Gedung Kementerian BUMN/www.bumn.go.id
Gedung Kementerian BUMN/www.bumn.go.id
Gedung Kementerian BUMN/www.bumn.go.id

AGolf– Pemerintah terus mematangkan rencana pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan. Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, holding BUMN pertambangan akan rampung tahun ini.

Pembentukan holding BUMN pertambangan ini disiapkan untuk menampung saham pemerintah di PT Freeport Indonesia. Dengan demikian, maka 9,36 persen saham pemerintah di perusahaan asal Amerika Serikat itu akan dialihkan ke holding BUMN.

“(Saham pemerintah di Freeport) termasuk bagian holding karena itu kan tambang,” kata Rini di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, ditulis Jumat (18/11).

Nantinya 9,36 persen saham pemerintah akan diakuisisi oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) selaku pimpinan holding BUMN sektor pertambangan.

Ads
LEADERBOARD desktop
LEADERBOARD phone

Selain Inalun, holding BUMN pertambangan juga diisi oleh perusahaan BUMN lainnya, yakni PT Aneka Tambang (Antam), PT Bukit Asam, dan PT Timah.

Sebelumnya, pemerintah sedang menggodok rencana holding BUMN untuk enam sektor, yakni sektor migas, tambang, keuangan, jalan tol, perumahan, dan konstruksi.

Rini meyakini, holding BUMN yang ia rencanakan akan membuat perusahaan-perusahaan BUMN bisa berlari lebih cepat dalam mengembangkan bisnisnya.

Meski begitu, usai bertemu Sri Mulyani, Rini mengungkapkan bahwa rencana pembentukan enam holding BUMN tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

Hanya ada dua sektor yang dipastikan rampung tahun ini. “Kami harapkan, kalau semua bisa lancar adalah holding BUMN migas dan tambang,” ujar Rini.