Mayor Golf 2019
Trofi dan green jacket empat mayor golf yang diperebutkan setiap tahunnya / PGA Tour

AGolf.xyz – Musim baru menjadi awal berbagai cerita menarik untuk semua hal, tak terkecuali golf. Di olahraga yang berkaitan dengan statistik dan prediksi ini, mayor merupakan turnamen yang paling ditunggu-tunggu.

Hanya tersedia 4 turnamen saja, The Masters, PGA Championship, US Open, dan the Open menjadi hal yang dinanti siapa penakluknya. Apalagi dengan hadirnya sejumlah pegolf masa lalu yang kembali menunjukkan performa terbaiknya, tentu 4 mayor 2019 akan sangat dinanti.

Berikut ini berbagai kemungkinan menarik tentang keempat mayor 2019 via PGA.com.

The Masters

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Mayor pertama di tahun 2019 ini, bakal diselenggarakan pada 11-14 April di lapangan biasanya, Augusta National Golf Club.

Berstatus undangan kepada para juara, Top-50 dunia, hingga para pegolf amatir top, seluruhnya saling memperebutkan Green Jacket yang menjadi lambang supremasi turnamen ini. Dengan status undangan tersebut pula, mayor ini menjadi yang paling sedikit dari sisi jumlah peserta.

– Rory McIlroy sekali lagi mencari Career Grand Slam, sejak mengumpulkan tiga trofi mayor lainnya antara 2011-2014. Tahun lalu, Rory tampil anti-klimaks di hari terakhir saat tertinggal 3 strokes dari Patrick Reed di putaran final.

– Rickie Fowler punya 4 top-12 dari 5 tahun kunjungannya ke Augusta National. Kali ini, bisakah pegolf berkepala tiga itu meraih mayor pertamanya?

– Tiger Woods menjadi pegolf terakhir yang mampu back-to-back pada 2001-2002. Bisakah Reed melakukannya April nanti?

– Mungkinkah Brooks Koepka meraih gelar Masters pertamanya, dan kembali memenangi gelar mayor back-to-back pertama sejak Jordan Spieth di 2015. Jika Green Jacket resmi dikenakannya, ia hanya perlu Claret Jug untuk Career Grand Slam.

– Augusta National mengutamakan pengalaman, ini terlihat dari para pegolf tua yang masih bertaji di mayor ini. Jack Nicklaus finis T.6 pada 1998 di usia 48 tahun. Berturut-turut ada Fred Couples dengan 4 Top-20 antara 2010-2014, Bernhard Langer T.8 di 2014, dan Tom Watson T.18 di 2010.

– The Masters ditentukan di back nine hari Minggu. Ungkapan yang kental di mayor ini, bisa dilihat saat Jordan Spieth quadruple-bogey 7 di hole 12 pada 2016. Begitu juga bencana triple-bogey 7 Rory McIlroy di hole 10, yang dilanjutkan dengan bogey-double-bogey saat 2011.

PGA Championship

Turnamen ini mengalami perubahan dari biasanya Agustus, menjadi bulan Mei berdasarkan jadwal PGA Tour 2018/2019. Bertempat di Bethpage State Park Black Course, turnamen ini berlangsung antara 16-19 Mei 2019.

– “Bahaya! Black Course merupakan lapangan yang luar biasa sulit, dan hanya boleh dimainkan oleh pegolf berkemampuan tinggi saja.” Itu merupakan papan peringatan yang ditulis di tee box 1 untuk mengingatkan betapa sulitnya lapangan ini.

– Black Course sudah melakukan tugasnya menyelenggarakan mayor US Open 2002 dan 2009, yang dimennagi Tiger Woods dan Lucas Glover. Pada 2012 dan 2016, lapangan ini dipercaya menjadi tuan rumah The Barclays, satu di antara 4 turnamen FedEx Cup Playoffs. Nick Watney menjadi juara 2012, dan Patrick Reed pada 2016.

– Dengan jadwal yang baru, akankah Jordan Spieth dapat meraih Career Grand Slam di bulan Mei nanti?

– Mungkinkah terjadi juara The Masters juga juara di PGA Championship?

US Open

Berlangsung di pekan ketiga bulan Juni yang juga menjadi perayaan Hari Ayah, US Open 2019 kembali ke lapangan ikonik Pebble Beach Golf Links. Lapangan yang merayakan satu abad berdirinya itu, menjadi satu di antara 4 lapangan dengan 6 US Open.

– Pebble Beach merupakan lapangan yang memberi kesan penting pada milenium baru 2000. Edisi yang juga, menjadi sejarah margin kemenangan terbesar di turnamen mayor, 15 strokes. Tiada lain, Tiger Woods begitu mendominasi lapangan di California ini dengan skor under-par satu-satunya dari 4 putaran.

– Pebble Beach dimenangi terakhir kali oleh Graeme McDowell pada 2010. Kala itu, ia menahan laju pegolf Perancis Gregory Havret dengan satu stroke.

– Di tahun 2019 nanti, dua pertanyaan besar dialamatkan kepada Phil Mickelson dan Tiger Woods.

– Apalagi kalau bukan mungkinkah Phil bergabung di Career Grand Slam, setelah 6 runner-up US Open. Di usianya yang masuk 49 pada pekan US Open, Phil masih berharap satu kali lagi. Phil memenangi 4 gelar Pebble Beach Pro-Am dan finis T.4 di US Open 2010.

– Sedangkan Tiger Woods, dapatkah dirinya menjadi pegolf ketiga dalam sejarah US Open yang meraih dua gelar di lapangan yang sama? Di awal US Open, Willie Anderson melakukannya saat 1901 dan 1905 di Myopia Hunt Club. Satu nama lainnya, Jack Nicklaus pada 1967 dan 1980 di Bastusrol Golf Club.

– Pebble Beach akan menjadi tuan rumah AT&T Pebble Beach Pro-Am, yang menjadi kisi-kisi siapa yang punya percaya diri lebih di US Open nanti.

– Jika itu Brooks Koepka, ia dapat menghadirkan rekor hattrick di US Open sejak Willie Anderson pada 1903-1905.

The Open

Turnamen mayor tertua golf ini, pulang ke Irlandia Utara untuk pertama kalinya sejak 1951. Bertempat di Royal Portrush Golf Club, lapangan ini memiliki juara bertahan yang sudah meninggal, Max Faulkner pada 2005 silam.

The Open yang segera memasuki edisi 148, akan berlangsung antara 18-21 Juli dan memberikan tantangan yang betul-betul baru kepada pegolf zaman now. Sejumlah hole ikonik, hole 4, 5, 14, dan 16 tidak memberikan toleransi pada perburuan mayor terakhir 2019 nanti.

– Rory McIlroy menjadi pemilik skor terendah 65, saat mengikuti Amateur Open Championship 2005.

– Sebagai mayor terakhir, bisakah kita melihat ada satu pegolf yang punya dua gelar mayor. Dari 6 tahun terakhir, Rory McIlroy mendapatkan dua gelar pada 2014, Jordan Spieth 2015 dan Brooks Koepka tahun lalu.

– Bisakah pegolf tuan rumah Rory McIlroy dan Graeme McDowell mempersembahkan gelar mayor di depan pendukungnya sendiri?

– Hanya tiga kali sejak 2010, Francesco Molinari 2018, Henrik Stenson 2016, dan Darren Clarke 2011 yang mencatatkan namanya sebagai first-time winner di turnamen mayor, tidak hanya Claret Jug. Dapatkah itu terjadi sekali lagi di 2019?