AGolf- Dua kali cabang olahraga speed skating dipertandingkan di PyeongChang 2018 selama dua hari ini, tim oranye Belanda menyapu bersih dua emas. Kali ini, sumbangan emas diberikan Sven Kramer yang merupakan juara bertahan emas Vancouver (Kanada) 2010 dan Sochi (Rusia) 2014.

Tampil di lintasan 5.000m, Kramer menciptakan hattrick emas dengan catatan rekor Olimpiade 6 menit 9,76 detik. Atlet 31 tahun itu menjadi orang pertama yang meraih 3 emas beruntun di nomor yang sama, dengan unggul hampir dua detik dari atlet Kanada Ted-Jan Bloemen. Memerlukan photo finish, Sverre Lunde Pedersen dari Norwegia menerima perunggu dengan selisih 0,002 dari Bloemen.

Kramer yang mengawali karier profesionalnya pada 2003, kini mengantongi 8 medali Olimpiade dan mengincar medali lain dengan status juara bertahan di team pursuit.

“Saya menang banyak dan kalah juga sama banyaknya. Tapi, bisa memecahkan rekor Olimpiade untuk hattrick, merupakan progres yang meningkat terus buatku dalam 4 tahun terakhir ini,” komentar Kramer.

Luge

Atlet luge men’s single David Gleirscher raih medali emas pertama untuk Austria di PyoengChang 2018 / Olympic.org

Dari olahraga meluncur menggunakan kereta salju luge, atlet asal Austria David Gleirscher meraih emas dengan catatan waktu 3 menit 10,702 detik. Ini menjadi emas pertama Austria di luge men’s single sejak 1968.

David memupuskan harapan wakil Jerman Felix Loch, yang mengincar hattrick emas lewat pertarungan 4 kali meluncur atau ‘run’ selama dua hari ini. Loch yang memuncaki 3 run pertama dengan total 2 menit 14,859 detik, sedikit bermasalah di run terakhir dan hanya menempati peringkat 19 dari total 20 atlet yang lolos CUT.

Finish 48,109 detik di run terakhir, Loch bahkan tak menerima medali perunggu dan kesempatan ini dimanfaatkan David yang konsisten menempati peringkat 4 di run 3 dan 4. David pun berhasil unggul 0,026 detik dari atlet 29 tahun asal Amerika, Chris Mazdzer yang memberikan medali perak bagi Amerika di PyeongChang 2018.

Untunglah, Jerman masih mengibarkan benderanya di luge atas nama Johannes Ludwig dengan selisih 0,002 detik dari peringkat keempat asal Italia, Dominik Fischnaller.

Cross-country skiing

Ekspresi kegembiraan ketiga atlet Norwegia yang menyapu bersih 3 medali, emas perak dan perunggu di PyoengChang 2018 / Olympic.org

7 kali menjuarai Olimpiade Musim Dingin dan runner-up 4 tahun lalu di Sochi, Norwegia akhirnya memecahkan telur medali emas dengan menyapu bersih 3 medali di nomor skiathlon 30km. Ialah Simen Hegstad Kruger, Martin Johnsrud Sundby dan Hans Christer Holund, yang berbagi medali emas perak dan perunggu untuk ke-13 kalinya di Olimpiade Musim Dingin.

Memimpin di 15km pertama, atlet Finlandia Iivo Niskanen gagal mempertahankan posisinya dan melorot ke urutan 19 di 3 lap terakhir.

Krueger yang sempat terjatuh di lap pertama dan menyia-nyiakan 36 detik dari Iivo, segera mengejar ketertinggalannya di sisa 15km, untuk unggul 8 detik dari Sunby dan Hans yang berbeda 1,9 detik saja di antara mereka.

“Perasaan yang tak bisa saya jelaskan. Mungkin memang awal yang sangat buruk, tapi saya positif saja. ‘Ok, cukup satu kali jatuh, ayo saya coba kejar lagi hingga lap terakhir’,” ucapnya saat menyemangati dirinya. “Saya sempat melihat serunya atlet wanita di hari pertama, dan saya rasa pertandingan belum benar-benar berakhir sebelum garis finish.”

Berikut perolehan medali di hari kedua PyeongChang 2018.

Rank Negara Emas Perak Perunggu
1. Jerman (GER) 3 0 1
2. Belanda (NED) 2 2 1
3. Norwegia (NOR) 1 4 3
4. Amerika Serikat (USA) 1 1 0
T.5 Austria (AUT) 1 0 0
Perancis (FRA) 1 0 0
Korea Selatan (KOR) 1 0 0
Swedia (SWE) 1 0 0
9. Kanada (CAN) 0 3 1
10. Republik Ceko (CZE) 0 1 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here