Corona virus sniffing dogs named Miika and Titta are seen after being introduced at the Evidensia veterinary clinic in Vantaa, Finland on September 2, 2020. - The dogs are trained to detect corona virus from the arriving passengers at the Helsinki-Vantaa international airport. (Photo by Antti Aimo-Koivisto / Lehtikuva / AFP) / Finland OUT (Photo by ANTTI AIMO-KOIVISTO/Lehtikuva/AFP via Getty Images)

AGolf.xyz- Helsinki Airport di Finlandia akan melakukan uji coba dengan anjing pelacak untuk mendeteksi coronavirus. Uji coba akan dilakukan mulai minggu ini untuk menguji apakan naluri hewan dapat secara akurat mendeteksi manusia yang terinfeksi COVID-19.

Program uji coba ini akan dilakukan di aula kedatangan 2B, yang sebagian besar ditujukan bagi kedatangan internasional. Penumpang akan diminta untuk mengusap kulitnya menggunakan test wipe yang kemudian akan dimasukkan ke dalam cangkir, lalu diberikan kepada anjing. Secara keseluruhan tidak akan ada kontak antara penumpang dan gigi taring.

Corona virus sniffing dogs named Miina and Kössi (R) stand on the leash after being introduced at the Evidensia veterinary clinic in Vantaa, Finland on September 2, 2020.

Pihak bandara telah merilis foto demonstratif dari seorang penumpang yang menyeka kain uji di bagian dalam pergelangan tangan mereka. Anjing hanya membutuhkan 10 detik untuk mengendus sampel dan akan menunjukkan hasilnya melalui metode seperti berbaring, menggaruk kaki, atau menggonggong. Seluruh proses akan berlangsung dalam satu menit. Saat ini, penumpang dengan hasil tes positif juga akan diminta untuk melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) untuk mengecek ulang hasil anjing tersebut.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

“Anjing juga dapat mengidentifikasi COVID-19 dari sampel yang jauh lebih kecil daripada tes PCR yang digunakan oleh para profesional perawatan kesehatan,” bunyi rilis bandara. “Perbedaannya sangat besar, karena seekor anjing hanya membutuhkan 10 hingga 100 molekul untuk mengidentifikasi virus, sedangkan peralatan uji membutuhkan 18.000.000.”

Saat ini, kru anjing pelacak terdiri dari empat anjing yang ditalih oleh Wise Nose. Keempat anjing bernama Miina, Kossi, ET, dan Valo, yang bekerja secara bergiliran. Anjing khusus ini juga telah menjalani pelatihan untuk mendeteksi penyakit lain, termasuk kanker dan diabetes. Selain itu, sebanyak 10 anjing sedang dalam pelatihan.

Finlandia bukan negara pertama yang menggunakan anjing untuk membantu mendeteksi virus corona pada manusia, Bandara Internasional Dubai adalah yang pertama mengerahkan anjing untuk mengendus COVID-19, melaporkan tingkat akurasi 92 persen. Sementara itu, rilis Bandara Helsinki menyebutkan bahwa tes pendahuluan menunjukkan akurasi hampir 100 persen.