AGolf.xyz- Belum lama ini Gucci mengumumkan bahwa rumah merek saat ini tengah menuju netral karbon untuk mengatasi perubahan iklim. Netral karbon sendiri merupakan jejak karbon nol, yang mengacu pada pencapaian emisi nol karbondioksida bersih dengan menyeimbangkan emisi karbon atau menghilangkan emisi karbon secara keseluruhan. Hal ini akan mulai diterapkan oleh Gucci pada gelaran busana Milan Fashion Week pada musim mendatang.

Sebelumnya, Gucci telah menjalankan misi ramah lingkungan sejak tahun 2017 lalu dengan produksi tanpa menggunakan bulu. Sejak saat itu, Gucci telah mengumumkan rencana keberlanjutan selama sepuluh tahun, sekaligus telah meluncurkan situs yang didedikasikan untuk itu.

Melansir dari New York Times, CEO Marco Bizzarri mengkonfirmasi bahwa Gucci akan mengimbangi emisi perjalanan pada tamu, model dan staf yang mengerjakan acara Milan Fashion Week (sebanyak 1.900 orang). Oleh karenanya Gucci akan tetap menyumbang emisi karbon, dan kemudian akan digantikan Gucci dengan mendanai proyek-proyek melindungi hutan hujan atau kegiatan ramah lingkungan lainnya.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Menghitung jejak karbon suatu merek merupakan proses yang rumit dan tidak sempurna. Termasuk bagi Gucci yang ingin menuju netral karbon pada pertunjukan fashion mendatangnya. 90 persen emisi Gucci berasal dari rantai pasokan dan sumber bahan bakunya, termasuk kain yang akan melewati berbagai tahap sebelum menjadi sebuah gaun. Di mana seseorang harus memetik kapas, lalu memintalnya, mengecatnya dan kemudian diubah menjadi karya memukau oleh Alessandro Michele.

Selain itu, Gucci juga telah mengumpulkan data dari 1.000 pemasok untuk membuat pernyataan mengenai dampak untuk lingkungan itu sendiri. Hingga akhirnya Gucci dapat menghitung emisi karbon yang perlu dijadikan sebagai karbon netral.

“Satu-satunya cara agar kita dapat memiliki nol emisi karbon adalah dengan menutup bisnis kita,” kata Marco Bizzarri dilansir dari New York Times. “Hingga akhirnya perusahaan kami membuat sesuatu dan kami mempekerjakan ribuan orang untuk melakukan itu. Kita perlu cara terbaik untuk mendukung karyawan kita agar melakukan pekerjaan dengan cara paling ramah lingkingan.”