Tiger Woods WGC-Invitational
Tiger Woods ingin jadi pemain Presidents Cup 2019 / AGolf Design

AGolf.xyz – Tepat 52 pekan yang lalu, Tiger Woods kembali ke turnamen golf di Hero World Challenge. Ketika itu, tanpa ekspektasi berlebihan seperti 2016 yang menjadi comeback pertamanya, Tiger di luar dugaan finis T.9 dari 72-hole. Hasil yang sangat jauh berbeda daripada tahun 2016 dengan finis 15 dari 17 pegolf di Bahamas.

Hero World Challenge yang diadakan oleh yayasannya, Tiger Woods Foundation (TWF), dalam dua tahun terakhir selalu menjadi comebacknya. Pada 2016, Tiger kembali setelah menghilang sejak Agustus 2015 karena cedera. Sedangkan tahun lalu, Tiger kembali usai pemulihan panjang pasca operasi keempatnya.

Pekan ini, Tiger yang tampil lagi di turnamennya, memiliki perasaan yang berbeda. Sebagai juara TOUR Championship dan ranking 13 dunia, Tiger percaya musim 2019 ini ia bisa mendapatkan tambahan gelar lagi.

“Ini musim baru, dan saya perlu memastikan pikiran dan badan yang fresh di setiap turnamen pilihan saya. Saya percaya bisa memenangi gelar lagi,” kata Tiger yang memerlukan dua gelar PGA Tour untuk menyamai 82 gelar milik Sam Snead.

Kapan Gelar Ke-81 Tiger?
Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Kelakar Tiger untuk mendapatkan dua gelar tambahan, tentu perlu memerhatikan pegolf terbaik di era saat ini. Hal yang sangat jauh berbeda 15 hingga 10 tahun lalu. Ketika itu, 36 gelar berhasil ia dapatkan dalam 5 tahun sejak 2004 di PGA Tour.

“Tentu kondisi saya dengan saat itu jauh berbeda. Saya bukanlah pribadi yang berusia 28 tahun. Secara fisik tentu jauh. Tetapi secara mindset untuk menang lagi, saya sangat yakin untuk sekarang ini. Jika kalian bertanya untuk 10-20 tahun ke depan, saya rasa itu terlalu berangan-angan,” komentar Tiger.

“Saat masih 28 tahun, saya merasa bisa terus memainkan golf di level tertinggi selama 2 dekade. Tetapi, baru memasuki 42 dan mau masuk 43 akhir tahun ini, saya rasa sulit mencapai goal masa remaja saya,” sambungnya.

Gelar yang baru saja diraih dua bulan lalu, sedikit banyak menunjukkan kalau rehab pasca operasi dirasa berhasil. Ia bahkan dapat bermain 7 turnamen dalam 9 minggu berturut-turut, termasuk Ryder Cup yang perlu menyebrang samudra Atlantik.

Walaupun begitu, kelelahan menjadi salah satu keluhan yang ia sampaikan. Tanpa poin di Le Golf National, Paris, Perancis menjadi buktinya. Begitu juga adaptasi cuaca antara 25-32 Celsius di masing-masing turnamen yang cukup mempengaruhi staminanya.

“Di setiap turnamen, cuacanya cukup mencekik menurut saya. Sangat sulit beradaptasi dari satu turnamen dengan kondisi hangat, ke panas di turnamen berikutnya. Mungkin saya merasa begitu kelelahan saat tiba di Ryder Cup, dan itu cukup menguras mental, fisik, dan emosial saya,” ujar Tiger.

Tiger di 2019
Tiger Woods 2019
Tiger Woods di the Open 2018

Pada 2019 ini, jadwal PGA Tour mengalami perubahan besar yang mempengaruhi Tiger. Kembalinya THE PLAYERS ke bulan Maret, PGA Championship ke Mei, dan tiga FedExCup Playoffs sebelum Hari Buruh Amerika, membuat Tiger menyesuaikan jadwal 2019 itu.

“Empat turnamen mayor, dan sejumlah turnamen yang diluncurkan TWF merupakan prioritas saya. Selain turnamen itu, saya perlu melihat kesiapan saya dulu. Tujuh turnamen dalam 9 minggu saat menutup musim 2018 begitu melelahkan, dan saya ingin memperbaikinya musim depan,” tuturnya.

Lanjutnya, jadwal 2019 lebih cocok dengannya karena prioritas turnamen besar selalu hadir setiap bulannya. “Saya merasa lebih siap dengan jadwal seperti itu,” kata Tiger.

Per tahun baru 2019 nanti, Tiger seperti prediksi kebanyakan pengamat, akan mengikuti Sentry Tournament of Champions yang mencari juara di antara para juara 2018. Tiger akan kembali ke turnamen ini sejak 2005.

Pada bulan Februari, terdapat Genesis Open yang ia tuan rumahi dan WGC-Mexico Championship. Maret dengan THE PLAYERS di TPC Sawgrass, dan WGC-Dell Technologies Match Play yang hanya mengundang 64 pegolf terbaik dunia. April The Masters, Mei PGA Championship, Juni US Open, Juli the Open, dan tiga turnamen FedExCup Playoffs pada Agustus.

Baca Juga: Jadwal Baru PGA Tour 2018/2019
Pendapat Tony Finau
Tiger Woods and Tony Finau
Tiger Woods dan Tony Finau hanya pernah bertemu di luar turnamen / Golf.com

Kembalinya Tiger ke tahta juara dan keseriusannya menatap 2019, membuat pegolf muda seperti Tony Finau menganggap kalender baru nanti akan lebih seru.

“Adanya Tiger di PGA Tour sangat spesial, karena saya yakin dia akan bermain sama baiknya dengan good golf dan good mindset. Saya rasa, tur jadi lebih seru dan semoga saja saya bisa bertarung satu flight dengannya satu waktu nanti,” kata Finau.