Fans Solheim Cup / Bunkered.co.uk
Fans Solheim Cup / Bunkered.co.uk

AGolf.xyz – Mulai Senin (9/9) besok, pekan Solheim Cup telah dimulai di Gleneagles, Skotlandia. Mempertemukan Tim Eropa melawan Tim Amerika untuk ke-16 kalinya, turnamen ini begitu dinantikan layaknya Ryder Cup di kategori pria.

Tiga hari pertandingan yang baru dilaksanakan Jumat (13/9), kedua tim memperebutkan 28 poin yang tersedia di PGA Centenary Course. Selama tiga hari, 8 sesi foursome, 8 fourball, dan 12 partai single, menjadi fokus utama kedua belah tim.

Seperti apa Solheim Cup 2019, berikut ini poinnya seperti dilansir LPGA.

Tuan Rumah

Eropa dan Amerika telah bertemu 15 kali sejak 1990. Di antara pertemuan tersebut, 11 Cup dimenangi oleh tuan rumah dengan dominasi yang cukup besar, 4,5 poin di setiap kemenangannya.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Tim Eropa yang kini menjamu Amerika, berharap banyak Gleneagles dapat mengulang sejarah penting Ryder Cup 2014, di saat Tim Eropa melumat Amerika 16,5-11,5 di bawah asuhan Kapten Paul McGinley.

Terbang melintasi Samudra Atlantik, Tim Amerika telah tiga kali meraih gelar di daratan Eropa. Ialah pada 1996 di Wales, 2007 di Swedia, dan 4 tahun lalu di Jerman. Kemenangan di Jerman tercatat dalam sejarah sebagai salah satu comeback terbaik yang pernah ada di Solheim Cup.

Dikapteni Juli Inkster, Tim Amerika mengejar ketertinggalan 6-10 dari 4 sesi berpasangan menjadi 14,5-13,5 di akhir partai single.

Kali ini, Inkster yang kembali menjadi Kapten ingin mematahkan kutukan tak pernah menang saat Solheim Cup dilaksanakan di Skotlandia. Pada 1992, Amerika takluk 6,5-11,5 di Dalmahoy Country Club dan 11,5-14,5 di Lock Lomond Golf Club tahun 2000 lalu.

Bintang Solheim Cup

Melihat ke-12 pemain dari kedua tim, Eropa punya keuntungan dengan 7 pegolf yang pernah tampil di tiga Solheim Cup. Dari sisi sebrang, hanya 4 pegolf saja yang punya catatan serupa. Juga dari jumlah rookie, Eropa menempatkan tiga rookie daripada 5 rookie di Amerika.

Kapten

Kapten Tim Amerika, Juli Inkster kembali dipercaya untuk ketiga kalinya sekaligus menjadi rekor pertama dalam sejarah Solheim Cup. Ia juga mencetak rekor sebagai Kapten Tim Amerika di Eropa untuk kedua kalinya, dan mengincar hattrick gelar seperti terjadi pada 1994-1998 dan 2005-2009.

Sedangkan Kapten Tim Eropa, Catriona Matthew melakukan debutnya menakhkodai benua biru itu. Meskipun begitu, ia punya rekor yang cukup mumpuni semasa tampil di 9 Solheim Cup hingga 2017.

Matthew memenangi 3 trofi dari 22 poin yang ia berikan di 37 pertandingan.

Rookie

Amerika memiliki 5 rookie yang berusia rata-rata 24,6 tahun. Marina Alex, Brittany Altomare, Megan Khang, Nelly Korda, dan Annie Park menjadi catatan keempat Amerika punya 5 rookie sejak 1992, 2002, dan 2019. Selama dua tahun terakhir, kelima rookie ini telah meraih 4 gelar LPGA Tour.

Dari tuan rumah, Kapten Matthew memercayakan dua pilihannya kepada rookie Celine Boutier dan Bronte Law. Kedua pegolf ini baru saja mencetak gelar LPGA pertamanya di musim ini. Satu rookie lainnya, dibuat Anne van Dam yang ada di urutan kedua Kualifikasi LET Points.

Suzann Pettersen

Suzann Pettersen yang diundang Kapten Matthew melalui Captain’s Pick, meneruskan 9 penampilannya di Solheim Cup. Itu menjadi penampilan terbanyak di antara 23 pemain lainnya yang hanya menyentuh 6 Solheim Cup pada pekan depan.

Dari ke-8 Solheim Cup sebelumnya, Pettersen mencetak rekor kemenangan terbesar di antara pemain lainnya. Sebanyak 16 kemenangan dan 6 halved dari 33 pertandingan, Pettersen telah memenangi 3 Solheim Cup bersama Matthew.

10&8 Terakhir

Sepanjang sejarah Solheim Cup, tidak ada pertandingan yang diselesaikan sebelum hole 11. Pada 2011, Cristie Kerr dianggap kalah 10&8 karena tidak dapat tampil melawan Karen Stupples di partai single. Mundurnya Kerr, memberikan kemenangan 15-13 untuk Tim Eropa ketika itu.

Rekor 18-hole

Ada banyak sekali partai Solheim Cup harus diselesaikan di hole 18. Dan saat Eropa menjadi tuan rumah, 72 dari 184 partai (39,1 persen) harus ditentukan di hole terakhir ini. Lebih dari setengahnya, terjadi saat sesi fourball.

Peluang Eagle

Dari catatan LPGA, Carlota Ciganda memimpin perolehan eagle dengan 17 kali dan berada di urutan ketiga birdie terbanyak dengan 308 kali. Jumlah eagle tersebut hanya dua eagle saja dari rekor Laura Davies pada musim 2004.

Bersama Anne van Dam yang memasukkan 14 eagle, kedua pegolf ini menjadi pabrik eagle terbanyak jika dibandingkan 27 eagle dari penjumlahan Altomare, Lexi Thompson, dan Jessica Korda.