Battista Anniversario/ IG: @automobilipininfarinaofficial

AGolf.xyz– Pandemi COVID-19 ternyata memberi dampak panjang pada industri otomotif. Salah satunya terlihat dari keputusan salah satu pameran otomotif yang ditunggu, Geneva Motor Show. Setelah mengumumkan pembatalan pameran tahun ini, penyelenggara pameran kembali mengumumkan berita buruk yakni pembatalan pameran tahun depan.

Geneva Motor Show  2021 dibatalkan karena “konsekuensi keuangan” dari peristiwa tahun ini yang semakin parah, ditambah lagi dengan kekhawatiran tentang laju pandemi COVID-19. Penyelenggara pameran mengumumkan pada Senin (29/6) bahwa mayoritas peserta pameran baru-baru ini mengatakan mereka mungkin tidak akan berpartisipasi dalam edisi 2021. Para pembuat mobil lebih memilih mengikuti pameran berikutnya pada tahun 2022.

Geneva Motor Show adalah acara otomotif besar pertama yang dibatalkan di luar China awal tahun ini. Penyelenggara mengumumkan hal tersebut sekitar dua minggu sebelum Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi. Tahun ini seharusnya akan menjadi edisi ke-90 dari pameran otomotif yang menarik lebih dari 600.000 pengunjung pada tahun 2019.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Komite dan Dewan Yayasan “Salon International de l’Automobile,” yang mengadakan pertunjukan, telah mencari bantuan keuangan dari pemerintah daerah dalam beberapa bulan sejak pembatalan. Pemerintah kota Jenewa menawarkan pinjaman 16,8 juta franc Swiss (sekitar USD 17,6 juta). Tetapi penyelenggara tidak senang dengan persyaratan pinjaman, termasuk bahwa pertunjukan diadakan pada tahun 2021 dan menolaknya. Yayasan ini sekarang sedang berusaha menjual haknya ke Geneva Motor Show kepada Palexpo SA, kelompok yang memiliki dan mengoperasikan pusat konvensi yang menjadi tuan rumah acara tersebut.