Ilustrasi Justin Harding
Justin Harding dari Afrika Selatan / AGolf Design

AGolf.xyz – Memuncaki dua putaran terakhir, Justin Harding akhirnya meraih gelar Asian Tour pertamanya saat tampil di Bank BRI Indonesia Open, Minggu (15/7). Birdienya di hole terakhir, menjadi bentuk kepastian pegolf 32 tahun itu membawa pulang USD90 ribu ke kampung halamannya di Cape Town Afrika Selatan.

Bermain dengan keunggulan satu stroke dari Scott Vincent di flight terakhir, Harding mengawali front nine dengan dua bogey yang membuatnya bekerja keras untuk membalikkan keadaan. Comeback dengan dua birdie di hole 12 dan 16, Harding memastikan kemenangannya dengan skor total 18-under par 270 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta.

“Hari yang sulit. Selain karena gugup, di pikiranku begitu berambisi untuk merebut kartu Asian Tour dan hadiah pertama,” kata Harding. “Aku sedikit terkejut dengan dua bogey di hole 7-8, tetapi aku berusaha untuk tetap sabar dan mencoba mencari momentum yang tepat di back nine. Akhirnya, aku mendapat birdie sebagai roda comebackku di hole 12.”

Dua birdie yang kemudian ia dapatkan, berpacu dengan papan klasemen yang terus berubah utamanya dari rekan satu flightnya, Scott Vincent yang terus menekannya.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Vincent bermain sangat bagus. Tiga birdie dari 4 hole membuatku yakin dia tidak akan tinggal diam dengan ambisiku di Asian Tour. Mungkin dia kehilangan fokus karena tiga bogey di akhir hole 10, sisanya aku begitu senang bisa menang di Indonesia,” ucap Harding yang telah memiliki 7 gelar di Sunshine Tour. “Dengan trofi ini, kartu Asian Tour merupakan pembuka kesempatan baru bertanding dengan pegolf Asia terbaik. Semoga jadwal dan keberuntunganku bisa berpihak di musim depan.”

Justin Harding dengan trofi emas
Justin Harding dengan trofi emas Bank BRI Indonesia Open 2018 di Pondok Indah Golf Course / Asian Tour

Scott Vincent yang menekan Harding dengan hattrick birdie, akhirnya mengakhiri putarannya dengan 2-under 70 saja. Dengan peringkat kedua yang didapatnya, ini menjadi Top-10 kelimanya tahun ini.

“Aku tidak terlalu kecewa dengan hasilnya, yang penting aku bisa menekannya sepanjang putaran final tadi. Dia layak menang, tetapi di satu sisi aku juga hampir menang,” ucap Vincent bijak. “Menurutku, kesalahanku ada di par-5 yang menghasilkan 3 bogey. Aku sepertinya terlalu agresif di sana.”

Dari 5 pegolf Indonesia, Almay Rayhan menjadi pegolf dengan peringkat terbaik. Dengan tambahan 1-under 71 di putaran final, Rayhan memiliki total 3-under par 285 untuk finis di urutan T.47. Berbeda satu stroke di belakangnya, Kevin Akbar dan Naraajie berbagi peringkat T.50 dengan Jyoti Randhawa.

Pegolf profesional Indonesia yang lolos CUT, Jordan Irawan hanya menyentuh T.59 dan membawa pulang USD1.725 atau sekitar Rp24,8 juta. Satu nama lainnya, George Gandranata finis di tempat T.73 atau dua peringkat dari posisi terbawah dengan 6-over par 294. Hadiah yang dibawanya berkisar Rp15,5 juta atau USD1.075.