar European Tour keduanya lewat Playoff itu, berharap dapat memulai musim 2019 dengan kemenangan lagi.

Tahun lalu, kemenangan yang diraihnya di Heritage Golf Club, membawanya masuk 50 besar dunia dengan tambahan bantuan Top-10 di Omega Dubai Desert Classic. Undangan 4 turnamen mayor pun didapatnya dalam satu tahun kalender 2018 ini. Ia juga mengikuti DP World Tour Championship Dubai dua pekan lalu.

Sayangnya, sejumlah Miss CUT yang didapatnya musim semi lalu, membuatnya terdampar ke 76 dunia di awal pekan ini. Melakoni turnamen pertama European Tour 2019, Frittelli ingin segera kembali ke Top-50 dunia yang memberikan semua kemungkinan terbaik pada tahun baru nanti.

“Saya melihat kembali apa yang terjadi tahun lalu di sini, dan semoga saja memori itu bisa saya ulang pekan ini,” komentar Frittelli. “Saya merasakan dampak yang luar biasa bisa tampil di 4 turnamen mayor, yang semuanya terjadi karena gelar di sini. Oleh karena itu, saya perlu bermain bagus untuk terus menjaga kartu undangan di seluruh mayor tahun depan.”

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kembali ke Four Season yang sempat digunakan pada dua tahun lalu, Frittelli sempat merasakan Miss CUT yang menjadi pelecutnya memenangi gelar 2017.

“Saya berusaha untuk memenangi setiap turnamen yang saya ikuti. Ini hanya masalah terus bermain lebih baik, dan mempelajari berbagai kondisi lapangan di setiap pekannya. Dan ujungnya, saya bisa bermain melawan pegolf terbaik di level yang lebih tinggi,” kata Frittelli.

George Coetzee Incar Hal yang Sama

Rekan satu negaranya, George Coetzee memenangi gelar pertama turnamen ini pada 2015. Sama seperti Frittelli, Coetzee juga mengincar pekan yang sukses untuk meraih gelar kelimanya di European Tour.

“Saya menyukai lapangan di pulau seperti ini. Dan bisa menang di turnamen perdana, membuat saya percaya diri bisa meraih gelar kedua. Saya masih ingat, tiga tahun lalu cuacanya sangat menantang tetapi saya punya pekan yang bagus ketika itu,” ujar Coetzee.

Sedangkan pada 2016, pegolf Korea Jeunghun Wang mencetak rekor sebagai pegolf termuda di European Tour yang mampu meraih back-to-back. Sepekan sebelumnya, Wang lebih dulu meraih gelar Trophee Hassan II di Maroko, saat dua turnamen ini dimainkan pada awal Mei.